
Seperti chapter sebelumnya,si Protagonis sedang menunggu dengan tingkat kesabaran yang sangat…,rendah.
maka sudut pandang kali ini akan beralih pada karakter Johan.
***
Twinstar berjalan dengan santai,menuju padaku yang dari tadi menunggu kehadiran mereka.
mereka berdua terlihat keren dari kejauhan,yang lebih besar berambut biru kehitaman,dia cowok ya?
sedangkan yang kecil adalah anak perempuan yang berambut sama dengan yang besar,tapi rambutnya panjang. Kelihatannya mereka adalah sepasang kakak adik.
orang yang lebih besar berbicara terlebih dahulu.
"jadi kau Slayer pelatihan seperti kami huh?,berterima kasihlah karena kau menumpang portal yang aslinya aku pesan untukku dan adikku!" Katanya sedikit kasar.
"uh…,terima kasih karena telah mengizinkan kami menumpang" Aku mengucapkan terima kasih sambil membungkuk.
'ah,aku keceplosan!' Dua orang ini tak bisa melihat Seraphim.
"baiklah."
oh untung dia tidak menyadarinya.
[buset,ada apa dengan anak ini?,dia sepertinya tidak suka dengan kehadiran mu.]
'aku tahu Sera,tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk membangun pertemanan dengan mereka.'
"omong-omong,siapa namamu dan berapa umurmu?,kau jelas terlihat lebih tua daripada kami." Grace bertanya padaku,mereka terlihat lebih muda sih,jadi kalau aku menyebutkan umurku,aku jadi malu.
"namaku Johannes satriaputra,umurku 17 tahun." tapi karena aku ingin membangun hubungan baik dan mereka,aku akan menjawab pertanyaan mereka sebisa mungkin.
"bagaimana dengan kalian berdua?" aku mencoba membalas.
"namaku Grace,dan ini adikku Rise." Grace menjawab,tapi tidak menyebutkan umur.
"uhm,umur kalian?"aku bertanya pada mereka supaya bisa lebih mengenal.
"hei,tidak sopan tahu menanyakan umur pada perempuan."
'ah sial,aku salah mengambil langkah.'
"ah,aku minta maaf."
"huuum,aku berusia 14 tahun,sedangkan adikku Rise berumur 11 tahun."
'…aku jadi tidak mengerti,susah banget memahami anak ini.'
"baiklah,mohon kerja samanya kalian berdua." aku menunduk lagi.
"baik." jawab grace dengan singkat
"aku juga,mohon bantuannya."
'akhirnya Rise berbicara juga.' aku ingin mendekati mereka berdua,tapi sangat susah.
yang satu susah didekati karena sepertinya dia tidak menyukaiku,yang satunya pun susah karena dia sangat pendiam.
'ukh,pengen nangis!' Serius,aku pengen nangis,aku hanya ingin meningkatkan hubungan kami,tidak bermaksud yang lain!
hubungan yang baik dengan tim dapat meningkatkan kerja sama tim. Jadi aku sangat ingin berteman dengan mereka.
"ayo masuk." saat aku sedang bersedih,Grace dan Rise yang sudah ada didepan portal mengajak ku masuk.
"ah tunggu aku!"
akhirnya aku masuk dengan mereka.
[kapasitas Challenger:3/9]
"eh ngomong-ngomong,ini portal tingkat apa?"
aku bertanya pada mereka,aku tidak diberitahu oleh pak pengawas.
"kau tidak diberitahu?"
"tidak."
Grace menghela nafas,dan menjawab,
"ini adalah portal tingkat ular,kau ingin portal tingkat macan?"
"eh,tidak-tidak,aku hanya memastikan."
Setelah itu,keheningan menyelimuti kami.
[hey Johan,katakan sesuatu!,aku tidak suka dengan suasana hening!]
'aku tahu Sera,aku sedang berpikir.'
dan aku menyadari sesuatu.
"ngomong-ngomong Grace,kenapa namamu seperti nama perempuan?" Mungkin ini bisa membantu.
tapi tidak seperti yang kuharapkan,dia menatapku tajam,dan mengatakan
'tunggu,dia perempuan!?'
dari manapun,Grace tidak terlihat seperti perempuan. Memang dia memiliki wajah cantik,jadi aku mengiranya sebagai laki-laki cantik.
"ah,maafkan aku!" Aku sangat menyesal berkata seperti itu.
"sudahlah,kau membuat moodku menurun lagi."
'menurun lagi!?' Ah,aku ingin menangis sekarang.
Rise hanya memperhatikan mereka dan akhirnya fokus lagi kejalan.
portal yang mereka masuki adalah hutan dengan bentuk pohon yang semakin ditelusuri semakin random bentuknya.
tak lama,4 ekor monster terlihat. Monster itu berbentuk seperti kadal,tapi kulitnya seperti pohon.
aku melihat status dari monster itu.
[jenis:wooden liz
LVL:4
statistik:
HP:300/300
MP:10/10
ATK:13
AGI:27
VIT:41
INT:2
DEX:7
LUCK:4
Keterangan:monster kadal dengan kulit keras karena terlahir dari mother Learo,pohon utama dalam portal. Semakin tinggi level monster,semakin susah untuk menembus kulitnya yang keras.]
'woah akhirnya!'
[ayo serang Johan!,ini kesempatanmu untuk membuktikan bahwa kau tidak lemah!]
'ten-'
sementara Johan masih berbicara dengan Seraphim. Grace sudah mengeluarkan dua revolvernya.
"Rise,buff!"
"baik!'
Rise mengaktifkan buff untuk kakaknya.
[increase vision]
[Second Chance]
3 buff sudah diberikan pada Grace.
"bagus!"
revolver milik Grace,Silver&Queen, masing-masing memiliki kapasitas enam peluru.
Grace menembak 2 monster pertama,membutuhkan 6 tembakan dibadan dan 3 dikepala untuk membunuhnya.
sisa dua monster lain yang berlari melewati mayat teman mereka,sisa 3 peluru pada Queen.
bang,bang,bang.
tiga peluru mengenai kepala Wooden liz,sisa satu lagi dan itu sudah dekat dengan mereka.
'gawat.' Johan berniat mengambil pedang di pinggangnya,tapi…
Bang,bang,bang.
kepala Wooden liz yang terakhir hancur karena tembakan dari revolver Grace.
"…eh?"
'bagaimana bisa?'
"jangan kaget,peluruku memang habis,tapi karena buff [Second Chance],aku bisa menembak lagi." kata dari Grace pada ku yang kebingungan.
[Second Chance],buff yang membuat kita dapat menyerang dua kali,buff ini hanya bisa diterapkan pada orang yang menggunakan senjata api dan pengguna magic.
meski kedua revolver Grace sudah kosong,tapi karena buff Second Chance,peluru revolver terisi kembali.
"woah." Aku takjub dengan performa sepasang kakak adik ini. Sang adik memberi buff pada kakaknya,sedangkan kakaknya membasmi monster dengan ahli.
'sepertinya ini akan seru!' aku berpikir seperti itu,ditempat yang bisa mengancam nyawaku kapan saja.