The Slayers

The Slayers
Chapter 35 (Season 2)



[Dere(Corrupted)


Level:18


Statistik:


HP:1.600


MP:600


ATK:1660


AGI:777


VIT:800


INT:0


DEX:2000


Manusia bernama Dere yang sedang dikendalikan oleh Sword of Master of nest. DEX meningkat dengan pesat. Keterampilan berpedang meningkat.]


Yang tadinya kami tidak bisa melihat status,sekarang kami bisa melihat status Dere. Tentu saja,dia sudah menjadi monster.


"Dere!,apa-apaan!?" Teriak Deri yang ketakutan dan berlari bersembunyi dibelakang Derey.


"Cih!,semuanya!,angkat senjata kalian!" Perintahku.


Deri tidak melakukan pergerakan,tapi firasatku tidak enak. Meski begitu,aku akan menyerang terlebih dahulu.


"Semua,serang ketika kalian melihat celah."


.


""Hah?"" Semua orang terkejut,tapi aku hanya menjawab.


"Dia sudah bukan Dere lagi!,dia sudah bukan teman kita!" Cih,tinggal nurutin apa susahnya sih?,aku gak mau repot,hanya karena salah satu dari kita dikendalikan,bukan berarti kita tidak boleh membunuhnya.


'Toh,dia sudah jadi monster.' Isi pikiranku mengatakan bahwa aku harus membunuh Dere,begitu juga dengan kata hatiku.


Jika temanku mendengar hal ini,pasti mereka bilang bahwa hatiku sesat. Tapi aku tak peduli,aku akan menghancurkan apapun yang menghalangiku untuk jadi sukses.


'Tenang saja Dere,begitu keluar dari sini,aku akan menceritakan kisah heroikmu pada warga setempat,jadi jangan dendam padaku,oke?'


"Hiyaaah!" Aku berteriak sembari menggenggam pedangku dengan dua tangan diatas kepala.


Aku menaruh 80% tenagaku dalam serangan ini.


Dere yang telah dirasuki,menatapku dengan mata merahnya karena sudah dirasuki,seperti ingin sekali membunuhku.


Seranganku hampir mengenai kepalanya,tapi...


Trang...


Tentunya dia tidak akan membiarkanku menyerangnya.


Aku mundur 4 langkah,mencoba mencari celah.


Kakinya bergerak,dia berjalan cepat kearahku. Aku juga berjalan cepat kearahnya.


Pedang kami bertabrakan,menciptakan suara yang membuat telinga aneh. Tapi itu tidak cukup untuk mengganggu kami.


Kami terlihat seimbang,tapi sebenarnya tidak. Aku memegang pedangku dengan dua tangan,sedangkan dia menggunakan satu tangan. Anehnya,serangan Dere terasa berat.


Dere terlihat santai,memegang pedang dengan satu tangan,dia tidak memakai kuda-kuda,tanpa tehnik,tidak ada satupun gerakan yang sia-sia.


Perasaanku tidak enak,aku sudah mulai capek,sedangkan serangan Dere terasa lebih cepat.


Dere menghentikan adu pedang yang membosankan ini. Dia memakai lebih banyak tenaga dalam pedangnya,saat pedang kami berbenturan,pedangku terdorong. Itu adalah kesempatannya,dia mengarahkan pedangnya ke jantungku.


'Tapi aku tidak akan mati semudah ini,aku adalah protagonis utama dalam dunia ini. Aku punya teman yang bisa kugunakan sebagai perisai.' Begitu lah pikirku.


Derey harusnya tau apa yang harus dia lakukan.


Aku mundur beberapa langkah,sedangkan Derey melewati ku dan melindungi diriku.


'Bodo amat dengan satu lawan satu.'


"Semuanya,serang!"


Mendengar perintahku,mereka semua,kecuali Mille,menyerang Dere yang telah dirasuki.


Mereka menyerang secara bergantian,memaksa Dere untuk mundur.


Ini bukan berarti Dere terdesak,dia meningkatkan kecepatannya.


Dengan 5 orang yang menyerang Dere,pertarungan kini jadi seimbang.


Tapi,apakah ini bisa dibilang seimbang?


Dere tidak terluka sama sekali,sedangkan mereka semua mempunyai luka tebasan.


'Ini buruk!' Aku yang daritadi berdiri diam, memperhatikan pertarungan mereka,mencari celah milik Dere.


'Ketemu!' Akhirnya aku melihat sedikit celah di bagian perut kirinya.


Aku berlari dengan cepat dan menyerang perut kiri.


*Trang!


Dia menangkis seranganku,tanpa berlama-lama menahan seranganku,Dere memutar pedangku dan pedangku lepas dari tangan. Melayang kebelakang,dekat dengan Mille.


Mille mengambil pedangku yang terbang kearahnya dan berlari kearah Dere.


Kecepatannya aneh,meski dia membawa chest,tapi dia bisa berlari dengan cepat.


Derey yang sedang sibuk memblokir dan menyerang Dere,akhirnya membuat Dere kesulitan.


Saat itulah,tangan kanan Dere yang memegang pedang terkutuk,dipotong oleh Mille menggunakan pedangku.


'Apa!?' Aku hanya bisa terkejut,kami yang tidak bisa memberi Dere lecet pada kulitnya,sedangkan Mille hanya pembawa barang yang memiliki level 1.


Dia berhasil menyerang Dere. Dere yang tangannya terpotong,perlahan urat hitam di kulit Dere menghilang dan Dere pingsan dalam Sekejap.


"Hei,apa yang kau lakukan!?" Aku berteriak pada Mille dan menarik bahunya.


'Ugh!' Aku kaget dengan saat melihat Mille,meski gelap tapi aku bisa melihat sedikit mata Mille yang merah.


"Obati lengannya,nanti dia bisa mati karena kehilangan banyak darah."


Kata Mille dengan santai berjalan mundur.


'Dia...menatap rendah aku?'