
Hal yang paling epik dari film pahlawan adalah mengalahkan monster yang lebih besar dan kuat darinya. Apalagi jika satu lawan satu.
Sekarang, Johan melayang tepat didepan muka pemimpin red troll yang sangat tinggi, gendut, kuat, ganas, dan jelek.
Meski tingginya 3x lebih darinya, tapi Johan tidak takut. Johan malahan tegar dan menatap dengan sangat tajam. Mata emasnya seperti sedang beradu tatap dengan mata merah pemimpin red troll.
Setelah beberapa menit bertatapan, Johan menghilang dari tempatnya dan pemimpin red troll juga melesat dari tempatnya.
Pemimpin red troll dengan ganas menusukkan Johan, tapi Johan dengan gesit terbang kesana-kemari sehingga trisula milik pemimpin red troll hanya menusuk udara kosong.
Johan yang berterbangan sana sini menyerang pemimpin red troll. Sayangnya, tebasannya tidak dalam dan hanya menggelitik pemimpin red troll.
Via dan lainnya juga tidak hanya diam. Mereka ikut menyerang bersama-sama dengan pengecualian Niji yang masih bersembunyi sambil menonton teman-teman setimnya bertarung. Melihat itu, Niji merasa dia sangatlah tak berguna dan teman-temannya seperti pahlawan yang menantang raja iblis.
Lagipula, dia hanyalah thief, seorang yang hanya bisa mencuri sesuatu dan sangat tidak berguna dalam pertarungan langsung.
Begitulah pikirnya, tapi pikiran Johan berkata lain. Johan yang sedang bertarung sengit dengan pemimpin red troll berbisik dengan volume suara yang tidak akan didengar oleh siapapun disitu. Dia menggunakan skill [Message of Salvation], yaitu skill yang bisa mengirim bisikan atau pesan kemanapun sesuka hati, tapi tergantung jarak. Mengirim pesan ke jarak yang jauh akan membutuhkan banyak mana.
Saat berbisik, sebuah cahaya keluar seperti angin dan terbang dengan cepat menuju kearah Niji.
Bisikan tersebut sampai ke telinga Niji, itu membuatnya sangat kaget. Tapi juga membuatnya lega dan senang.
Dia mendengar suara Johan dengan cara misterius yang mengatakan "Sebentar lagi, aku akan melepaskan trisula itu darinya, disaat itulah, gunakan skill [Steal] milikmu".
"Ah, begitu toh."
Niji tersenyum bahagia, ternyata perannya adalah mencuri senjata dari pemimpin red troll. Karena sudah tau apa tugasnya, dia menonton dengan perasaan senang sebelum akhirnya menyadari kalau yang dia curi adalah trisula segede gaban milik pemimpin red troll. Dia mulai tidak yakin lagi dan menganggap kalau perintah Johan adalah candaan belaka. Tapi rupanya tidak, dia melihat Johan yang memakai salah satu skill nya yang membuat pedangnya dilapisi oleh api membara yang panasnya luar biasa.
Johan langsung melesat dan mengincar tangan kanan pemimpin red troll yang mana tangan itu yang memegang trisula miliknya.
Meski kulit pemimpin red troll sangat keras dari red troll biasa, tapi pedang yang dilapisi oleh api milik Johan mempunyai panas yang tidak main-main. Sehingga saat Johan menebas tangan kanan troll itu, kulit pemimpin red troll perlahan meleleh dan putus. Itu membuat pemimpin red troll berteriak kesakitan dan sangat kesal.
Tangan pemimpin red troll yang meleleh jatuh ketanah. Pemimpin red troll dengan cepat ingin mengambil nya, tapi anggota lain mencegah hal itu dan menepis tangan pemimpin red troll untuk mengambil trisula nya kembali
Niji rasa ini waktu yang tepat untuk menggunakan [Steal], tapi Niji masih ragu bagaimana dia bisa mencuri benda sebesar dan sepanjang itu. Dia merasa permintaan Johan sangat gila.
