The Slayers

The Slayers
Chapter 68 (Season 2)



Dengan Dullahan, aku dapat menyelesaikan lantai 21 hingga lantai 24 dengan,... lumayan mudah.


Kini, aku sudah sampai pada lantai 25 yang akan menjadi pemberhentian ku saat ini. Sama seperti lantai sebelumnya, tempat ini memiliki langit dengan hijau kekuningan dan banyak batu lancip di tanah dan gunung. Yang berbeda adalah kemunculan sebuah kastil. Dilantai 21 tidak ada hal seperti itu, dilantai 22 aku menyadari bahwa ada bangunan besar yang ditutupi oleh kabut yang sangat tebal, hingga dilantai ini kastil megah itu bisa terlihat walaupun masih belum jelas karena ada kabut yang menutupinya.


Aku curiga kalau dilantai 30 aku akan menghadapi bos harpy dikastil itu.


Kemudian aku merasakan firasat bahwa ada yang akan menyerangku, pasti para harpy itu.


'Eh tunggu, bukankah biasanya ini adalah lantai untuk mini bos.'


Saat aku masih berpikir, tiba-tiba langit menjadi lebih gelap, seperti akan turun hujan. Karena penasaran dengan warna langit, aku melihat keatas dan menemukan bahwa tidak akan ada hujan. Yang ada hanyalah pemandangan menyeramkan, dimana sebuah harpy raksasa berada tepat diatasku dan menutupi langit.


[Mini Bos:Giant Harpy]


"Oh hell no!"


Terkejut karena kemunculan Giant harpy, aku langsung menggunakan [Spear of hydra]. Dan mengaktifkan elemen petir.


Elemen petir membuat pergerakan tombak menjadi lebih cepat dan gesit.


Giant Harpy yang memiliki tubuh besar juga memiliki kecepatan yang lumayan. Tetapi tentu saja [Spear of Hydra] dengan karakteristik petir yang mampu bergerak dengan sangat cepat. Giant Harpy tidak akan pernah lepas darinya.


'Keculai jika manaku habis, tentu saja.'


Tapi bagaimanapun, manaku tidak akan cepat habis.


Ya awalnya kukira begitu sampai Giant Harpy mengeluarkan sebuah skill.


Giant Harpy terbang dengan cepat, tetapi tombak milikku lebih cepat, hingga akhirnya Giant harpy itu terbang menuju kearahku, sepertinya dia ingin aku terkena tombakku sendiri. Tapi percuma karena tombak itu tidak akan mengkhianati tuannya.


Tapi tebakan ku salah, dia membuka mulutnya dengan lebar, dia ingin memakan ku?


Aku merasa tersedot sejenak, tapi terhenti karena ia menutup mulutnya sebelum berteriak kencang.


Teriakannya membuat telingaku menjerit kesakitan. Tidak hanya itu, aku juga merasa lebih lelah. Kemudian aku sadar bahwa manaku berkurang secara drastis.


Tombak yang mengejar Giant Harpy langsung menghilang dan aku akan dimakan!


Untung saja, aku punya skill yang tidak menggunakan mana.


Saat Giant Harpy hendak memakanku, aku menahannya dengan satu tangan dan kaki.


Kemudian dengan tangan kiriku yang menganggur, aku meninju tenggorokannya hingga Giant Harpy berteriak kesakitan.


Karena aku tepat didepan mulutnya, aku merasakan sakit yang luar biasa ditelingaku dan bau mulut yang mengerikan!


Karena itu, aku melepas cengkeraman ku pada mulutnya dan menutupi telingaku yang mengeluarkan darah.


Aku segera lari dan melompat jauh sebelum kemudian memanjangkan tanganku untuk menjangkau salah satu batu lancip dan kabur dengan bergelantung.


Beberapa menit setelah aku kabur, aku berusaha untuk tetap dia supaya tidak ketahuan.


Untuk memulihkan mana, harus ada potion, item, atau skill yang bisa memulihkan mana. Dan sangat aku bersyukur bahwa aku mempunyai [meditation] untuk memulihkan manaku dengan cepat.


Aku dengan cepat duduk bersila dan bermeditasi, kemudian mencapai keheningan yang abadi, seperti hanya aku yang hidup didunia ini.


*****


Giant Harpy terbang kesana kemari, mencari orang yang tadi meninju tenggorokannya. Itu merupakan rasa sakit yang amat menyakitkan, membuatnya dendam.


Sudah 35 menit, tetapi tidak ada tanda-tanda darinya, bahkan tidak kelihatan sehelai rambut pun.


Namun, tiba-tiba Giant Harpy mendengar suara, dia menoleh kebelakang untuk melihat, dia tidak sadar, bahwa orang yang membuatnya kesakitan ada diatas.


Alan yang melayang tepat diatas sang Giant Harpy langsung menyerang dengan kombinasi 3 teknik [Rubber Body], [Body Hardening], dan [Houman exploding punch].


Giant harpy kemudian menyadari bahwa Alan ada diatasnya, tapi itu sudah terlambat.


"Suprise, Motherf*cker."