The Slayers

The Slayers
Chapter 39 (Season 2)



Ini,…bagaimana bisa?


"Lah,gak ada yang mau maju?,maju kalian semua!"


Orang ini dengan santainya menyuruh kami untuk maju melawannya,dia sama sekali tidak punya rasa takut,meski kami ada 5,dia tetap berani.


'Cih,bodo amat dengan jari nya yang tak normal itu!'


"Semuanya serang dia!,dia cuma sendiri!" Perintahku.


Mereka agak ragu untuk menyerang,tapi mereka tetap menyerang secara bersamaan.


Aku hanya menganggap jari nya yang berputar seperti bor sebagai skill.


'Pastinya tidak ada yang lain,lagipula itu skill yang sangat konyol.' Batinku terus mengucapkan kata-kata yang menenangkan diriku dan meyakinkan diriku bahwa ini akan baik-baik saja.


'Lagi pula,sekarang dia adalah seorang PK'


PK atau Player Killing,dalam game sebutan ini digunakan untuk player yang membunuh sesama player.


Istilah ini digunakan dalam dunia Special ketika seorang Special membunuh Special.


Ini merupakan tindakan yang buruk,tapi juga menguntungkan. Kau bisa mendapat exp sama seperti dengan membunuh monster.


Tapi akibatnya,orang yang melakukan PK akan ditakuti karena seperti sekarang,terdapat aura tidak enak darinya.


Aku,Derey,Deru,Dero,dan Dera menyerang secara bersamaan.


"[Power of Friendship!]" Aku meneriakkan nama skill ku. Gunanya untuk menambah moral dan menambah ATK dan VIT.


"Nama yang bagus kawan,meskipun itu tak sesuai dengan sifat asli mu sendiri."


Aku tak menghiraukan perkataan nya yang menyebalkan,toh bentar lagi dia akan mati.


Dera,yang memakai kapak,dengan ceroboh menyerang Alan.


Dero juga melesatkan anak panah,Derey yang menyerang dari samping kanan dan Deru di kiri.


Jika Alan bisa menghindari semua serangan mereka,maka aku akan menyerangnya saat dia lengah.


Sesuai harapan,dia menghindari semuanya, Serangan Derey,Deru,Dera,dan menangkap anak panah dari Dero.


Dengan kesempatan ini,aku menyerang dari belakang.


'Hah!?'


Alan memutar tubuhnya kebelakang secara sempurna,kakinya masih menghadap kedepan,hanya bagian atasnya saja.


Dia melempar panah yang dia tangkap kearahku.


Lemparannya cepat,tapi aku bisa melihatnya. Aku menebas panah itu.


"[Territory]" Dia dengan tenang mengucapkan sebuah skill yang membuatku tertarik kearahnya secara cepat.


Semakin dekat dengannya,saat sudah hampir mencapainya,dia menarik bajuku dan melemparnya pada teman-teman ku.


Untung saja Dera menangkap ku,jika tidak aku tak tau akan mental sampai kemana.


"Sialan,kau menyembunyikan kekuatanmu rupanya!" Aku tak terima,kenapa dia bisa sekuat ini?


"Aih,sebenarnya aku memang level 1,tapi aku harus berterima kasih padanya,aku bisa naik ke level 13!" Dengan muka ceria,dia berterima kasih pada teman kami yang dia bunuh.


"Nah,udah selesai main-main nya,aku ingin cepat pulang."


Selesai mengatakan itu,sebuah pistol,muncul tiba-tiba. Dia tidak mengambilnya dari saku jaket,dalam jaket,atau dimana pun. Pistol itu muncul sendiri diudara.


Dia menarik pelatuk itu,aku tak bisa menebak siapa yang akan dia tembak.


"Dero!" Deru berteriak dengan kencang,melihat sohibnya yang mati dengan lubang di dahi.


"Kau sial*n!!" Dera menyerang Alan,lagi-lagi menyerang dengan ceroboh.


Dia tidak takut dengan pistol ditangan Alan.


Alan tidak menarik pelatuknya,tapi mengucapkan sebuah skill.


"[Rubber body]"


"[Body hardening]"


Alan melesat cepat kearah Dera dan memegang wajahnya,dia menghancurkan wajah Dera dengan mudahnya.


Deru juga menyerang setelah kepala Dera pecah.


Sayangnya,Alan dengan mudah menendang dagu Deru secara vertikal keatas,dan menendangnya lagi secara vertikal kebawah.


Tercipta retakan dilantai,aku rasa dia sudah tidak hidup lagi.


Alan melepas sepatu yang dia pakai,kedua kakinya sekarang telanjang tanpa apapun. Kaki kiri menginjak Deru.


"Hentikan semua ini Alan,kau bajing*n!" Dere sudah tidak bisa menahan emosinya.


Alan hanya diam,tapi ekspresi wajah nya mengatakan 'tidak akan'


Derey,yang sudah emosi,menyerang Alan yang sedang menginjak wajah Deru dengan kaki telanjang.


Alan,dengan santai mengangkat kakinya dengan tinggi,dia mengangkat seluruh wajah Deru dengan kaki layaknya menggunakan tangan.


Derey yang terkejut,tidak jadi menyerang.


"Pengecut!" Teriak Derey.


"Ayolah,dia sudah tak bernyawa,jadi harusnya tidak papa untuk menyerang temanmu ini."


Alan melempar mayat Deru dengan kakinya,Derey langsung menangkap jasad Deru.


Tapi sayangnya,


DOR!


Alan memanjangkan tangan nya seperti yang ada di film super hero. Dengan pistol ditangannya,dia menembak Derey.


Sekarang,hanya aku yang tersisa.


"Hey sampah,tinggal kamu nih!"


"Ja-jangan-"


Saat aku ketakutan,Alan sudah berdiri dihadapan ku dan berkata,


"Sampai jumpa!"


"[Houman exploding strike]" Dalam sekejap,telapak tangan Alan menyentuh dadaku.


Perasaan tidak enak muncul,dadaku panas,seperti mau mele-


DUARRR!


Tubuh Dery meledak,hancur hingga berkeping-keping.


"wuih,capek!" Hari itu,Alan panen exp,sekalian jadi seorang PK