
"Sialan! mana yang lainnya!?" Tanyaku pada Derey yang berada disebelahku.
"Mulut setan itu!,tidak berguna apanya? untung aku menggunakan [Friends mark]."
"Dimana lokasi setiap orang?" Tanya Derey padaku. Aku melihat layar yang menunjukkan lokasi yang ada. Aku mendapat informasi yang ada, kami terbagi menjadi 4 kelompok.
Aku mendekatkan telapak tangan kananku kearah mulut dan berbicara.
"Halo? kalian bisa dengar?"
Ditempat lain,mereka mendengar suara entah dari mana,dan mereka sadar bahwa itu dari telapak tangan mereka yang terdapat [Friends mark] milik Dery.
"Jika kalian bisa mendengarku,tolong bicara. Dekatkan mulut kalian pada [Friends mark]."
Tak lama,Dery mendengar suara dari para temannya.
"Bagus! Sekarang aku akan bicara secara cepat dan dengarkan dengan baik-baik." Berbicara lewat [Friends mark] membutuhkan mana, karena itu, penggunaan tiap detik saat berarti.
"Kita terpisah karena Dere menginjak sebuah jebakan. Karena itu,aku akan mengaktifkan [Trail from your friends], pastikan ikuti jejaknya."
[Trail from your friends] skill yang bisa digunakan jika target ditempelkan [Friends mark]. Bisa dibilang, skill yang dimiliki oleh Dery ini berhubungan dengan teman.
Setelah itu, Dery mengaktifkan skill [Trail from your friends].
Benang putih muncul pada telapak tangan Dery,tak hanya satu,tapi enam benang putih yang bersinar terang.
Enam benang itu menunjukkan lokasi dari temannya.
"Ayo Derey!" Kataku pada Derey. Kami berdua berlari menuju kearah yang ditunjukkan oleh benang putih itu.
Benangnya tidak berjumlah 7 karena Derey ada disisiku. Jika kita sudah bertatap muka dengan teman, maka jaring akan otomatis menghilang.
Kami berlari,secara hati-hati menghindari jebakan menyebalkan. Melewati peti harta yang menjengkelkan, sangat menggoda bentuknya,tapi karena kejadian yang menimpa Dere, kami melewatinya tanpa tahu apa isinya.
Dua orang yang kami temui pertama kali adalah Deri dan Dera. 2 benang menghilang,tersisa 4 benang lagi.
"Oh terima kasih Tuhan,kalian baik-baik saja." Aku berterima kasih padaTuhan, perisai hidupku masih hidup.
"Hah…hah…hah,akhirnya aku bertemu kalian berdua." Kata Deri.
"Yang lain belum ketemu?" Tanya Dera.
"Belum,aku tidak yakin mereka kemana tapi aku harap mereka-"
Kata-kata yang mau kuucapkan tersangkut di tenggorokan. Benang yang semula tersisa 4,sekarang hanya tersisa 3.
Selain bertemu dengan teman,benang bisa hilang jika orang yang ditandai dengan [Friends mark] terluka atau mati.
'Jangan-jangan,benang yang hilang adalah-'
Jika dugaanku benar,makan Mille bersama Dere. Dere sangat dendam dengan Mille,jika hanya luka ringan mungkin benang hanya redup, tapi jika luka serius atau meninggal, benang akan otomatis menghilang.
Tapi sepertinya dugaanku salah, sebuah kejutan datang lagi.
Satu benang redup, tapi tak lama, benang itu menghilang.
'Jika bukan Dere atau Mille,berarti siapa?'
Sungguh situasi yang membahayakan. Aku harus mencari dua lainnya,mungkin ada sebuah monster yang sangat kuat. Tapi ini adalah labirin tipe laba-laba.
Semua pertanyaan yang rumit kusingkirkan terlebih dahulu.
"Ayo teman-teman, kita cari yang lain."
Mereka mengangguk setuju, mengikuti berlari.
Dengan hati yang tak tenang, aku berlari sesuai dengan yang ditunjukan benang.
Dan akhirnya bertemu dua orang yang lain. Mereka adalah Dero dan Deru.
"Ah akhirnya ketemu!" Aku ngos-ngosan karena sudah berlari sangat lama tanpa berhenti.
"Ah syukurlah,capek aku berlari." Ucap Dero kecapekan.
"Sekarang tinggal-" Deru melihat anggota lainnya, tapi aku memotongnya,
"Mereka mati." Aku berkata dengan tenang tanpa emosi.
