
"monyet sialan!" Aku mengeluh lagi,monyet yang kubawa ini sangat berat dan gemuk. Untung bisa kumakan,jika tidak akan kugunakan dagingmu jadi umpan!,tapi memang daging nya untuk umpan sih.
perjuangan ku sangatlah keras,kaki kananku belum sembuh,ototku pegal,kaki kiriku juga nyeri,dan aku membutuhkan tongkat kayu untuk berjalan,ditambah lagi dengan monyet gemuk ini.
dengan berat badan monyet ini,aku berharap tongkatnya tidak patah.
nafasku berat,kepalaku pusing,aku sudah tidak sanggup. Tapi aku harus tetap hidup,aku harus keluar dari sini,dan aku harus membunuh monster.
akhirnya terlihat sebuah gua,gua itu adalah tempat yang paling aman untukku.
gua nya tidak terlalu dalam,dan tempat itu sangat nyaman.
saat aku mencapai gua,aku langsung melompat ketumpukan daun. Ah home sweet home,meski ini bukan rumahku sih.
sudah 5 hari aku didunia ini,dan aku sering makan buah-buahan. Sekarang aku akan memakan daging monyet yang gemuk ini.
memikirkannya saja sudah membuat mulutku berair seperti air terjun. Di gua ini terdapat perlengkapan yang kubutuhkan,seperti daun,ranting,kepingan cula badak,tongkat kayu berukuran sedang untuk menusuk daging,4 tongkat kayu,dan beberapa batu sebesar kepala orang dewasa.
batu-batu itu tajam karena kuasah bersama dengan cula badak supaya tajam.
pecahan cula badak juga tinggal sedikit,jadi aku harus hemat. Tapi masalahnya pisau lemparku hanya tersisa 3.
jadi aku memutuskan untuk membuat tombak.
aku mengambil tongkat kayu,pecahan cula badak yang sudah ku asah,dan.....
aku menatap mayat Houman, lebih tepatnya kain yang menutupi.....,kalian tahulah
"pinjam ya bro,kamu tidak membutuhkan ini lagi kan?" Dia tidak menjawab,jadi aku mengartikannya sebagai iya.
aku tertawa pada diriku sendiri,sepertinya aku sudah tidak waras karena sudah terperangkap di dalam portal selama 5 hari.
aku mulai merasakan efeknya saat hari ketiga,dimana aku bisa tertawa sendiri dan terdengar seperti psikopat gila!
Terkadang aku juga berbicara dengan buah,pohon,dan bahkan api unggun.
entah aku bisa mempertahankan kewarasanku atau tidak.
sudah,abaikan saja perkataanku.
aku merobek kain yang digunakan oleh Houman dan dan mengikat pecahan cula yang sudah ku asah dan tongkat kayu.
dan jadilah tombak versiku sendiri. Aku harap tombak ini bisa membunuh monster dengan efektif.
selanjutnya aku mengambil sate daging Houman yang kubakar sembari membuat tombak.
'semoga aku mendapat skill yang bagus.'
harapan yang bodoh,aku bukan seorang special jadi meskipun aku mendapat skill yang bagus,itu tidak akan berguna bagiku.
tapi siapa tahu tahun depan aku akan terpilih menjadi Special.
mendapat skill bagus yang tidak bisa kugunakan. Satu gigitan,dua gigitan,empat gigitan.
skill nya tidak muncul,tapi aku tidak kesal.
saat aku memakan daging ke-lima,muncul layar hologram di depanku.
[selamat,anda telah mendapat skill dari memakan monster.]
aku tidak menduganya,mari kita lihat skill nya dulu.
[mendapat skill Rank S:martial arts Houman aura style rank expert level 1
tipe:passive skill
bela diri dengan menggunakan mana dalam tumbuh,pengguna dapat membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. butuh tubuh yang kuat dan fleksibel untuk memaksimalkan efek skill.
skill tidak bisa digunakan karena anda bukan special.]
sial,aku ingin menangis sejadi-jadinya setelah melihat keterangan dari skill ini.
skill ini terdengar keren,apakah skill ini yang dipakai oleh Houman tadi saat menendang wajahku?
'mengapa layar hologram ini selalu muncul,padahal aku bukan seorang Special.'
sampai saat ini pertanyaan itu masih ada dikepalaku dan belum terjawab sampai sekarang.
aku masih ragu aku bisa keluar dari sini,melihat dari kondisiku yang mengenaskan. Kaki kanan cacat,kaki kiri terasa nyeri,punggung ku juga pegal,dan lukaku ditambah oleh Houman sialan itu. Sampai sekarang wajahku bengkak dan mata kananku tidak bisa melihat jelas
aku juga tidak punya kemampuan bertarung menggunakan tombak atau belati. Jika aku seorang Special,setidaknya aku bisa menggunakan Martial arts Houman style dan Martial arts Houman aura style.
perlahan,air mata mengalir dari mataku kepipiku. aku tahu kalau menangis itu hal yang memalukan bagi lelaki,tapi aku tak bisa menahannya.
setelah beberapa menit menangis,aku menyeka air mataku dan menguatkan diriku dan mengatakan "aku pasti bisa keluar dari sini."
itulah caraku untuk meyakinkan diriku sendiri meski tidak terlalu membantu. aku juga berdoa aku bisa bertemu monster yang lumayan lemah dan bisa langsung kubunuh.
dan Tuhan mengabulkan permintaan ku disaat itu juga.
seekor ular menyelinap dan ingin memakanku. Untung saja aku menyadari dan segera berguling kesamping.
ular itu sangat besar dan panjang serta memiliki taring yang tajam.
"hah?" Aku terkejut dengan penampilan ular itu,mendadak perutnya membesar seperti balon.
'dia ingin memuntahkan sesuatu!' aku menghindar kesamping,tapi ternyata ular itu pintar.
Ular itu memuntahkan cairan hijau kearah aku menghindar
'oh ****'