
Suasana berubah dengan cepat. Alan seperti memiliki kepribadian ganda, yang tadi ramah menjadi gila.
Nolisia bahkan merasa terancam dan mundur beberapa langkah. Dia merasakan aura mencekam yang luar biasa. Dia bahkan yakin kalau Alan bisa membunuhnya sekarang.
Disisi lain, Norga menjadi panik. Dia khawatir kalau kakak sepupunya akan diserang habis-habisan. Dia segera berdiri di depan Alan. "Kak Alan, tenanglah dulu!"
"Tenang? Aku daritadi tenang kok." Katanya, tapi matanya tidak menunjukkan kalau dia lagi tenang.
Kemudian, Norga berbalik kearah kaka sepupunya. "Kak Nolisia, tenang saja, walaupun kak Alan orang aneh, tapi kak Alan itu sebenarnya baik dan bersahabat. Jadi jangan khawatirkan aku, oke?"
"Tapi dia adalah Slayers liar! Mungkin dia berpura-pura baik didepan mu, padahal aslinya dia adalah psikopat kejam!"
'Oh no!'
Kata-kata yang dilontarkan Nolisia takutnya akan membuat Alan tersinggung. Norga menoleh kebelakang untuk mengecek ekspresi Alan. Dia masih tersenyum aneh.
"Aku yakin sekali dia akan menyesatkan kalian semua kearah yang salah! Perlahan-lahan pikiran kalian pasti dipenuhi dengan bunuh, bunuh, dan bunuh!"
Kemarahan Nolisia semakin besar dan besar. Sebelum meledak, Alan menjawab.
"Mungkin aku memang psikopat kejam seperti yang kau bilang. Tapi setidaknya, aku masih bisa berbuat kebaikan."
Alan mendekat dan lanjut berkata "Aku tidak sepenuhnya seperti yang kau pikirkan. Aku memang suka membunuh, tapi aku tidak asal membunuh orang."
"Dan, aku belum mengajari mereka untuk membunuh langsung. Setidaknya belum untuk sekarang. Dan terakhir, aku ini independen, bukan berasal dari organisasi atau guild manapun. Aku juga bukan dari Necron, jadi sekarang santai lah, dan akan kupastikan adik sepupumu akan menjadi Slayers yang berjaya dimasa depan."
Nolisia terdiam melihat Alan, dia tidak bisa mempercayai nya, tapi dari kata-katanya, dia sangat serius. Pada akhirnya dia menyerah dan membiarkan adik sepupunya diajar oleh Alan.
"Nah, semuanya sudah jelaskan? Jadi, kalian tak perlu cemas dan ragu. Aku akan melatih dua anak ini menjadi Slayers hebat dengan syarat, mereka harus tinggal dirumahku."
"Kenapa harus tinggal dirumahmu?"
"Untuk mengawasi mereka tentunya, aku akan melatih mereka dengan agak ketat."
Mendengar itu Alex dan Norga menjadi agak takut.
"Mereka juga akan kuberi item yang membantu mereka, pembelajaran, makanan dan minuman. Mereka akan kuanggap sebagai adikku sendiri."
Itu terdengar sangat meyakinkan, membuat orang tua Alex dan paman Norga percaya. Nolisia belum seratus persen percaya, dia akan mewaspadai Alan saat ini. Dan untuk adik perempuan Alex, hanya menatap Alan dengan tatapan terpesona.
Setelah itu, mereka pergi kerumah Alex dan Norga yang berdekatan. Mengambil barang-barang mereka.
Mereka selesai mengemas barang mereka. Alex dan Norga akan menjalani kehidupan yang benar-benar berbeda.
Alex dan Norga berpamitan dengan keluarga mereka masing-masing.
"Hei, apa rumahmu besar?"
"Tentu saja."
"Bagaimana dengan sekolah mereka?"
"Sekolah? Mereka ini akan menjadi Slayers dan mereka akan bebas mengikuti pelajaran atau tidak. Mereka juga akan kuajari tentang berbagai mata pelajaran, begini-begini aku ini pintar loh."
"Kau bisa memasak?"
"Kemampuan memasakku biasa-biasa saja, tidak buruk dan tidak bagus."
"Kau yakin mampu menghidupi mereka?"
"Tentu aku yakin, aku ini super kaya."
"Mereka sudah terdaftar jadi Slayers di asosiasi Slayers? Jangan jadikan mereka Slayers liar, aku tak sudi!"
"Tenang, aku akan mengantar mereka kesana habis ini."
Alan seperti sedang wawancara, dia dihujani banyak pertanyaan. Bahkan pertanyaan absurd dari Anna, adik Alex.
"Kenapa kau minta nomorku?"
"K-k-karena, errr, supaya aku bisa menanyakan kabar kakakku!"
Perkataan Anna, sangat bertentangan dengan pikirannya.
"Kalau begitu, lebih baik aku memberi nomor pada Ayahmu."
Pada akhirnya, Alan bertukar nomor dengan ayah Alex dan Nolisia.
"Nah, terima kasih semuanya. Aku berjanji, mereka akan menjadi Slayers yang baik. Mereka ini penuh potensial, dan aku akan mengembangkan potensi mereka hingga mereka akan dikenal oleh banyak orang!"
Dalam perjalanan, Alan juga dihujani banyak pertanyaan oleh keduanya.
"Kak Alan bohong dengan job kakak ya?"
"hmm? Apa maksudmu, Alex?"
"Kak Alex bisa bertarung dengan hebat, bukan seperti Alchemist, tapi seperti martial artist!"
