The Slayers

The Slayers
Chapter 73 (Season 3 START)



"Graaa!!!"


*Dor!


Seseorang dengan senjata yang mirip dengan kar98k, hanya saja lebih bagus dan memiliki motif elang, menembaki salah satu monster dan membuat kawan-kawannya terkejut dan menjadi waspada.


Bentuk monster itu seperti elang, tetapi bertubuh manusia dan berjalan dengan dua kaki.


Mereka melihat sekeliling dengan mata tajam mereka dan tidak menemukan apapun.


"Mereka elang kan? Bukankah seharusnya mata mereka tajam? Konyol sekali," ejek orang itu.


Setelah mengeluarkan peluru dari senapannya, dia kembali membidik lagi dan menembak.


Satu lagi manusia elang jatuh dengan kepalanya yang pecah.


Para elang bertubuh manusia itu mulai ketakutan dan langsung mengepakkan saya mereka dan terbang di udara.


"Mereka baru terbang sekarang? Mereka beneran konyol."


Orang dengan mata semerah darah itu membidik dan menembak dengan cepat. Tembakannya akurat dan mengenai beberapa elang. Sekarang hanya tersisa 7 elang saja.


Sebelum bisa menembak lagi, para elang yang menyadari langsung terbang melaju ke arahnya.


"Tch, akhirnya aku ketahuan ya?"


Orang itu keluar dari semak-semak lebat. Langsung menunjukan dirinya tanpa rasa waspada dan penuh celah.


Para manusia elang sudah mengepalkan tinjunya dan bersiap untuk memukul.


Orang itu tak merasa terancam sama sekali. Saat mukanya hendak ditinju, ia memiringkan kepalanya ke kiri dan menghunuskan bayonet yang ada pada senapannya ke leher manusia elang yang membuatnya meninggal dalam sekejap.


Setelah membunuh satu manusia elang, ia langsung menghilang dalam sekejap dan muncul di belakang para manusia elang sambil mengeluarkan pistol dari jaket hitam nya.


Orang itu menarik pelatuk pistolnya dan muncul elang tanpa daging, kulit dan bulu. Hanya ada tulang dan mata hijaunya yang berapi-api, elang itu muncul bersamaan dengan peluru pistol yang kemudian membolongkan salah satu kepala manusia elang.


Orang itu hanya memperhatikan sementara elang itu mencakar para manusia elang dengan gesit, meninggalkan bekas cakaran yang cukup dalam dibanyak bagian.


Para manusia elang terus bergelut dengan elang. Sampai akhirnya para manusia elang ditembak dibagian kepala oleh orang itu dengan revolvernya.


Hanya satu yang tersisa, dan tidak ditembak dibagian di kepala. tetapi dia ditembak diperut dan kepalanya dicengkram oleh si elang sebelum kemudian elang itu perlahan menghilang.


Botol ramuan itu berisi cairan berwarna biru muda, sangat jernih dan indah. Perlahan, cairan biru muda yang jernih itu mengambang meski hanya butiran-butiran kecil


"Tch, kenapa susah sekali sih?"


Dia berkonsentrasi lagi dan akhirnya dia mengangkat hampir setengah cairan itu dan membentuknya menjadi sebuah jarum tajam. Jarum yang terbentuk dari cairan tersebut membeku secara perlahan dan mengeluarkan hawa dingin


'Seharusnya ini bisa, tapi ini sangat kurang.'


Orang itu merasa tidak puas, tapi dia segera mengayunkan tangannya dan jarum itu menusuk kepala manusia elang itu, dan manusia elang itu mati.


"Haish, sangat susah untuk menggunakan ramuan untuk bertarung."


Dia memasukkan kembali ramuan ke jaketnya dan mengambil handphone nya. Dalam portal, tidak ada sinyal, dan handphone tidak bekerja dengan baik disana. Tapi dia hanya membuka handphone untuk melihat jam.


"Sudah 17:55? Akan kuselesaikan dalam 5 menit."


Dia memasukkan handphonenya kedalam saku jaketnya dan berjalan menuju pohon kembar yang cabangnya bersatu, membentuk gerbang. Tidak ada pintu kembar raksasa, hanya ada kabut misterius yang menjadi pintu masuk ruangan bos.


Orang itu masuk tanpa ragu dan menembus kabut tebal itu. Saat dia masuk, dia berdiri di depan pohon yang luar biasa besar dan tinggi. Pohon itu sangat indah, dan didepannya berdiri ada singgasana yang menyatu dengan pohon dan diduduki oleh manusia elang yang memakai topeng.


"Jadi, kau bos dari portal ini ya?"


"Rupanya kau adalah ma-"


"Bacot! Jangan habiskan waktuku dengan ocehan tidak pentingmu itu, kita langsung gelud saja, gimana?"


"Kau... dasar man- Ugh!"


"Perset*n dengan ramuan elemen, kita adu tinju saja, bangs*t!"


Orang itu langsung meninju sang raja elang dan membuat singgasana yang diduduki olehnya langsung hancur. Setelah itu dia meninju dagu elang itu dan langsung terpental tinggi.


Saat raja elang itu terbang tinggi dan melayang, dia sudah pingsan. Tapi paruh burung miliknya dicengkram dan ditarik. Dirinya yang ditarik oleh lengan panjang langsung terbanting ketanah dan ditinju habis-habisan.


"HAHAHAHAHAHAHA!!!!"


Dan, orang itu mulai tertawa dengan aneh, lagi.