The Slayers

The Slayers
Chapter 78 (Season 3)



"Besok ya? Kira-kira kalau aku belum menjadi Special, aku akan terpilih tidak ya?"


Saat ini, Alan sang protagonis sedang merenung. Dimalam yang dingin ini, dia memakan es krim. Dia menggigit es krim dengan cepat hingga habis. Dengan mulutnya yang masih memiliki sensasi dingin, ia memasukan permen mantis rasa mint dan minum air. Mulutnya secara ajaib mengeluarkan uap dingin. Belum cukup cukup sampai situ, dia mengambil vial berisi cairan biru muda, semuda langit biru.


Dia mengalirkan mana pada vial berwarna biru cerah itu dan cairan itu menyala terang. Didepan Alan, sebuah lingkaran sihir berwarna biru muda perlahan-lahan terbentuk. Huruf-huruf yang tidak dikenal mulai muncul, berputar dengan sebuah lingkaran berpola rumit dan bintang besar berada ditengah-tengah. Dia menghembuskan nafas, membuat embun beku mengalir melewati lingkaran sihir.


Seketika, embun beku yang hampir tak dapat dilihat langsung menjadi badai beku yang membekukan jalan, pohon, lampu, dan tanaman.


"Kombo yang bagus, sayangnya, hal yang diperlukan terlalu banyak dan ribet. Aku juga tidak bisa memakan es krim ku dengan cepat."


Meski mukanya tidak menunjukkan ekspresi apapun, dalam mulutnya terasa sangat dingin. Mulutnya terasa seperti kulkas, ditambah lagi dengan mantis rasa mint yang digabungkan dengan air.


Alan kemudian menghilang dari tempatnya, kabur kerumah tercintanya sebelum aksinya diketahui oleh orang. Mungkin dia akan berurusan dengan orang tua yang dia temui dan ditanyai pertanyaan tidak jelas, padahal itu seharusnya saat dimana ia akan langsung pulang dan menikmati kehidupannya kembali.


Tapi pada akhirnya, dia menjalani kehidupannya dengan tenang, ditambah lagi, karena menjadi Alchemist dan bekerja sama dengan Ling Hua, dia menjadi sangat kaya dalam sekejap. Memang itu semua karena efek dari Grimoire yang dia dapat dari pelelangan. Tak hanya dia yang mendapat untung, Guild Chaos juga dapat.


Alan yang awalnya berjongkok, sekarang berdiri. Tubuhnya segera menghilang dari tempat itu. Dia muncul di atap gedung tinggi dan memanjangkan tangannya dan menggapai tembok gedung, kemudian ia mencengkram tembok gedung hingga jari-jarinya menembus tembok. Saat itulah, ia mulai menggelantung seperti salah satu superhero favorit orang-orang.


Dia terus bergelantungan hingga dia sampai kerumahnya. Dia melakukan pendaratan yang sempurna dan keren. Sayangnya, tanah yang ia pijaki sekarang retak karenanya.


Tidak ingin orang malam-malam keluar dan memarahi dirinya, ia langsung mengeluarkan kunci rumah dan membuka pagar.


Tapi...


Tubuhnya secara tiba-tiba merinding, tubuhnya perlahan bergetar, tapi dia segera tenang. Perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan. Sejak keluar dari portal, Alan sudah jarang merasakan ketakutan. Tapi, hal yang dia rasakan adalah perasaan tertindas yang dulu selalu ia rasakan. Dia segera mencari sumber dari perasaan tersebut.


Dan akhirnya dia menemukan sumbernya.


"Holy ****!"


Dilangit malam, terdapat awan hitam yang berpusar seperti badai. Dan ditengahnya ada raksasa hitam yang terlihat seperti manusia kurus tanpa gizi;hanya tulang belulang yang kelihatan dan sangat menonjol. Raksasa itu mempunyai gigi yang banyak dan tajam, matanya tidak hanya satu, perkiraan Alan tentang matanya adalah sekitar 70-an. Raksasa itu menggantung dilangit dan hanya setengah badannya yang keluar.


Dia ingin pergi kesana, tapi dia merasa tidak bisa kabur jika sudah melangkah ke area tersebut. Alan adalah tipe orang yang nekat. Dia memiliki 3 kategori untuk lawan. Pertama adalah orang yang ia yakin bisa menang atau bunuh. Dia akan langsung menantangnya dan menyerangnya dengan membabi-buta, tentu saja ia bisa tanpa ragu membunuh.


