The Slayers

The Slayers
Chapter 95 (Season 3)



Dunia ini sangatlah luas, lebih luas dari yang kita kira. Bumi hanyalah sebagai kecil dari jutaan dunia yang ada. Dunia-dunia ini saling dihubungkan oleh pohon yang bukan sembarang pohon.


Sekarang, Johan sedang ada disalah satu cabang pohon raksasa. Dia terbang dengan sayap Seraphim, menyaksikan dunia-dunia yang beragam. Dia terbang dengan cepat kearah salah satu dunia yang tampaknya tidak ramah.


Dia menyentuh daun yang menampilkan keadaan dunia tersebut dan tersedot masuk. Saat tersedot masuk, dia dengan sendirinya terbang sangat cepat.


"Eh eh eh, apa yang terjadi dengan tubuhku!?"


[itu hal normal, kau akan terbiasa dengan itu.]


"Hah!?"


Johan benar-benar terbang dengan cepat, dia meluncur sangat cepat sampai tubuhnya sendiri mengeluarkan api, jika orang-orang dari daratan melihat ini, mereka pasti mengira itu meteor.


Saat Johan sedang melesat seperti meteor, kebetulan ada naga yang sedang terbang diudara. Naga itu mempunyai pikiran jahat.


"Saatnya iseng membakar desa, hahahaha."


Begitulah rencana jahat dari naga tersebut, tapi rencananya harus gagal karena Johan yang melesat seperti meteor menabrak tubuhnya.


Naga itu tidak sadar jika Johan ada sehingga ia tidak tahu kalau hidupnya sudah berakhir tanpa tau apa akibatnya. Johan menabrak perutnya hingga perutnya meledak.


Sekarang, tubuh Johan berlumuran darah dan organ Naga itu, bahkan usus naga tersebut masih ada pada Johan.


Tak lama, Johan jatuh ke tanah, menyebabkan ledakan besar dan tanah disekitarnya hangus. Anehnya, tubuh Johan masih baik-baik saja, dia tidak terluka atau apa, hanya ada lumuran darah dan organ dari naga yang dia tabrak masih menyangkut.


Dia membersihkan dirinya dengan sihir air. Secara ajaib, tubuhnya yang berlumuran darah sudah tidak ada.


"Oh astaga, tadi itu sangat tidak menyenangkan. Tadi aku menabrak naga ya?"


[Memang begitu jika kau masuk ke dunia yang lain, kau akan melesat secara paksa dan turun seperti meteor. Dan tadi kau secara tak sengaja menyelamatkan orang-orang karena yang kau tabrak adalah naga yang berniat membakar desa.]


"Huft, untung saja. Jika yang kutabrak adalah naga baik, maka aku akan merasa sangat bersalah."


Johan melihat sekeliling, dia terjatuh didalam hutan yang rindang dan indah. Sayangnya beberapa pohon sudah rusak akibat dirinya.


"Sekarang kita kemana?"


[Kita perlu mencari disekeliling. Atau mungkin dijaga oleh para naga.]


Dunia yang dimasuki oleh Johan adalah dunia dimana para ras bersatu untuk melawan naga yang mendominasi dunia.


Disini, mereka mencari pedang yang dapat membunuh naga.


johan mencoba untuk berjalan-jalan terlebih dahulu. Siapa tahu dia dapat menemukan sebuah desa dan bertanya pada mereka.


Dan ya, Johan secara cepat menemukan sebuah desa, memang stat luck miliknya tidak ngotak.


Dia segera berlari kearah desa tersebut. Dia segera melambat saat hampir mencapai desa, dia juga terkejut dengan apa yang ada di gerbang desa.


"Apa-apaan?"


Memang berbagai ras sedang berseteru dengan para naga. Tapi pemandangan yang mereka lihat mengejutkan mereka. Kepala naga, mata naga, kuku naga, sisik naga, ekor naga, lidah, tanduk, bahkan sayap, semuanya digantung di gerbang.


Johan tertegun sejenak, dia kemudian berjalan dengan pelan kearah gerbang yang dijaga oleh dua dwarf dengan full armor, palu dan perisai.


"Err permisi, boleh aku masuk kedalam desa?"


Dua dwarf itu kebingungan dan berbicara dengan bahasa yang tidak pernah didengar Johan.


[Oh iya, aku lupa!]


Seraphim yang melayang didekat Johan langsung memegang kepala Johan. Tidak ada yang melihat Seraphim karena hanya Johan saja yang bisa melihatnya.


Seketika, Johan jadi mengerti omongan kedua dwarf tersebut.


"Hei, orang aneh, kau ini berasal dari mana? Dan kau ini ras apa?"


"Mungkin dia tuli, Jognar."


"Hei, aku tidak tuli!" Johan segera membantah.


"Hoooo, bisa bahasa dwarf juga kamu ya?"


"Eh, i-iya, aku ingin masuk ke desa, apakah boleh?"


"Tentu, anda tidak terlihat seperti dragon atau dragonborn, asalkan selain kedua ras itu, siapapun boleh masuk."


"Ah terima kasih ya. Oh ya ngomong-ngomong, kalian tau tentang pedang Gram?"


"Ya, kami tahu, itu cerita dongeng yang terkenal."


"Dongeng?"


"Yep, pedang itu dipakai oleh manusia bernama Sigurd untuk melawan leluhur naga, fafnir. Itulah yang membuat para naga sangat membenci manusia."


"Oh, begitu ya? Terima kasih ya."


"Sama-sama."


Johan meninggalkan dwarf penjaga dan masuk kedalam kota. Saat masuk, bukannya terpukau karena melihat pemandangan dunia lain yang menyenangkan mata, malah sebaliknya.


"...dunia macam apa yang kumasuki?"


Pemandangan yang dia lihat adalah para ras yang berlalu-lalang, tubuh mereka ada yang berotot, tapi kurus. Wajah mereka juga lesu dan tidak punya semangat hidup. Pakaian yang dikenakan mereka sangat tidak enak dipandang dan banyak sobekan dimana-mana. Armor yang dikenakan oleh beberapa orang juga tidak dalam kondisi baik, banyak kerusakan dimana-mana, sangat tak pantas untuk dipakai. Senjata yang mereka gunakan juga tak baik.


Selain itu, rumah para warga juga tidak baik dan seakan akan rubuh. Dan yang lebih parah lagi, ada banyak orang-orang kurus tak berdaya tertidur ditanah. Mereka sudah meninggal, tetapi tidak ada yang peduli, tidak ada yang mengubur mayat mereka. Mereka dibiarkan membusuk dengan sendirinya dan penuh serangga yang hinggap. Satu hal lagi yang mengganggu, tidak terlihat manusia diantara mereka. Ada elf, lycanthrope, dwarf, dark elf, gnome, halfling, dan ras lainnya. Tapi tidak terlihat manusia.


Johan jadi enggan untuk melangkah, tapi dia tetap berjalan maju. Tapi segera berhenti karena semua orang langsung menatap Johan dengan tatapan waspada dan menusuk.


'Ya ampun, kenapa aku harus kedunia seperti ini?' Katanya dalam hati, mencoba untuk bersikap normal. Sambil menahan perasaan tidak enak.