
[Lantai 29]
"Ah, pegelnya,"kataku sambil terbaring di salah satu mayat Giant Harpy.
Kali ini, aku tak hanya menghadapi 1 Giant Harpy, tapi 3 Giant Harpy sekaligus. Aku harus melawan 3 monster dengan teriakan menjengkelkan yang bisa membakar mana, bentuk tubuhnya yang besar, dan kecepatannya yang sangat cepat untuk seukurannya. Selanjutnya apa yang akan kuhadapi?
Aku dengan agak malas, bangun dan mengambil posisi duduk, bermeditasi untuk mengembalikan manaku.
Setelah 30 menit bermeditasi, aku berdiri dan pergi kelantai selanjutnya.
[Lantai 30]
Pengelihatanku yang kabur untuk beberapa saat kembali jelas. Kali ini sama seperti tadi, hanya saja aku berada didepan sebuah kastil!
"Kenapa aku berada disini, dan kenapa ada awannya terlihat aneh?"
Awan dilangit membentuk pusaran raksasa seperti black hole. Aku punya perasaan tidak enak tentang ini.
Dengan perasaan tegang, aku menaiki tangga naik dan kemudian berada persis dipintu kembar yang megah. Aku mencoba mendorong pintu itu, ternyata tidak seberat yang kukira.
Setelah membuka pintu kembar yang megah tanpa menggunakan banyak usaha. Aku melangkah dengan hati-hati, takut jika ada jebakan.
Saat ini, aku berada di aula kastil yang luas, terdapat lukisan yang sudah rusak, pilar-pilar yang memiliki retakan, lilin yang redup, dan di bagian ujung, ada kursi tahta setinggi dua meter.
Jika kau melihat dari jauh, kau tidak akan melihat apa-apa. Tapi aku memiliki [Eyes of sage] yang bisa melihat jauh.
Karena itu, aku dapat melihat seorang wanita duduk dikursi itu, bukan harpy, tapi manusia biasa!
Aku mempercepat langkahku hingga semakin dekat dengan tahta.
Dan akhirnya, aku sudah tiba didepan tahta setelah berjalan panjang. Dan sosok cantik ini, melihatku dengan tatapan dingin, dia marah?
"Jadi, kau adalah manusia yang membunuh para anak buahku?" Tanya sang perempuan.
"Benar, yang mulia." Kataku dengan menambah sedikit candaan diakhir.
Sang perempuan mengernyitkan dahi dan melihatku dengan tatapan jijik sebelum berkata.
"Kau benar-benar tidak takut, ya?"
"Kenapa aku harus takut, yang mulia?, lagipula aku disini untuk menjadi kuat." Kataku dengan senyum ceria.
Sang perempuan menjadi marah dan kemarahannya membuat diriku terangkat sedikit.
Pusaran angin terbentuk disekitar sang perempuan.
Kemudian perempuan itu mengangkat tangannya dan dengan perlahan, tangan tersebut turun, seperti sedang membuat garis lurus vertikal.
Aku merasakan bahaya yang ada, jadi aku segera menghindar kearah kanan.
Tapi, sudah terlambat untuk menghindar.
'Hmmm, aku merasa ada yang kurang?'
Ya, tangan dan kaki kiriku sudah terpisah dengan tubuhku. Membuat darahku segera mengalir dengan deras seperti air terjun.
Karena aku tidak memiliki tangan dan kaki kiriku lagi, aku terpaksa lari dengan posisi seperti hewan buas.
'Bahaya!, perempuan itu berbahaya!'
Dengan kecepatan yang diluar nalar manusia, aku berhasil lepas darinya dan bebas darinya. Tapi aku pikir perempuan itu mempunyai kecepatan yang lebih atau bahkan bisa melampaui ku, mengingat tebasan anginnya yang berbahaya.
Aku menoleh kebelakang dengan cepat dan segera melihat kedepan begitu tidak melihat wanita itu.
Wanita itu terlihat masih ada dikastil, tepatnya dia memunggungi tahta besar itu.
Dan saat aku kembali menoleh kedepan, aku melihat tubuh wanita yang sedikit melayang dari tanah.
'Eh!?'
Wanita itu mengangkat tangannya dan membuat garis lurus vertikal lagi. Membuatku panik dan takut.
Dalam kepanikan dan rasa takut, aku langsung memaksa tubuhku dan menekuknya dengan gerakan yang sama sekali aneh dan tidak manusiawi.
Tapi itu membuatku bisa menghindari serangannya.
Belum selesai dengan itu, aku menempelkan tangan kananku ketanah sebelum akhirnya mendorong tubuhku dengan kuat dan terpental hingga melalukan akrobat dan jatuh ketanah.
Dengan terpental kelangit, aku dapat memulihkan tangan dan kaki kiriku. Sekarang tubuhku kembali lengkap.
Wanita itu menatapku hingga akhirnya berbicara.
"Kau bukan dari ras Houman, katakan, bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan itu?"
Setelah mendengar pertanyaan itu, aku menjadi bingung.