Kedua, adalah tipe orang yang bisa ia kalahkan dengan cara kotor. Orang seperti ini biasanya orang yang kuat, tapi mudah dibodohi, atau yang kalah pintar darinya. Dia mungkin bisa pura-pura bekerja sama dengan lawannya dan kemudian mengkhianati lawannya, meracuni orang itu, atau dengan jebakan. Pokoknya cara-cara yang licik akan dia gunakan, apapun untuk menang. Dan yang paling terakhir, ketiga adalah orang yang tak bisa ia kalahkan, biasanya adalah orang yang sangat jenius atau memang dia sangat-sangat kuat hingga tak ada yang bisa ia lakukan untuk menang bahkan dengan cara licik sekalipun.


Untuk raksasa itu, ia merasa tidak akan bisa menang untuk saat ini. Jadi ia berpikir untuk meningkatkan kekuatannya dan menguasai pertempuran ala-ala Alchemist terlebih dahulu, baru ia akan mencoba untuk berhadapan dengan raksasa itu.


Dia langsung membuka pagar, membuka pintu, dan mengunci pintu dan jendela dengan rapat. Dia juga menghalangi sinar bulan dari luar dengan gorden.


Alan dengan cepat mengambil handuk dan mandi. Setelah Alan mandi, ia langsung mengambil piring dan makan.


Dia makan dengan perasaan santai, meskipun perasaanya masih agak terganggu dengan hawa menindas dan menakutkan si raksasa.


Setelah ia makan, ia langsung mencuci piring dan minum air putih. Kemudian mengambil Grimoire:tale of Alchemist, membuka dan membaca berbagai halaman hingga ia menemukan halaman dimana ia menemukan gambar dan informasi tentang raksasa yang muncul dilangit.


Sebutannya adalah Colossus. Mahluk raksasa berwarna hitam yang sangat tinggi, kurus, dan menyeramkan. Colossus suka memangsa manusia, lidahnya sangat panjang dan mampu menyambar manusia dengan sangat cepat hingga si manusia tak tahu kalau salah satu anggota tubuhnya sudah hilang atau nyawanya sudah tidak ada.


Alan yang membaca informasi tersebut tiba-tiba sadar akan sesuatu. Cindy Miria, anak pak Budi yang biasanya mengantar hidangan di warung tersebut mempunyai rahasia yang luar biasa, dalam dirinya terdapat sebuah mahluk yang mempunyai Job 'Witch of Colossus.'


"Apa mahluk itu ada hubungannya dengan Cindy? Memang dia sangat mencurigakan."


Kemudian, dalam buku tersebut mengatakan kalau Colossus tidak bisa dibuat oleh Alchemist.


Hanya bisa disummon dengan lingkaran sihir dan mantra yang tepat. Satu lagi, para Colossus tunduk pada penguasa mereka. yang tidak lain adalah Witch of Colossus.


"Oh, memang Cindy ternyata."


Alan jadi bingung. Kenapa ada mahluk dengan kekuatan luar biasa mendiami tubuh seorang gadis yang terlihat polos dan cantik. Terlebih lagi, kenapa tadi muncul Colossus.


"Sepertinya aku harus menyelidiki Cindy lebih jauh lagi. Ditambah sepertinya... ah tidak, aku tak ingin merepotkannya."


Alan menutup Grimoire dan menyimpannya secara rahasia. Dia kemudian pergi ke kamarnya yang dipenuhi dengan poster game atau waifu kesukaannya, action figure, lemari yang dipenuhi dengan novel dan komik. Tak hanya itu, di mejanya terdapat komputer, laptop dan beberapa action figure.


Ada juga tv dan bantal untuk duduk. Tv di kamarnya biasanya untuk bermain game pli station, ex blox, nitendu, dan lain-lain.


Dia sejatinya hanyalah orang nolep yang suka bermain game. Sekarang pun sama, hanya saja waktu bermain gamenya menjadi kurang dan dia menghabiskan waktu untuk membuat potion dan bereksperimen.


Walau begitu, ia masih mempunyai skill gaming nya yang luar biasa.


Alan merasakan dorongan untuk bermain game. Tapi dia memutuskan untuk tidur.


...tidak, dorongan untuk bermain gamenya lebih besar dibanding tidur. Akhirnya dia memainkan game mmorpg kesukaannya dan begadang.


****Ganti ke sudut pandang Alex.


Suara alarm berbunyi, berusaha membuat Alex terbangun. Tapi tak seperti biasanya, dia langsung terbangun dengan wajah cerah.


Turun ke lantai pertama dan mengambil handuknya, kemudian mandi.


Ayah, ibu, dan adiknya kaget dengan kelakuannya hari ini. Pemandangan yang mereka lihat adalah hal yang sangat langka karena Alex adalah seorang pemalas yang selalu harus dibangunkan dengan paksaan untuk bangun dari kasurnya, itupun dia masih merasa ngantuk.


Tapi hari ini dia sangat bersemangat. Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Tak hanya oleh Alex, tapi semua orang diseluruh penjuru dunia.


