The Slayers

The Slayers
Chapter 133 (Season 3)



Dewa Rhodes, dewa yang tidak pernah kudengar namanya. Seorang Dewa yang dipuja oleh ras Houman. Kenapa dia ada disini? Dikepalaku?


'Kau Dewa Rhodes? Yang benar?'


'Kau tidak percaya padaku?'


'Bukannya tidak percaya, hanya saja, mengapa ... ?"


'Dengar, nak. Pada umumnya, aku akan berkomunikasi pada Houman yang punya tingkat king. Aku biasanya menuntun mereka untuk melepaskan potensi mereka yang sebenarnya."


"Namun, kau adalah manusia, yang mana, tidak ada seorang manusia yang pernah menguasai seni beladiri kami. Bisa dibilang, kau yang pertama."


Bagaimana ya bilangnya? Aku sendiri dulu mendapatkannya secara tidak sengaja saat makan salah satu daging Houman. Tapi terserahlah, seni beladiri ras Houman adalah satu teknik yang paling kubanggakan. Meskipun aku bisa dibilang mencuri sih.


'Apa tujuanmu berbicara denganku, Rhodes?' Aku yakin Rhodes punya maksud lain, tidak mungkin dia hanya sekedar berbicara hal ringan, 'kan?


'Aku cuma menyapamu anak muda, jangan terlalu serius,' katanya sambil terkekeh. Serius? Dia cuma mau basa-basi denganku? Tidak mungkin begitu doang kan?


'Jangan bercanda denganku, pasti ada sesuatu kan?'


'Kau sangat serius, ya? Kalau begitu, aku akan bertanya beberapa hal padamu. Apa kau merasakan hal aneh?'


'Hal aneh seperti apa yang kau maksud?'


'Hal seperti tubuhmu seperti bergerak sendiri atau apapun?'


'Tidak ada, aku tidak merasakan apapun.'


'Halusinasi?'


'Tidak.'


'Hmmm, aneh, apa yang mereka rencanakan?'


Dewa Rhodes bertanya yang padaku yang aneh-aneh. Dan apa maksudnya dari kata mereka? Maksudnya Lima Iblis Agung?


'Kau tau kalau aku menyelesaikan tantangan menara?'


'Tentu, aku selama ini ada ditubuhmu. Aku merasakan hawa kehadiran mereka dalam tubuhmu.' Ujar Rhodes.


'Kau selama ini di tubuhku? Kau mengawasi ku selama ini?'


'Bisa dibilang begitu.'


'Bahkan saat aku boker atau mandi?'


'Aku tidak selalu mengawasi mu.'


Untunglah, dia tidak mengawasiku selalu. Jika tidak, aku akan protes.


'Jadi, kau bisa merasakan hawa kehadiran mereka? Tubuhku masih baik-baik saja, malah tidak ada yang berubah.'


'Kau yakin?'


'Yakin lah!'


'Baiklah kalau begitu, akan bahaya jika mereka macam-macam dengan tubuhmu. Mereka itu iblis yang licik.'


'Tentu aku tau itu, aku juga masih ragu terhadap mereka.'


Ngomong-ngomong, kenapa Rhodes dari tadi seperti khawatir padaku ya?


'Kau khawatir padaku kah, Rhodes?'


'Ya.' Jawabnya singkat.


'Kenapa?'


'Karena kau, adalah manusia yang menarik. Dan aku suka itu, jadi aku penasaran bagaimana dengan perjalanan hidupmu selanjutnya.'


Ternyata begitu, ya baguslah kalau dia tidak menunjukkan permusuhan denganku. Ngomong-ngomong, bukannya aku mau mengecek statusku? Kenapa aku malah berbicara dengannya?


[Nama:Alan Lexius


Umur:18


Level:295


Job:-


Title:-


Statistik:


MP:7.900


ATK:3990


AGI:2007


VIT:2888


INT:3950


DEX:2445


LUCK:240


Point:0


Active Skill:[Poison blood], [First aid],[Meditation], [Sprint], [Eyes of sage], [Mana Inferno], [Surprise].


Passive skill:[Martial arts Houman style],[Martial arts Houman aura style], [Crazy will], [Surprise], [Surprise], [Surprise], [Surprise], [Surprise].


Equipment:


Inventory:


-Elemental Vial:99


-Low health potion:99+


-Middle health potion:99+


-High health potion:72


-Epic health potion:37


-Low mana potion:99+


-High mana potion:88


-Epic mana potion:63


-Death Magister


-Death Eagle


-Imperial Hawk


Ketuk untuk melihat lebih banyak.]