Saat dia bimbang, secara tiba-tiba, tubuhnya terangkat dan dia terbang ke langit. Ternyata itu adalah Johan yang membawanya. Johan membawanya di ketinggian yang menakutkan, Niji bahkan hampir pingsan.
"Niji, gunakan [Steal]!"
"Tapi-"
"Tidak apa, memang begitu mau ku."
Masih dengan kondisi ragu, Niji mengangkat tangannya dan menggunakan [Steal]. Mendadak, trisula raksasa itu berteleportasi di tangan Niji, tapi trisula itu segera jatuh karena tangan Niji tak bisa mengangkat trisula itu.
Johan tersenyum bahagia, rencananya berhasil. Dia menggunakan [Message of Salvation] lagi. Kali ini tujuannya adalah El, dia menyuruh El untuk merapal mantra penghancur yang kuat. Johan juga berbicara pada Seraphim.
"Sera, bawa Niji ketempat aman."
[Baik!]
Johan mengunakan [Angel wings] pada Niji, akibatnya, Niji mendadak punya sayap. Tetapi sayap itu membawa Niji menuju tempat Aman.
"Eh apa- aaaahhh!!"
Niji berteriak dengan panik karena dia terbang dengan kecepatan tinggi dan mendarat di tempat yang cukup tersembunyi.
Sementara itu, Seraphim kembali kebelakang Johan dan membuat Johan melayang. Tepat saat Johan kembali terbang, dia menggunakan [Trinity chain].
Tiga lingkaran magis muncul dibelakang Johan, membentuk pola segitiga. Dari ketiga lingkaran sihir itu, keluar masing-masing lima rantai dan mengikat trisula raksasa itu kemudian Johan dengan sekuat tenaga melemparnya ke atas langit lebih tinggi lagi.
Dibawah, El sedang merapal sebuah mantra. Disekitar El ada lingkaran sihir berwarna ungu. Anggota lain sedang sibuk menyerang pemimpin red troll dan sesekali melindungi El. Kadang-kadang, El mejadi sasaran pemimpin red troll, tapi pemimpin red troll cepat teralihkan oleh yang lain. Anggota lain menyerang dengan kompak, meski serangan mereka tidak berdampak banyak, tapi tetap saja, pemimpin red troll masih terluka dimana-mana.
"[******** fireball]."
Bisikan halus keluar dari mulut El. Akhirnya dia bicara meski hanya berbisik, bahkan dia tak mau bicara disekolah. Tapi sekarang dia menyebutkan sebuah mantra yang aneh.
Seketika, suasana disana menjadi aneh, mencekik, dan tidak nyaman.
Bahkan, Johan bisa merasakan hawa tidak enak itu di udara.
"Perasaan macam apa itu?"
[perasaan ini... mustahil!]
"Kenapa?"
[Seharusnya aura ini tidak ada disini! Siapa anak itu?]
[....memang para warlock harus diwaspadai.]
"Kenapa?"
[Aku akan menjelaskannya nanti, kau hanya perlu fokus pada rencana mu.]
Johan tak lanjut bertanya lagi, dia masih penasaran apa yang membuat Seraphim resah.
Johan lanjut melihat kebawah, melihat api ungu membakar pemimpin red troll dengan cepat. Api itu sangatlah panas dan melelehkan kulit pemimpin red troll hingga gosong. Pemimpin red troll bertambah ganas, serangan yang dilancarkan menjadi lebih kuat dan agresif. Para anggota terpaksa mundur sejauh mungkin. Mereka juga bisa terkena dampak apinya jika terlalu dekat dengan pemimpin red troll
Saat itulah, dari atas, Johan mendorong trisula raksasa dengan kecepatan tinggi. Itu tampak seperti meteor yang akan jatuh ke bumi.
Pemimpin red troll menoleh keatas dan melihat bahwa trisulanya akan jatuh padanya. Dia tidak bisa menghindar, trisula itu langsung menusuk pemimpin red troll hingga mati. Hal itu juga menimbulkan gelombang dahsyat. Anggota lain hampir terpental karena gelombang itu, untung saja mereka bisa bertahan.
