
Ini adalah pertama kali mereka melihat Alan bertarung dengan monster. Alan hanya berdiri santai, melihat monster bos dengan tatapan mengejek.
Bos monster kali ini adalah monster kurus, berbulu, memiliki enam tangan, dan bersayap. Monster ini berwarna hitam pekat seperti kegelapan.
Monster itu sedang terbang diatas langit. Melihat Alan, Alex dan Norga dengan tatapan angkuh. Tapi Alan balas tatap dengan tatapan mengejek dan menjulurkan lidahnya.
Monster itu merasa terhina dan mengeluarkan cakar tajam dari keenam tangannya. Alan masih saja berdiri santai, bahkan dia malah membuka handphone untuk membuka lagu, mengenakan earphone dan mendengarkan lagu.
Alex dan Norga bingung dan heran dari mana kepercayaan diri itu berasal. Padahal Alan hanya seorang Special dengan job Alchemist yang pintar menembak. Itu hanyalah dugaan mereka. Mereka tidak tahu apa yang direncanakan oleh Alan.
Monster itu sudah menatap terlalu lama dan akhirnya monster itu memutuskan untuk melesat kearah Alan.
Tak butuh waktu lama untuk monster itu berada didepan Alan. Dia berencana untuk mencongkel mata Alan. Tapi Saat cakarnya hampir mengenai mata Alan, Alan memiringkan kepalanya dan memegang pergelangan tangan monster itu. Alan dengan kejam mematahkan tangan monster itu dan memutuskannya. Monster itu langsung berteriak kesakitan, tapi Alan dengan cepat menendang wajahnya hingga terpental. Monster itu terpental jauh hingga menabrak banyak pohon hingga pohon-pohon tersebut rusak.
Alex dan Norga langsung terkejut, mulut mereka menganga. Pemandangan dimana Alan menunjukan kekuatan sejatinya saat bertarung merupakan hal yang luar biasa dan melihat Alan tanpa belas kasih melepas tangan monster itu membuat mereka ngeri.
Tak perlu waktu lama, monster itu melesat maju dengan amarah yang luar biasa. Bukannya waspada, Alan malah tersenyum. Dia membisikan sesuatu sebelum dia menggoreskan cakar tajam dari tangan monster yang dipegangnya ke jarinya.
Jari-jarinya langsung mengalirkan darah segar. Dia menghunuskan tangan dengan cakar tajam layaknya pedang. Monster itu segera menyerang Alan lagi.
Tapi, Alan menangkis cakar monster itu dengan sangat mudah dan menggores tubuh monster itu dengan tebasan yang tak terlalu dalam. Monster itu menyerang lagi, lagi, dan lagi. Tapi selalu ditangkis dan malah diserang balik dengan tebasan yang tak terlalu berdampak. Semua orang pasti bisa mengerti tujuan Alan. Dia bermaksud untuk mempermainkan monster itu.
Alex dan Norga tak lupa untuk takjub dengan kelihaian Alan. Dia tidak memakai pedang atau apapun itu, dia hanya memakai tangan yang dia cabut dari lawan untuk bertarung, tapi dia memakainya layaknya pedang pada umumnya.
"Hehehehehehehe, sebentar lagi, ....lima detik lagi."
Pertanyaan yang terlintas dalam benak Alex dan Norga segera terjawab. Monster menyerang dengan ganas dan agresif sekarang malah melambat dan perlahan-lahan ambruk. Tubuhnya yang berwarna hitam pekat sekarang memiliki urat berwarna hijau tua. Monster itu berteriak kesakitan. Alex dan Norga langsung terkejut dan menebak-nebak alasan monster itu ambruk. Mungkin ada hubungannya dengan jari Alan yang digores? Pikir mereka.
Alan tertawa melihatnya dan membuang tangan monster itu. Dia segera mengeluarkan vial berisi cairan biru muda dan biru, tapi dalam vial berwarna biru seperti energi ganas, terlihat seperti listrik.
Vial yang dipegang Alan mulai bercahaya dan dengan misterius, cairan didalam vial terangkat. Cairan berwarna biru keluar lebih banyak dan membeku, membentuk tombak es yang tajam. Cairan berwarna biru menyusul, menyatu dengan tombak es dan meresap kedalamnya.
Alex dan Norga yang melihat langsung takjub disertai dengan bingung. Alan adalah Alchemist, dia memakai vial untuk mengeluarkan magic. Tapi ini berbeda dengan yang mereka liat di internet. Kunihiko Yama, seorang Slayer dari jepang yang merupakan seorang Alchemist merupakan Alchemist dengan casting magic paling cepat saat ini, yaitu 4,23 detik. Sedangkan yang Alan lakukan merupakan hal yang sangat unik dan aneh, seperti melakukan casting magic atau membuat versatile gear secara langsung tanpa menggunakan komponen-komponen khusus.
Dalam beberapa saat, efek dari vial biru terlihat. Tombak es itu mengeluarkan sengatan listrik yang kuat.
Alan dengan cepat langsung menusukkan tombak esnya pada dada monster itu. Monster itu langsung berteriak dan tubuhnya meronta-ronta, mencoba untuk lari. Tapi kepalanya di injak oleh Alan sehingga ia tak punya kesempatan sama sekali.
Alan tidak ingin berlama-lama karena teriakan monster dapat mengundang orang-orang dari Guild Mahabharata. Dia segera menambahkan sedikit cairan berwarna biru dan tegangan listrik bertambah kuat. Monster tersebut langsung meronta lebih keras, tapi akhirnya monster itu mati dengan kondisi mengenaskan.
[Selamat, anda telah mengalahkan bos monster! Hadiah akan dikirimkan pada anda!]
Notifikasi muncul dan portal terbentuk. Dan yang mengejutkan, orang-orang dari Guild Mahabharata mulai terlihat. Tapi Alan segera menarik baju Alex dan Norga. Alan langsung berlari kearah portal dan akhirnya kembali ke dunia manusia. Dia juga Langsung menggunakan [Spirit Walker] untuk menghindari Guild Mahabharata lebih jauh.
Saat Guild Mahabharata keluar, Alan, Alex dan Norga sudah menghilang entah kemana. Ini membuat pemimpin mereka, seorang wanita dengan class spearmancer kecewa dan marah. Dia berkata pada dirinya sendiri, jika dia bertemu dengan orang itu lagi, dia akan meninju mukanya dan 'area' lainnya.