
sial,apakah dewa keberuntungan membeciku atau dewa kesialan yang mencintaiku. Aku terkena tendangan keras dimuka dua kali,dan sekarang aku diseret dua kali.
Kali ini,monyet dari suku Houman mencengkeram kaki kiriku,padahal kaki kananku belum sembuh,dan sekarang kaki kiriku akan patah!?
"kau sudah bangun ya?,jangan pura-pura tidur!"
sepertinya aku ditakdirkan untuk bermusuhan dengan ras Houman ini. Apakah itu karma karena perkataanku pada ras Houman kemarin?
kalau iya,aku akan menarik kata-kataku. Aku mencoba bertanya padanya sedikit.
"kau akan membawaku kemana?" tiba-tiba monyet ini berhenti sejenak,dia mengelus dagunya. Harusnya dia membawaku ke markasnya kan?,perasaanku jadi gak enak.
"oh mungkin itu ide yang bagus." Dia bergumam pelan,tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas. ide bagus apa yang kau pikirkan,kuharap bukan ide yang aneh.
"kau apakan temanku itu?" dia bertanya padaku,yang kulakukan hanyalah membakar menjadi sate monyet dan memakannya.
setelah menjawabnya,dia menyeringai. Oh sial,sekarang aku tahu apa yang dia pikirkan tadi.
"baiklah,malam ini aku, teman-teman,dan raja akan makan sate manusia." Wajahku memucat,dia akan memotongku menjadi beberapa bagian,menusuk dagingku, membakarnya,dan membagikannya pada temannya.
"ah,tidak jadi."wajahnya terlihat kecewa,tapi aku lega.
"hei,kenapa kau lega?. kau masih akan jadi persembahan untuk dewa."
lagi-lagi,mereka bicara tentang persembahan dan dewa. Sebenarnya dunia apa sih ini?
dihuni oleh ras Houman,ras yang tidak diketahui. Ras mirip monyet,tetapi memiliki perilaku manusia,ditambah lagi dengan kemampuan bela diri mereka. Apakah akan ada kiamat bagi manusia?
tapi aku baru ingat kalau portalnya sudah tertutup karena kapasitas challenger sudah terpenuhi. Rasanya aku seperti berkorban untuk Warga bumi,padahal itu hanyalah ketidaksengajaan. memikirkan Warga bumi yang bisa hidup tenang sedangkan aku yang menutup portal untuk mereka.
Aku jadi seperti pahlawan tanpa tanda jasa,aku jadi sedih,tapi setidaknya anak-anak ditaman mengingatku,mungkin?
"tidak usah sedih manusia,para tumbal harusnya senang karena bisa mempersembahkan diri untuk sosok yang agung."
'senang palamu.'
"bahasa macam apa itu?" Aku diam dan tidak menjawab.
akhirnya kesunyian diantara kami,dijalan tidak ada yang bicara,monyet itu sedang menyeretku dan menghadap kedepan. Sedangkan aku,aku ingin memikirkan cara untuk lepas darinya,tapi dia bisa membaca pikiranku.
Akhirnya satu pertanyaan terlintas dikepalaku.
"hei,kalau kau bilang aku harusnya senang karena bisa menjadi persembahan untuk sosok yang agung itu,mengapa kalian tidak mempersembahkan ras kalian?"
monyet itu terdiam beberapa menit,dia kelihatan ragu untuk menjawab,tapi akhirnya dia mau menjawab.
"dewa kami tidak ingin tumbal seperti kami,dewa kami berkata bahwa Dia akan melindungi ras kami,dan sebagai gantinya kami harus membawa mahluk dari dunia lain setiap satu abad. Dewa paling menyukai ras manusia,katanya manusia itu lezat."
apa-apaan?,lezat?,dewa macam apa yang mereka sembah?
"siapa nama dewa yang kalian sembah?"
"namanya adalah Dewa Rodhes,dewa bagi ras Houman."
"la-" aku ingin bertanya lagi padanya,tapi dia memotong kata-kataku sebelum aku menyelesaikannya.
"jangan banyak bertanya,kau hanyalah tumbal,terimalah nasibmu yang mengenaskan itu,dan matilah dengan tenang,dan mungkin saat didunia bawah kau akan disambut dengan tinjuan dari Ashur,membayangkannya saja sudah membuatku tertawa." Monyet itu tertawa terbahak-bahak.