Setelah gelombang itu berakhir, debu-debu yang berterbangan juga hilang, memperlihatkan Johan yang berdiri di ujung trisula. Penampakannya sangatlah heroik dan berwibawa.
"Sudah kubilang, kau cocok jadi pemimpin."
Johan melompat dari ujung trisula raksasa ketanah. Dia menjawab kata-kata Via sambil tertawa.
"Menjadi pemimpin tidak buruk juga, tapi kalau bisa, aku tak ingin menjadi pemimpin lagi."
Semuanya tertawa kecuali El dan Rise yang hanya tersenyum.
Portal tiba-tiba terbuka di belakang Johan. Itu karena bos dari portal sudah dikalahkan.
"Ayo kita pulang."
Dengan begitu, penyerangan portal berakhir.
***
"urrrgg!"
Alex menggeram kesal karena dia terus-menerus diejek oleh dua monyet bersayap yang mukanya tersenyum puas sambil melempar kulit pisang besar ke wajah Alex.
Alex terprovokasi dan dan memanjat pohon, dan masih di lempari kulit pisang yang besar.
"B*jingan kalian!"
Alex semakin cepat memanjat dan akhirnya dia merasa bisa mencapai dua monyet bersayap itu, tapi saat dia melompat, dua monyet itu tentu saja terbang menjauh.
Alex terkejut dan jatuh ketanah. Membuat badannya sakit dan frustasi. Alan pun ikut frustasi melihatnya.
"Kenapa dia melompat, astaga."
Alan benar-benar menyesal membawa mereka sekarang. Seharusnya mereka lebih dilatih lagi.
Alex bangun dengan kemarahan besar. Tapi dia ingat kata-kata Alan.
'Jangan marah kecuali diperlukan, jika kau marah, maka kau kalah. Tapi itu tentu tak berlaku untuk orang yang lebih lemah darimu. Jika kau melawan orang yang lebih lemah darimu, kau bebas melakukan apa saja, tapi tetap waspada.'
Alex akhirnya menenangkan diri dan mencari cara untuk melawan mereka. Dia belum kepikiran cara apapun.
Dia masih dilempari oleh kedua monyet itu. Tapi dia berhasil menghindar dan menangkis. Lama-kelamaan, persediaan pisang mereka habis dan mereka marah. Membuat kedua monyet itu mengeluarkan cakar tajam dan menyerang Alex.
Alex tidak menduga itu, tapi dia sudah dapat dalam posisi bertahan dan akhirnya serangan itu mengenai pedang Alex.
Alex bertahan selama beberapa detik dan mendorong monyet itu, serangan monyet kedua putih pun ditangkis.
Kali ini Alex mencoba menyerang, tapi karena kedua monyet itu terbang, mereka terbang menjauh.
Alex mencoba mengingat saran dari Alan, dia akhirnya mengingat satu yang bermanfaat untuk situasi seperti ini.
'Kalau kau lawan banyak musuh, tangkis serangan pertama dan langsung serang yang kedua. Lakukan itu seterusnya hingga musuhnya habis.'
Dia mencoba menerapkan cara bertarung seperti itu meski dia tahu kalau itu tidak akan muda.
Monyet pertama mulai menyerang, Alex dalam posisi bertahan dan menangkis serangan tersebut dengan cepat. Alex dengan gesit langsung menusukkan pedangnya ke monyet kedua. Monyet kedua terkejut dan tidak sempat menangkis, akhirnya monyet itu mati.
Monyet pertama terkejut dan marah, dia berniat menyerang Alex. Tapi secara cepat, Alex menghadap kebelakang dan menebas leher monyet itu dengan sekuat tenaga sampai pedangnya terlempar hingga menancap pohon.
Dia akhirnya berlutut lemas dan ngos-ngosan. Alan yang melihat itu terkagum dan menepuk tangannya.
"Wow, sepertinya aku terlalu meremehkan kalian berdua."