"Heh, itu adalah skill."
"Skill?"
"Yep, itu skill pasif."
"Kalau begitu, kenapa kakak bisa menciptakan versatile gear, tanpa menggunakan bahan apapun?" Giliran Norga yang bertanya.
Versatile gear, ini adalah sebutan untuk alat yang dibuat oleh Alchemist. Alat ini dibuat oleh Alchemist menggunakan komponen-komponen dari monster atau dari alam. Komponen-komponen tersebut bisa disatukan tergantung dengan kecocokan dan bisa dibuat menjadi apa saja tergantung imajinasi sang Alchemist. Versatile gear tidak dapat bertahan lama, biasanya versatile gear akan kembali ke bentuk-bentuk asalnya saat seorang Alchemist kehilangan mana nya.
"Aku tidak membuat versatile gear. Tombak es itu hanyalah ramuan elemen es yang kumanipulasi menjadi tombak es. Dan kalian tahu istilah versatile gear?"
"Kami sering menonton streaming dari berbagai Slayers, salah satunya Kunihiko Yama. Dia menjelaskan tentang versatile gear di videonya."
"Oh pantas saja."
Alex dan Norga masih belum memahami metode bertarung Alan. Dia terlihat seperti Alchemist dengan jenis yang sama sekali berbeda. Mereka tidak pernah mendengar cara seperti itu untuk membuat senjata.
"Dan, kak Alan, mengapa tadi ada orang-orang dari Guild Mahabharata?" Alex bertanya lagi. Alan mendekatkan mulutnya pada kuping mereka dan berkata "Wakil guildmaster Mahabharata datang ke guild Chaos dan mengacaukan pembersihan Kita."
""Hah!?"" Keduanya terkejut secara bersamaan. Wakil guildmaster Mahabharata sendiri yang datang. Dan mereka juga terkejut dengan guild yang agak berpengaruh di kota ini yaitu Guild Chaos. Mereka penasaran dengan apa yang membuat wakil guildmaster Mahabharata datang ke Guild Chaos.
Tapi Alan tidak mengatakan sesuatu lebih lanjut. Mereka akhirnya sampai kerumah Alan.
Alan membuka pagar dan pintu rumah, kemudian mengunci pagar dan pintu.
"Huft, melelahkan sekali."
Memang, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi mereka. Tapi, rasa penasaran mereka belum hilang.
"Hei kak Alan, mengapa wakil guildmaster Mahabharata datang ke guild Chaos?"
Alan yang baru duduk ditanyai pertanyaan lagi, itu membuatnya lelah, tapi dia tetap menjawab.
"Err, aku tidak tahu mengapa. Tapi guildmaster chaos dan wakil guildmaster Mahabharata punya semacam hubungan khusus, seperti rival mungkin?"
Keduanya akhirnya mengerti dan tak bertanya lagi.
"Ah ya, untuk alasan mengapa aku tidak membeli portal dari asosiasi adalah karena aku tidak terdaftar. Aku sendiri punya masalah dengan para Slayers lainnya."
"Hah? kok bisa?" Tanya Alex.
"Errr, lebih tepatnya identitas kedua ku yang punya masalah dengan para Slayers. Aku dikenal karena buruk dan seenaknya sendiri."
Memang Alan terlihat seperti orang yang tak mau dikekang dan selalu seenaknya saja. Alex dan Norga memutuskan untuk tidak bertanya lagi.
Mereka mandi secara berurutan dan Alan pergi keluar untuk membeli makanan, sekalian membelikan untuk Ling Hua.
***Tiga hari kemudian.
Seperti sekolah pada umumnya, hari sabtu dan minggu adalah hari libur. Semua orang akan santai pada hari itu, menjalankan hobi mereka. Tapi kali ini, Johan tidak melakukan kebiasaannya. Dia malah bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat yang jauh.
Dia membawa tas berisi banyak peralatan. Dan tak lupa dengan pedangnya yang kini rune nya sudah lengkap. Dia tak lupa membawa dagger yang dia beli dari pelelangan. Dagger yabg berkarat dan rusak itu kini berubah seratus delapan puluh derajat, bentuknya kini seperti dagger pada umunya, sangat tajam, dan ada tanda bintang ditengahnya. Namanya adalah star piece. Dengan bantuan Seraphim, Johan dapat mengubah belati yabg sudah kelihatan usang dan rusak menjadi cantik kembali. Kalau saja saat pelelangan kondisinya seperti sekarang, pasti banyak orang akan menawar untuk ini. Tak hanya cantik, tapi belati ini memancarkan aura suci murni yang dahsyat.
"Huff, aku sudah siap!"
[Baiklah, mari pergi.]
Johan membuka pintu kamarnya dan dengan tenang berjalan keluar asrama laki-laki. Diluar sangat sepi, entah mereka ada di kamar mereka sendiri, menjalani hobi mereka, atau mereka jalan-jalan untuk refreshing.
Johan pergi dari akademi dengan cepat menggunakan sayap Seraphim. Dia tiba digunung dekat akademi.
[Apakah kau siap Johan?]
"Aku sudah siap sejak awal!"
Johan mengeluarkan star piece. Dia mengucapkan mantra secara berbisik. Hal itu membuat star piece bercahaya. Setelah selesai membaca mantra, dia menancapkan belati itu di tanah.
Tak lama kemudian, sebuah lingkaran sihir muncul ditanah dengan pola rumit. Hal itu disertai dengan butiran-butiran cahaya. Perlahan, tubuh Johan bercahaya dan tubuhnya menghilang dengan sekejap.