'Semuanya baik-baik saja dan ... '


"Surprise? What the f*ck?" Skill apa lagi yang akan aku dapatkan?"


Bingung, penasaran, dan kesal bercampur. Karena sepertinya ini ulah mereka para Lima Iblis Agung. Ada enam pula, memang mereka para iblis itu gila.


Tiba-tiba, tulisan surprise menjadi tidak jelas dan seperti kode acak. Aku membelalakkan mataku setelahnya, mereka benar-benar....


[Nama:Alan Lexius


Umur:18


Level:295


Job:-


Title:-


Statistik:


MP:7.900


ATK:3990


AGI:2007


VIT:2888


INT:3950


DEX:2445


LUCK:240


Point:0


Active Skill:[Poison blood], [First aid],[Meditation], [Sprint], [Eyes of sage], [Mana Inferno], [Five Great Archdemon].


Passive skill:[Martial arts Houman style],[Martial arts Houman aura style], [Crazy will], [Low Heat resistance], [Low Incubus charm], [Strong Knowledge], [Low Poison resistance], [Low Blood magic].


Equipment:


Inventory:


-Elemental Vial:99


-Low health potion:99+


-Middle health potion:99+


-High health potion:72


-Epic health potion:37


-Low mana potion:99+


-High mana potion:88


-Epic mana potion:63


-Death Magister


-Death Eagle


-Imperial Hawk


Ketuk untuk melihat lebih banyak.]


'Holy ****!'


Mereka memberiku semua ini? Serius? Apa sebenarnya mau mereka? Tapi terserahlah, untuk saat ini aku akan menghargai pemberian mereka.


Aku membaca setiap deskripsi skill yang ada. Ada suka dan duka saat aku membacanya. Pertama mari berbicara tentang [Five Great Archdemon], kemampuannya adalah memanggil salah satu dari lima iblis agung. Memang terdengar overpower, tapi dibutuhkan 15.000 mana untuk satu kali pakai dan cooldownnya 6 bulan. Yasudah lah, lagipula ini bagus.


Kemudian ada [Low Heat resistance] yang membuatku tahan dari api ataupun yang bersifat panas. Tapi masih level low, jadi aku masih bisa terkena panas pada level yang lebih tinggi. Kutebak, yang memberikanku skill pasif ini adalah Ifrit.


[Low Incubus charm], serius? Lilith memberikanku skill yang membuat ketampanan dan kharismaku bertambah. Tapi masih level low, jika sudah level tinggi, mungkin banyak wanita yang akan tergila-gila padamu. Tapi aku tidak ingin berakhir jadi incaran banyak wanita.


[Strong knowledge], kemampuan yang membuat kemampuan otakku meningkat dan cepat menyerap suatu hal. Apakah yang memberikanku ini adalah Baphomet? Jika iya, maka aku sangat berterima kasih.


[Low Poison resistance], sama seperti [Low Heat resistance] tapi versi racun. Ini akan berguna jika sudah level tinggi. Siapa yang memberikanku ini? Mungkinkah Azi Dahaka?


[Low Blood magic], seperti namanya, ini adalah sihir yang membuatku bisa mengendalikan darah. Dan sekali lagi, ini masih level rendah. Kali ini pasti Jaldabaoth, mengingat lambangnya adalah orang berkerudung dengan tangisan darah.


Aku cukup puas dengan hadiah dari mereka berdua. Setidaknya ini akan membantuku untuk kedepannya. Aku kemudian beranjak berdiri dan berjalan menuju Alex, Norga, dan Cindy yang tengah bermain dengan tawa ria. Aku ingin bersantai, setidaknya sekali saja. Dengan kehidupanku sebagai Slayers, aku yakin banyak orang yang akan mengganggu kehidupan ku yang indah.


Itu sangat melelahkan, dan pastinya membuat frustasi. Banyak dari tujuanku yang belum tercapai, seperti membalaskan dendam ada mereka yang membullyku, menyatakan perasaanku pada orang yang kusukai, atau hidup sukses sebagai Slayers yang disukai banyak orang.


Aku setelah ini bertujuan untuk leveling secara besar-besaran. Namun sebelum itu, aku akan bersantai dengan mereka.


"Kak Alan, kau mau bermain dengan kami?"


"Ya .... Aku ikut."