"menerima nasib?" mendadak,tubuhku panas dan dadaku terasa ingin meledak karena penuh dengan kemarahan.
"?" Monyet itu bingung dengan kata-kataku.
"kau kira aku akan menerima nasib dan mati sebagai pecundang?,tidak akan." aku menatap tajam monyet itu,monyet itu terkejut karena tatapanku.
"meskipun keberuntungan tidak dipihakku,aku akan terus maju,meskipun kesialan mencintaiku,aku tidak peduli,meskipun aku aku ditakdirkan menjadi yang terbawah,aku akan merangkak naik menjadi nomor satu." kataku dengan yakin dan mantap.
"kalimat yang bagus bocah,tapi sayang sekali, kau akan mati!"
"tidak,kau yang akan mati bangs*t!"
aku mengambil dan melemparkan pisau lempar yang ada didalam bajuku,pisau lempar itu adalah kepingan kecil dari cula badak yang sudah ku asah hingga menjadi sangat tajam.
"cih,trik murahan." aku mengincar wajahnya,tetapi dia menangkap pisau lempar itu dengan dua jari.
tapi,
"apa!?" Aku melemparkan pisau lempar kedua dan mengenai lengan si monyet. pisau lempar ini meninggalkan bekas luka yang cukup dalam.
"dasar b*jingan!"
karena lengannya terluka,dia melepaskan cengkramannya,dan aku dengan cepat berguling kebelakang.
monyet itu menatapku dengan penuh kebencian. Matanya yang berwarna merah darah bercahaya.
"hehe,bagaimana rasa dari pisau lempar punyaku?"
dia menggeram,aku mencoba memprovokasi nya lagi.
"kau tahu,dibanding dengan temanmu,kau jauh lebih mudah untuk diserang,kau penuh celah dan sangat sombong."
"kau!!!" Bodoh,dia menarik umpannya. sekarang tinggal menunggu monyet ini menyerangku,aku masih punya belati yang kubuat.
jadi aku akan memprovokasi monyet ini sedikit lagi.
"apa semua ras Houman sangat bodoh,kalau begini kalian semua bakal masuk keperutku,dan akan keluar sebagai t*i." Ah,ini menyenangkan.
sepertinya dia sudah kehabisan kesabaran,sia mengambil ancang-ancang untuk melompat.
aku mengambil sedikit tanah dan menggenggamnya.
"mati kau!" dia melompat kearahku,dia bermaksud untuk membunuhku dan mengabaikan tugasnya.
tanah yang kugenggam kulempar kearah matanya. Akhirnya pengelihatannya terganggu,ini adalah kesempatanku.
aku mengambil batu tajam,aku selalu membawa batu ini,batu ini juga yang kugunakan untuk membunuh Ashur.
kuhantamkan bagian lancip batu ke kepalanya.
dan dia terjatuh,tanpa menunggu lama aku mengeluarkan belati.
"Goodbye,titipkan salamku pada temanmu didunia bawah ya!"
croooot
darah muncrat dari kepalanya,itu belum cukup,aku menusuknya lagi,lagi,dan lagi.
meskipun belum puas,tapi dia sudah mati. Karena anjing buta itu hilang,aku membawa mayat monyet ini sebagai gantinya,lagipula aku pernah mencoba mayat Houman,dan rasanya terjamin enak,dan yang satu ini juga gemuk.
"ah." Layar hologram muncul didepanku.
[selamat!,anda membunuh monster ketiga. Sisa dua monster lagi untuk mendapat hadiahmu,jangan patah semangat dan berjuanglah!]
[monster yang dibunuh:3/5]
sisa 2 lagi,dengan kondisiku seperti ini,maka akan memakan waktu lama untuk mendapat hadiahnya,tapi aku tidak peduli.
kehidupanku saat ini seperti game survival dengan mode hell,ditambah lagi aku cacat. kemungkinan bertahan hidupku juga kecil.
tapi selama aku bisa keluar dari sini,aku akan berjuang terus. Meskipun ini survival mode Hell,tapi aku adalah pro gamer,aku pasti bisa melewatinya!