The Slayers

The Slayers
Chapter 63 (Season 2)



Pak guru memberikan kalimat yang sangat memotivasi dan keren. Aku jadi sangat bersemangat.


"Mari kita lanjutkan dengan perkenalan masing-masing siswa, dimulai dari kamu."


Pak guru menunjuk siswa dibagian depan ujung kanan. Siswa itu terkejut bukan main.


"Eh!?, s-s-saya pak!?" Katanya tergagap-gagap sambil menunjuk dirinya.


"Iya, kamu!"


"Eh, tapi bapak sendiri belum perkenalan kan?"


"Bapak akan perkenalan setelah kalian semua melakukan perkenalan, cepatlah!, jangan buang-buang waktu!"


"Ah, eh, namaku Niji, aku berumur 18 tahun."


"Niji?, hanya Niji?"


"Iya pak."


Namanya unik, meski hanya satu kata. Orang nya terlihat seperti orang yang pemalu dan gampang grogi.


"Level berapa dan apa job mu?" Tanya pak guru sambil membawa lembaran yang berisi daftar siswa untuk diisi.


"Aku level 196 dan job ku adalah thief."


"Lumayan, selanjutnya!"


Satu persatu berdiri dari tempat duduk dan memperkenalkan dirinya serta menyebutkan level dan job nya.


"Namaku Gono Gunawan, levelku 204 dan job ku adalah Monk." Kata Gono, seorang siswa kekar yang lumayan tinggi. Dan dia memiliki kepala botak yang kinclong.


"Namaku Naya Armaka, levelku 199 dan job ku archer." Naya adalah seorang siswi dengan ponytail, dia kelihatannya tipe cewek judes.


'Kemudian, ah akhirnya!'


Tiba giliran Rise, ayo adikku yang imut!!!


"Namaku Rise Randell, umurku 11 tahun, levelku 213 dan jobku fabricator."


'Ah imutnya!!'


Semua orang terpanah dengan keimutan Rise. Bahkan pak guru sekalipun.


Kemudian giliran kakaknya, Grace.


"Namaku Grace Randell, umurku 14 tahun, level 215 dan job ku adalah gunner."


'Perkenalan yang baik adik-adikku!!'


Meski tidak memiliki hubungan darah, tapi aku menganggap mereka sebagai adik-adikku sendiri.


Kemudian perkenalan dilanjutkan, aku banyak menemukan orang dengan kepribadian dan job unik.


"Namaku Nero Lang, aku seseorang yang dipilih oleh kepala keluarga Lang untuk masuk dalam akademi ini, pemilihan ini adalah hal yang sulit, jadi aku bu-"


"Next."


"Eeeh tunggu sebentar!, aku belum selesai bercerita tentang kisah hidupku!!"


"Aku tak peduli tentang ceritamu, yang ingin kudengar hanya nama, level dan job mu."


"Ah baiklah, levelku 214 dan jobku royal sharp shooter." Royal sharp shooter!?, keren sekali!!


"Ah, job yang unik, selanjutnya!"


"Namaku Leora yeromi, levelku 200 dan jobku adalah axewoman." Aku tidak percaya bahwa cewek dengan ukuran tubuh yang mungil adalah axewoman.


Selanjutnya adalah hal yang membuatku terkejut.


"Namaku Zoel Nermea,"


[Wah, kau sekelas dengan orang menyebalkan ini!?]


Sera langsung muncul dan melototi Zoel.


'Tenanglah, itu hanya ketidaksengajaan.'


Aku menenangkan Sera dan lanjut mendengarkan.


"levelku 221 dan jobku adalah Berseker."


'Berseker, dari jobnya saja bisa diketahui kalau dia adalah orang yang kasar dan pemarah.'


"Namaku Nusa Santoro, levelku 221 dan jobku adalah Royal fighter."


"Royal!?" Orang yang terkejut adalah Nero, wajar kalau dia terkejut karena ada kata royal di job Nusa.


Kemudian ada perempuan yang duduk disebelahku, berarti setelah perempuan ini adalah aku.


"Namaku Via Lestari, levelku 225 dan jobku adalah paladin."


"Level 225, level paling tinggi saat ini dimiliki olehmu, Via."


"Ah, terima kasih!" Perempuan disebelahku senang dan berterima kasih.


"Selanjutnya!"


'Ini giliranku!"


Aku berdiri pelan-pelan, sekarang aku beneran gugup dan berkeringat dingin.


"Ah, eh-"


Semua orang menatapku, ada yang menatapku dengan tatapan biasa, ada yang merendahkan, ada yang menatap tajam.


"Huft~"


Aku mengembuskan nafas terlebih dahulu, hingga aku tenang.


"Namaku Johan Satriaputra, levelku 247 dan jobku Swordsman of light."


...Semua orang melotot tidak percaya, bahkan pak Guru juga tidak percaya.


"Kau benar-benar level 247?"


"Benar, aku tidak berbohong." Jawabku dengan yakin.


"Baiklah, level paling tinggi disini adalah level Johan, level 247."


"Huft~"


Aku merasa lega dengan ini, aku berhasil melewatinya, tapi...


Aku menoleh kearah kiri, perempuan disebelahku menatapku dengan mulut menganga.


'Mari kita anggap kalau dia tidak memperhatikan ku.'


Aku merasa canggung tau?


"Baiklah, sekarang giliranku."


"Namaku Arton Dennis, levelku 608 dengan job expert swordsman."


Seorang expert swordsman?, pasti dia sangat ahli.


"Kalau begitu, kalian istirahat dulu 15 menit, nanti kalian akan melakukan kegiatan yang menghabiskan banyak tenaga, jadi bersiaplah.


Setelah itu pak Arton keluar