The Slayers

The Slayers
Chapter 179 (Season 4)



Sebelumnya....


"Ibu, kita mau kemana?" Ella, yang mengenakan gaun mungil berwarna putih, bertanya.


"Kita akan jalan-jalan. Kalian pasti bosan dirumah terus. Ibu ingin jalan-jalan dengan kalian." Balas Ling hua dengan lembut.


"Apakah kita akan beli baju, Ibu?" Nissa bertanya dengan ceria.


"Tentu saja!"


"Makanan," kali ini Riria yang bertanya.


"Boleh! Ibu akan membelikan apapun yang kalian mau!"


Mendengar itu, ketiganya langsung bersorak ria.


"Xiao mei, siapkan mobilnya!" perintah Ling hua.


"Sudah siap, Nona!"


"Bagus," Ling hua memuji Xiao mei, dan langsung berbicara pada ketiganya. "Ayo anak-anak, kita berangkat!"


Mereka serentak keluar dari markas Guild. Didepan markas, terdapat mobil berwarna merah. Mobil itu cukup untuk delapan orang. Meski begitu, yang jalan-jalan hanya mereka ber-empat saja.


"Ayah tidak ikut, Bu?" Ella sedari tadi ingin menanyakan hal ini. Tapi, dia menahannya karena berpikir siapa tau ayahnya ada diluar, menunggu. Sayangnya, diluar pun tidak nampak batang hidung ayahnya. Karena itu, Ella langsung saja bertanya.


"Ayah mu ... Dia nanti akan gabung dengan kita. Dia sedang berjalan-jalan dengan temannya. Nanti juga dia akan telepon Ibu." Ling hua masih asing dengan julukan Alan sebagai ayah. Rasanya seperti suami istri. Kesannya sangat canggung. Tapi, Ling hua berusaha untuk membiasakan diri meski agak sulit.


"Ayo anak-anak, masuk kedalam mobil."


"Oke," serentak ketiganya masuk kedalam mobil. Ling hua dan Nissa berada di bangku depan. Riria dan Ella berada dibangku tengah.


Ling hua menginjak gas dan melaju ke jalanan. Mobilnya melintas dengan kencang, tapi masih dalam batas kecepatan.


Dalam beberapa menit, ke-empatnya sampai didepan mall yang besar dan megah. Ling hua memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Ling hua keluar pertama, dan membantu Ella serta Riria untuk turun. Nissa bisa turun sendiri.


"Ayo anak-anak," Ling hua memegang tangan Ella di tangan kanannya, dan Riria di tangan kirinya. Nissa berjalan disekitaran mereka, menengok-nengok kearah toko-toko yang beragam.


"Ibu! Aku mau es krim!" Nissa menunjuk kearah es krim rasa matcha. Ella dan Riria juga ingin es krim. Ling hua langsung membelikan es krim yang berbeda-beda untuk mereka. Nissa mendapat rasa Matcha, karena dia suka hijau;Ella mendapat rasa blueberry, karena penampilannya yang menarik;dan Riria yang mendapat rasa vanilla, karena dia suka rasanya.


Ling hua sendiri memesan rasa coklat. Ketiganya makan bersama selagi berjalan-jalan.


"Ada apa, Ella?"


"B-boleh aku minta beli b-baju?" Ella bertanya dengan malu-malu.


"Beli baju? Yang mana? Bilang saja, ibu akan belikan kok."


"Y-yang itu, Bu." Ella menunjuk gaun berwarna putih, dengan corak berbentuk kupu-kupu biru.


"Wahhh, indahnya." Ling hua mendekati gaun itu, dan akhirnya menyuruh Ella untuk mencobanya. Ternyata, sangat cocok.


Cekrek ... Cekrek ... Cekrek ....


Ling hua terus memotret Ella dari berbagai sisi.


"Kyaaaa! Lucu sekali!" ucap Ling hua selagi mengecek foto-fotonya.


"Nissa, Riria, kalian berdua mau beli baju juga?"


"Mau, Ibu," jawab Nissa, di ikuti dengan anggukan Riria.


Setelah itu, isi dari galeri Ling hua hanyalah foto dari ketiga putri angkatnya saja. Foto-foto itu diambil dari berbagai sudut.


Ling hua yang melihat isi galerinya berulang kali, langsung berteriak dalam diam.


Ke-empatnya kemudian berjalan-jalan ketempat yang mereka inginkan, selagi menunggu waktu untuk jalan-jalan bersama Alan. Tapi...


"Dimana orang gila itu?"


"Orang gila? Siapa itu, Bu?"


"B-bukan siapa-siapa, Nissa. Ibu hanya asal ngomong."


"Ayah belum datang kah, Bu?"


"Belum nak, mungkin sebentar lagi."


Ling hua pusing dengan pertanyaan yang datang. Alan yang sudah janji untuk jalan-jalan dengannya malah tidak ada kabar. Sudah ditelepon sebanyak apapun juga tidak dijawab olehnya.


Setelah beberapa saat, Ling hua memutuskan untuk jalan-jalan lagi. Kali ini pergi ke taman. Namun, saat sampai disana, yang dia temui hanyalah orang-orang yang ramai berkumpul karena suatu alasan....