
Jalanan dipenuhi dengan banyak kendaraan, macet sudah lumrah terjadi. Tapi, yang berbeda adalah pemandangan para Slayers yang menggunakan keahlian atau kekuatan mereka untuk berpergian. Ada yang terbang, melompat dari gedung ke gedung, dan yang tak kalah keren adalah mereka yang memanfaatkan stats AGI mereka untuk berlari sangat cepat.
"Sebenarnya kita mau kemana sih?" Tanya Alex yang kesal karena pertanyaan nya tidak dijawab. Mau berapa kali dia bertanya, Alan tidak menjawab dan malah menyuruh mereka untuk mengikuti nya.
Alex juga kesal dengan Norga yang nurut saja karena sudah dikasih pistol asli. Entah apa tujuan dari Alan, tapi yang pasti, Alex tidak bisa berpedang, tapi punya potensi. Sedangkan Norga, dia sama sekali tak punya potensi menjadi penyerang jarak jauh. Saat menembak, dia tidak pernah mengenai target ataupun Alan. Jika targetnya Alan, itu sudah pasti, tapi dia bahkan tidak bisa menembak target yang agak dekat dengannya.
Sudah 16 menit mereka berjalan, dan mereka akhirnya sampai di perumahan yang sudah ditutupi oleh barrier magis. Tak hanya itu, ada banyak orang yang memakai jas hitam layaknya bodyguard, mereka berjaga disekitar situ;berbaris rapi seperti dinding yang menutupi sesuatu.
Penampilan mereka garang dan berotot sehingga Alex dan Norga tak mau mendekati mereka, tapi Alan dengan santainya berjalan mendekati mereka dan berkata.
"Halo semuanya, sungguh siang yang menyebalkan, bukan? Kalian semua pasti bertanya siapa aku. Aku adalah 'si penyewa', jika tidak percaya tanyalah pada bos kalian dan bilang bahwa 'si orang gila sudah datang'."
Salah satu dari orang berjas agak bingung dan berbalik kebelakang, setelah itu dia berteriak pada orang lain yang tak bisa dilihat karena orang-orang yang memakai jas hitam ini menghalangi. Tinggi Alex mungkin 187 cm, tapi tinggi orang-orang berjas hitam adalah 200 cm lebih.
Tak lama, barisan orang-orang berjas hitam yang seperti dinding itu terbuka, dan keluar seorang wanita cantik yang memegang sesuatu yang tertutup kain hitam.
Barisan itu tertutup lagi. Alex dan Norga tidak sempat melihat apa-apa karena mereka fokus pada kecantikan Wanita itu. Yah hanya Norga saja sih, Alex tidak terpesona karena hatinya hanya untuk Cindy, dia malah lebih fokus pada benda yang ditutupi oleh kain.
Wanita itu menarik kain itu dan terlihat bahwa benda yang tertutup kain adalah sebuah cermin mewah. Awalnya, cermin itu memang cermin mewah biasa, tapi cermin itu mulai aneh. Cermin itu mulai menghitam dan muncul kabut yang memenuhi keseluruhan cermin.
"Kau datang juga ya, orang gila."
Suaranya sangat lembut dan dewasa, Norga langsung terpikat dengan suaranya, bahkan Alex juga terpikat.
"Iya, yang mulia Ratu," ucap Alan sambil membungkuk hormat.
Alex dan Norga sangat terkejut, Alan punya aura yang bisa mengintimidasi orang-orang dengan mudahnya, dan sekarang dia membungkuk pada seseorang tak dikenal yang berbicara lewat cermin. Pasti yang berbicara adalah orang yang sangat hebat dan kuat.
Alan kemudian kembali ke postur tegap, dia kemudian meluruskan kesalahpahaman.
"Ini bukan yang seperti kalian pikirkan. Orang yang berbicara lewat cermin adalah guild master pemalas yang selalu kalah main game."
"Hei kau!"
"Kenapa? Itu fakta kan?"
Kesal karena mendengar ejekan Alan, cermin itu retak dan salah satu serpihan melayang diudara dan melesat dengan cepat, menggores pipi kanan Alan, membuat pipinya mengucurkan darah. Kaca itu kembali normal, retakan pada kacanya hilang.
Alan menyentuh pipinya dan dia melihat di jarinya ada darah. Dia segera menyentuh lukanya lagi dan mengucapkan skill "First aid".
Lukanya segera pulih, pipinya sembuh tanpa ada goresan sama sekali. Alan kemudian tertawa dan berkata "Job mu punya hubungan dengan cermin ya?"
Wanita itu tidak menjawab, dia kesal dan tak mau berbicara.
"...hei, kau marah ya?"
Wanita itu tak menjawab lagi.
"....akan kuberikan 2 double spicy burger, bagaimana?"
"..."
"...2 double spicy burger, 1 box ramuan goblin spawn, 2 box ramuan blood spell, dan 2 box army destroyer?"
"....tambah 2 box spicy cheese chicken wings dan aku tak akan marah lagi."
"Baiklah, setelah pembersihan, aku akan membelinya."
Akhirnya, Alan berhasil menenangkan wanita itu.
"....kau membawa teman? Tumben sekali."
"Mereka kubawa untuk kujadikan sesuatu yang luar biasa."
"Luar biasa? Kau ingin menaikkan level mereka? Eh, kenapa mereka tidak punya mana?"
"Memang, mereka bukan Special."
Saat itu, Wanita itu langsung berteriak kencang. Dia mendengarkan lelucon yang paling tidak lucu dan paling gila yang pernah ada.
"Kau ini kenapa sebenarnya!?"
"Memang terdengar gila, tapi ketika mereka keluar, mereka akan menjadi bintang, aku jamin itu."
"Tapi-"
"Shhh, aku ingin cepat, Ling Hua, mereka pasti juga tidak sabar, ya kan?"
Berbeda dengan harapan Alan, reaksi Alex dan Norga seperti orang yang kebingungan.
"...terserah, nah sekarang, aku ingin segera masuk, nanti akan kuberi yang kau mau."
"...aku tak akan bertanggung jawab jika salah satu dari mereka ada yang meninggal atau menjadi lumpuh."
"Tentu saja, aku yang akan bertanggung jawab."
Setelah itu, cermin tersebut kembali normal. Barisan orang-orang berjas hitam juga terbuka.
Alex dan Norga langsung melihat dan dibelakang, mereka melihat ada pusaran cahaya berwarna biru, yang berarti itu adalah portal.
"Portal, kenapa kita ke daerah berbahaya seperti ini?"
"Sudahlah, ayo-ayo,"ucap Alan sambil mendorong Alex dan Norga. Mereka didorong hingga berada di depan portal persis.
Melihat pemandangan yang hebat dan tak dapat dijelaskan ini, mereka terpesona dan mengamati setiap portal.
Tapi, mereka berhenti mengamati karena tiba-tiba tubuh mereka terdorong dan masuk kedalam portal.
Alex dan Norga merasakan perasaan yang aneh, seperti tubuh mereka terpisah menjadi partikel kecil, dan kembali lagi menjadi satu.
Mereka terdorong agak jauh dan ketika membuka mata mereka, mereka melihat pemandangan-pemandangan yang ada dalam film fantasi. Hutan gelap dengan pohon tanpa daun, hanya ranting. Gelap tanpa pencahayaan selain sinar bulan. Rasa takut yang tiba-tiba datang entah darimana.
Alex melihat sekitar, portalnya sudah hilang, dan tidak ada Alan. Hanya mereka berdua.