The Slayers

The Slayers
Chapter 60 (Season 2)



Saat ini, aku mempunyai poin status yang sangat banyak, aku jadi bingung ingin meletakkan poin ini dimana.


Jadi aku memutuskan untuk menambahkannya pada ATK, INT, dan LUCK. Tentu saja aku juga menambahkan poin status pada yang lain.


**beberapa menit kemudian...


"Fiuh, saatnya pulang."


Datang dengan ojol, pulang dengan berlari. Jujur saja aku lebih suka berlari dan melompat dari gedung, rumah tetangga, pohon, dan kadang bisa di kepala orang yang sedang menaiki motor.


Aku keluar dari portal dengan perasaan segar dan gembira. Setidaknya sampai mereka semua melihatku dengan tatapan kaget.


Jono dan Erga terkejut, tapi langsung menghampiriku dengan berlari. Aku punya perasaan tidak enak tentang ini, jadi aku lari secepat mungkin.


Untung saja AGI ku lumayan tinggi, jadi mereka tidak bisa mengejarku.


Tapi dugaanku salah, memang Jono tak bisa mengejarku, tapi tidak dengan Erga.


Dia seorang swordsman, tapi tidak kuduga akan secepat ini.


"Hei berhenti!, ada yang ingin kutanyakan padamu!!"


"Haha, tidak akan!"


Aku berlari di jalan sepi, diikuti oleh Erga. Melompat kesana dan kesini. Aku ingin meminta maaf karena rumah warga yang kupijak memiliki bekas. Tapi Erga membuatku harus berlari.


Kami berlari dari jalanan sepi ke jalan raya. Mobil dan motor berlalu lalang. Ada pula seorang Special yang menggunakan kekuatan nya untuk pergi ketempat tujuan. Tanpa biaya bensin, tanpa ada kecelakaan, mereka bebas kemanapun di udara.


Tapi mereka juga membutuhkan sebuah surat izin, yaitu SIS atau surat izin Special.


Bagiku yang merupakan Special tersembunyi, ini adalah hal ilegal.


Aku tidak bisa terbang, tetapi aku bisa melompat jauh. Dengan pose hewan buas yang kugunakan saat ini, aku bisa memanjat gedung tinggi.


Ku menoleh kebelakang dan melihat Erga tidak bisa mengejarku. Aku pun tertawa terbahak-bahak.


Aku tidak peduli, aku hanya akan pulang dan mencoba membuat sebuah potion.


*Setelah beberapa menit.


Aku tiba di atap rumah dan turun. Aku mengambil kunci rumah dari saku jaket dan membuka pintu rumah.


Pintu rumah kubuka dan kututup. Rumah peninggalan paman dan bibi menjadi sangat suram dan menjadi seperti tempat hidup vampir.


Tapi aku akan membiarkan nya tetap seperti ini. Tempat ini menggambarkan perasaanku saat ini yang suram. Bahkan sampai sekarang perasaanku suram.


Aku duduk disofa yang empuk dan mengingat hal tadi.


Para murid yang kubenci kecuali Via, masuk ke Akademi Slayers paling bergengsi di Indonesia.


Mari kita flashback sebentar ke waktu semasa aku belum keluar sekolah.


Saat dimana aku belum mendapatkan kekuatan ini, saat dimana aku belum menjadi Special, saat dimana aku belum bisa merusuh dimanapun.


Saat dimana aku terbully oleh 5 orang itu. Entah apa yang kulakukan, tapi aku seperti bahan bully favorit mereka.


Mereka adalah 5 orang Special yang selalu mencari mangsa demi kesenangan pribadi mereka, tetapi ada satu cewek yang tidak membully ku, itu adalah Via.


Dia cewek yang baik, bukannya membully orang-orang, dia malah membantu orang-orang. Dia baik, cantik, sempurna, dia adalah cinta pertamaku.


Setiap melihat dia, hatiku selalu menguat dan berseri-seri. Yah, tapi cerita romansa ku harus berakhir sebelum dimulai.


Ini mungkin terdengar lebay, tapi hari itu, hatiku patah dan tidak pernah bersatu lagi.


Saat itu cuaca sedang cerah, aku melewati lorong dan aku melihat di lapangan sekolah, ada dua orang.


Satu adalah Via dan satu adalah Nusa. Disitu Nusa menyatakan cintanya.


Dan Via...