
Ketua osis dengan tongkat sihirnya dan Kak Nito dengan dual uzi nya. Pertarungan satu lawan satu antar kapten tim. Hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para siswa-siswi yang menonton. Mereka langsung bersorak dengan kencang.
Aku juga menantikan hal ini. Aku sangat penasaran dengan job Kak Nito. Senjata nya pun adalah dual uzi. Seorang Special yang berfokus pada serangan jarak jauh. Tunggu, Ketua Osis berfokus pada magic, 'kan? Berarti, ini adalah duel jarak jauh.
Dari sini, kami hanya menonton Ketua Osis dan Kak Nito yang saling menatap satu sama lain. Aku tidak tau sih apakah kak Nito balas menatap atau tidak. Sepertinya memang mereka saling menatap.
Yang terpenting sekarang adalah, duel antara kapten. Dan, hilangnya satu orang dari masing-masing tim. Apakah mereka bersembunyi dan mencari kesempatan untuk menyerang markas musuh? Itu mungkin kesempatan yang bagus untuk tim Ketua Osis karena selain ada seorang laki-laki berotot yang memegang tiang bendera dengan ujung yang lancip seperti tombak. Bendera tersebut terpampang jelas Burung Garuda yang melebarkan sayapnya dengan gagah dan warna emasnya yang terang. Orang itu menjaga markas mereka dengan tabah dan sabar. Meski sepertinya dia gatal karena ingin bertarung.
Berbeda dengan markas lawan yang tidak dijaga sama sekali. Tim ketua osis seharusnya lebih untung. Tapi, aku tidak tau apakah akan ada jebakan yang dipasang atau apa. Aku belum memastikan rencana dari kak Nito.
Setelah beberapa detik ketua osis dan kak Nito saling tatap. Mereka mendadak menghilang dari tempat masing-masing dan saling menyerang dengan kecepatan yang tidak main-main.
"Cepat sekali!" Norga terkejut dengan kecepatan mereka yang hampir tidak terlihat.
"Ketua Osis dan Kak Nito memang hebat... Apalagi Ketua osis."
"Apa maksudmu, Aris?" Alex bertanya dengan penasaran.
Sehebat itu kah ketua osis? Aku jadi penasaran. Sepanjang pertarungan, ketua osis mengeluarkan serangan mantra non-elemen. Serangan mereka tidak ada yang kena sama sekali. Agak keren juga karena kak Nito memakai dual uzi yang fire rate nya tinggi, sama sekali tidak mengenai ketua osis. Menandakan kalau ketua osis sangatlah cepat. Aku juga menyadari sesuatu tentang serangan yang dikeluarkan oleh Ketua Osis. Disaat serangan itu mengenai suatu tempat, muncul suatu lambang yang rumit. Untuk apa itu?
Selain itu, juga ada hal lain yang mencurigakan. Dibelakang pohon ada seseorang yang menyatu dalam bayang. Sepertinya dia menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Satu lagi sudah terlihat. Kemungkinan itu dari tim kak Nito. Kalau begitu, dimana yang satunya lagi?
Orang dibalik bayangan itu memulai pergerakan. Lebih tepatnya, dia menghilang. Sesaat kemudian, dia muncul lagi tepat dibelakang ketua osis.
Orang itu membawa tombak yang panjang dan hendak menikam nya dari belakang. Ketua osis berhasil menghindar dengan baik. Tapi, entah kenapa orang itu bisa mengikutinya. Kecepatan mereka sama atau ... orang itu melekat pada bayangan ketua osis!
Ketua osis tidak panik sama sekali, malahan, ia tersenyum. Sesaat kemudian, orang itu seperti diterkam oleh sesuatu yang buas. Ternyata, itu adalah anggota kelima dari tim ketua osis yang bertarung seperti orang buas, atau lebih cocok disebut vampir?
Orang itu dibawa ke tanah dan langsung menghilang, seperti ditelan oleh tanah itu sendiri. Ketua Osis kemudian seperti melafalkan sebuah mantra dan membuat sekitarnya bercahaya terang. Kemudian, layar seperti terkena flashbang yang membuat mata para siswa-siswi sakit. Tak lama, layar menampakan kak Nito yang sudah jatuh ketanah sambil terluka.
Ditunjukan juga bahwa ditempat lain, anggota tim ketua osis menang. Kemenangan dimiliki oleh tim ketua osis. Keren juga Team Battle kali ini.
Setelah pertandingan selesai, muncul pengumuman yang mengharapkan siswa-siswi untuk masuk kedalam kelas secepatnya. Dengan begitu, aku buru-buru makan dan kami berlari ke kelas kami masing-masing untuk pelajaran selanjutnya.