Semua orang membulatkan mata mereka,tak percaya dengan yang kukatakan. Aku menambah,
"[Friends mark] sudah menghilang,[Friends mark] akan menghilang jika kita sudah bertemu, atau mati."
Aku tak menyebutkan tentang terluka,aku tak ingin membuang waktu untuk dua orang itu.
Dere adalah orang yang tidak sabaran, pemarah, gampang terpancing emosi, dan hanya berani pada yang lebih lemah darinya.
Sedangkan Mille, dia bukanlah siapa-siapa,dia hanya orang yang mengikuti kami, membawa barang kami.
"Ayo lanjutkan,tidak ada gunanya mencari yang tidak pasti." Mereka semua sedih,tapi kami semua tetap melanjutkan perjalanan.
Entah sampai kami akan berjalan, tapi aku akan berjalan dijalan yang pasti, karena aku adalah Protagonis.
Kata-kataku benar, aku berjalan dijalan lurus yang pasti.
Terdapat cahaya dalam jalan lurus yang kami lalui, seperti jalan menuju kemenangan, kemenangan manis menunggu kami.
Cahaya itu semakin membutakan kami, tapi aku tak menutup mataku, aku semakin membuka mataku lebar-lebar.
Akhirnya, kami tiba di sebuah aula bundar yang sangat luas. Beda dengan tadi yang dinding dan lantai berwarna coklat kotor yang penuh jaring, kali ini berwarna putih bersih.
Sangat mantap untuk dilihat, tapi pemandangan yang indah ini dirusak, ada satu orang yang duduk di chest, dan dibawah chest ada tubuh manusia, kelihatannya kulit orang itu terdapat urat seperti akar,berwarna hijau tua.
Akhirnya aku menyadari sesuatu,sesuatu yang mengejutkan, orang yang duduk diatas chest tersenyum.
Punya mata merah semerah darah,rambut hitam,jaket hitam yang sangat biasa,tapi ada yang kurang darinya.
"Kau…, kau Mille?" Yang bertanya adalah Derey, bukan aku.
"Iya dan bukan." Jawaban singkat yang sangat membingungkan.
"Bicara yang jelas, siapa kau? Kenapa kau punya chest milik Mille?" Aku mencoba bertanya padanya.
"Ini aku, Mille, tapi aku juga bukan Mille."
Jawaban yang tak jelas dari orang tak jelas.
"Jawab yang jelas! Siapa kau!?" Kesabaran ku hampir habis.
"Namaku Mille Pattes, tapi itu hanya nama samaran."
Nama samaran? Berarti…
"Perkenalkan, namaku Alan lexius, sedih bertemu kalian!"
Apa-apaan itu,orang yang aneh.
"Kupikir akan bagaimana,ternyata hanya tim yang penuh dengan orang dengan kepribadian sampah."
Orang ini,bicaranya sangat santai dan menyebalkan,dengan senyumnya yang membuat orang emosi.
"Hanya Derey yang punya sifat baik, sisanya tidak, apalagi kau." Menunjukku dengan jarinya.
"Orang narsis yang berpikir dirinya adalah protagonis, memanfaatkan sebuah situasi dengan baik, tapi sayang sekali karena kali ini musuhmu adalah aku."
'Dia, bagaimana dia tau!?' Orang ini, benar-benar tak bisa ditebak sama sekali.
"Sudahlah, aku tak ingin berlama-lama."
Dia melompat turun dan berjalan kearah kami.
"Dimana Dere?" Tanya ku padanya.
"Lah malah nanya,udah lupa temen sendiri kah kau?" Setiap kata-kata yang dilontarkannya membuatku kesal.
"Jawab saja!"
"Itu temanmu, malah nanya."
Tidak ada orang lagi, kami melihat kebelakang,tidak ada.
Dan akhirnya aku tersadar,orang yang ada. dibawah chest adalah Dere.
"Kau!"
"Tenang, bentar lagi kalian akan bertemu dengannya."
Deri tanpa pikir panjang, berlari kearahnya dan menyerang Alan dengan pedangnya.
Sedangkan Alan, dia hanya jari telunjuknya dengan santai.
"Hah...?" Jari telunjuknya berputar seperti bor, reaksinya terlihat biasa saja, seperti sudah mengalami ini setiap hari.
Deri tetap menyerang dengan penuh amara, dia tidak peduli dengan jari Alan.
Alan dengan santai menghindar kesamping, dan menusuk…
****!
Leher Deri ditusuk dengan jarinya yang seperti bor.
"Nah, siapa lagi yang ingin di tusb*l?"