The Slayers

The Slayers
Chapter 112 (Season 3)



Terkadang, orang mengharapkan sesuatu yang tidak diharapkan. Tapi, hal yang tak diharapkan tersebut merupakan keberuntungan bagi kita.


Tetapi, Alex tidak tahu sekarang dia mengalami keberuntungan atau kesialan. Di baru menyadari setelah pertarungan selesai. Jobnya secara otomatis berubah menjadi Beast Rider.


"Kenapa bisa berganti?" Kata Alex yang kebingungan luar biasa.


"Apanya yang berganti?" Norga dengan susah payah berjalan kearah Alex, tapi dia berhenti di jarak yang agak jauh, alasannya karena Alex masih berada diatas punggung si serigala.


"Job ku... Itu berganti menjadi Beast Rider."


Mendengar itu, Norga heran. Tapi, setelah dia melihat lagi, Alex yang sedang duduk diatas serigala raksasa tiba-tiba mendapat job Beast rider adalah hal yang memungkinkan.


Sementara itu, Alex juga mengecek layar statusnya sendiri. Dia kemudian terkejut karena ada satu hal yang berbeda dengan layar statusnya.


Ada tambahan pada layar statusnya, yaitu [Pet]. Dia menekan tulisan tersebut dan kemudian menampilkan status milik Serigala raksasa yang dia duduki.


Serigala itu mempunyai status yang mengerikan. Untung saja, serigala itu menjadi kawannya sekarang.


Serigala itu tak memiliki nama. Serigala itu mempunyai wajah yang sedih, tapi garang. Mengingat dia baru saja kehilangan anaknya sendiri.


Alex turun dari punggung serigala itu dan menatap mata sang serigala. Kemudian, semakin dia menatap, semakin dia merasa kalau mereka bisa memahami satu sama lain.


"Hmmm.... Aku harus bagaimana ini?" Kata Alex dengan perasaan campur aduk.


Bisa membuat seorang hewan buas yang mengerikan adalah hal yang bagus. Tapi, dia sama sekali tidak mengharapkan hal ini. Tujuannya adalah menjadi seorang Paladin.


Dia sudah melakukan apapun untuk menjadi paladin, mengikuti petunjuk Alan, dan berakting seolah dia adalah seorang kesatria suci dari dunia fantasi. Tapi itu semua sirna dalam sekejap karena jobnya diubah secara paksa.


"Haaaah~~~" Alex hanya bisa menghela nafas. Dia kemudian berkata "Kurasa kita akan mengandalkan satu sama lain mulai sekarang."


Serigala itu, seolah mengerti ucapan Alex, dia mengangguk.


"Karena kau tak punya nama, aku akan memberimu nama..." Alex berusaha memberikan nama yang bagus, tapi dia sendiri agak buruk dalam memberi nama.


"Bagaimana kalau Lyfa?"


[Kau berhasil menamai Direwolf menjadi Lyfa.]


"Hmmm? Langsung diterima?" Alex cukup terkejut karena dia hanya ngasal.


Setelah itu, Lyfa menjilati muka Alex. Alex tak mampu bergerak dan hanya pasrah. Dia menahan rasa jijik karena mukanya sekarang dipenuhi dengan air liur.


"...Kurasa kita harus pergi sekarang."


Dan mereka semua keluar dari sana.


***


Diluar portal, Satria sedang bermain rhythm game untuk mengisi waktu luangnya. Dia menghabiskan waktunya untuk menunggu dua anak tidak waras yang memasuki portal tingkat ular.


Kemudian, Satria yang sedang ingin mencetak skor tinggi malah dikejutkan oleh Alex dan Norga yang keluar dari portal.


Ditambah lagi, Lyfa mengikuti dari belakang. Tubuhnya sangat mencolok dan besar.


Pada akhirnya, mereka hanya saling tatap tanpa berbicara. Tapi beberapa menit setelahnya mereka bertatapan, Satria mulai melakukan apa yang harus dia lakukan.


Mereka mulai ditanyai macam-macam pertanyaan tentang portal. Tentu, mereka hanya menjawab sebisa mereka.


Setelah itu, mereka bersama pergi kekantor Slayers untuk memperbarui SIS mereka.


Mereka pergi menggunakan mobil, tapi Alex sendiri menunggangi Lyfa. Jarak dari lokasi portal ke kantor Slayers tidak terlalu jauh. Hanya perlu beberapa menit menggunakan mobil.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di kantor Slayers. Alex dan Norga disambut dengan tatapan terkejut, terheran-heran, dan shock.


Karena mereka adalah seorang rookie level satu yang menantang portal tingkat ular dengan hanya mereka berdua, wajah mereka sangat diingat. Mereka adalah bahan lelucon baru dikalangan para Slayers.


Orang-orang yakin kalau mereka tidak akan selamat. Tapi sekarang, Alex dan Norga menginjakkan kaki di kantor Slayers. Ditambah lagi, dibelakang Alex ada seekor Direwolf yang menakutkan.


Mereka berdua tak tahan dengan tatapan orang-orang dan secepatnya pergi dari sana setelah memperbarui kartu Slayers mereka.


Mereka cepat-cepat pergi dari sana. Belum satu hari mereka tidak bertemu dengan Alan, tapi mereka sudah kangen dengan kehadirannya.


Beruntungnya mereka, karena orang yang diharapkan datang.


Alan berdiri didepan kantor Slayers dan menyapa keduanya. Keduanya tentu terkejut, sangat terkejut.


Alan seperti seorang cenayang yang bisa menebak kapan mereka kembali. Mereka semakin bertanya-tanya tentang Alan.


"Halo, kalian berdua! Dilihat-lihat, sepertinya pembersihan portal pertama(secara resmi) kalian sukses."


"Yep, itu benar!" Jawab Norga dengan bangga.


"Kakak kok tau kami sudah kembali?" Tanya Alex dengan sangat penasaran. Alan kemudian berpikir sejenak dan menjawab dengan jawaban yang tidak diharapkan.


"Aku bisa melihat semuanya."


Kata-kata itu seperti candaan garing yang tidak bermutu sama sekali. Alex pun menyerah untuk bertanya lebih lanjut.


"Hmmm, kau berhasil menjinakkan Direwolf ya? Keren!"


Alan dengan sangat berani mendekati Lyfa dan mengelusnya. Anehnya, Lyfa hanya diam dan nyaman dengan elusan Alan.


"Kau sudah memberinya nama??"


"Ya, kunamai Lyfa."


"Hmmm, bagus. Bagaimana dengan Job kalian?"


"Untuk jobku, itu adalah Beast rider."


Sesudah Alex menjawab, Alan melihat kearah Norga. Norga menggelengkan kepala, dia sendiri bingung dan ingin meminta saran dari Alan.


"Hmmm, kalau begitu, ayo bicarakan semua dirumah."


Kemudian, mereka semua pulang kerumah Alan.