Alex dengan cepat keluar dari kamar mandi, menjemur handuk basahnya dan bergabung ke meja makan.


"Kau sangat ceria ya pagi ini," kata sang Ayah.


"Tentu saja. Hari ini kan ada itu," balas Anna.


"Ada apa?" Tanya sang Ayah dan Ibu.


"Pemilihan Special!"


"Tentu, aku sangat bersemangat hingga nyaris tak tidur kemarin."


"Hah!? Kau tidak tidur lagi?" Tanya sang Ibu dengan amarah.


"Aku pada akhirnya tertidur, Ibu. Tenang saja."


Amarah sang Ibu hilang dan Alex menyelesaikan sarapannya. Dia langsung menyambar tas sekolahnya dan keluar dari rumah, menuju sepeda tercintanya.


Seperti kemarin, Alex berhenti di rumah Norga, dan mereka pergi bersama.


Saat diperjalanan, Norga bertanya kepada Alex.


"Kak Alex."


"Ya?"


"Apakah... kakak yakin kalau kakak akan menjadi Special?"


"Tentu saja, Norga! Kau juga harus yakin!"


"Tentu aku yakin, kak. Tapi hati ku merasa tidak tenang."


"Yakinlah! Kita berdua akan menjadi Special bersama dan menjadi duo Slayers yang akan dikenal oleh dunia!"


"Baiklah! Itu akan menjadi hal yang paling kunantikan!"


Mereka pergi kesekolah dengan perasaan bersemangat. Bahkan mereka memacu sepeda mereka dengan cepat tanpa mereka sadari.


****beberapa menit sebelum pemilihan.


Beberapa menit lagi, orang-orang akan menjadi rusuh. Berbagai perasaan akan meledak secara bersamaan diseluruh bumi.


Lima persen dari penduduk bumi akan dipilih untuk menjadi Special. Dan mungkin akan terjadi kerusuhan dimana-mana.


Ada beberapa hal aneh yang dilakukan oleh orang-orang. Seperti berkumpul di rumah ibadah dan berdoa, berkumpul di alun-alun entah apa yang mereka lakukan, di tempat kerja, di gunung, di hutan, di taman, dan dimanapun itu asalkan bukan dirumah. Entah apa yang mereka pikirkan, tapi orang-orang percaya kalau kau berada dirumah saat dirumah, kesempatan mu untuk menjadi Special itu rendah.


Memang konyol, tapi masyarakat langsung percaya begitu saja.


Karena itu, jalanan menjadi macet. Banyak orang berjalan kaki atau berlari ke tempat yang mereka yakini akan meningkatkan kesempatan mereka untuk menjadi Special.


"Lihatlah orang itu, mereka berlari ketempat lain dengan alasan konyol."


"Mau bagaimana lagi, begitulah mereka, percaya dengan hal yang tak masuk akal."


Alan saat ini sedang berada di kantor pribadi Ling Hua. Bersama dengan Ling Hua, ia melihat keluar jendela, memandangi orang-orang yang berlarian tak jelas.


"Memang ada tempat yang bisa menaikkan kesempatan menjadi Special, kalau ada tempat seperti itu sih, itu bagaikan tempat suci," kata Ling Hua.


"Ada kok tempat seperti itu, kau tak perlu menunggu pemilihan, kau hanya perlu pergi ketempat itu dan melewati sedikit kesulitan dan boom, kau menjadi Special!"


"Hah? Memang bisa? Tempat mana itu?"


"Kau ini sudah menjadi Slayers, jadi tak ada gunanya memberi tahumu."


"Ayolah, aku penasaran nih!"


"Tidak akan."


Ling Hua terus mendesak Alan untuk memberi tahu tentang tempat yang bisa membuat orang langsung menjadi Special, tapi pada akhirnya, Ling Hua menyerah.


"Hmmm, lama-lama bosan juga kalau menatap mereka terus-terusan."


"Kau mau main game."


"Ayo!"


Alan akhirnya bermain game dengan Ling Hua. Tapi tentu saja Ling Hua kalah terus-terusan.


****


Norga dan Alex berlari menuju alun-alun, mereka yakin kalau tingkat terpilihnya akan tinggi disana.


Banyak juga yang berada disitu, semua orang saling mendorong dan berdoa. Hitung mundur hampir berakhir, jantung mereka berdegup tak karuan.


5


4


3


2


1


Ledakan kebahagiaan dan kesedihan langsung memenuhi alun-alun. Bagi orang-orang yang terpilih, layar hologram akan muncul didepan mereka. Sementara yang tidak terpilih, tidak terjadi apa-apa.


Semua yang tidak terpilih langsung berteriak histeris. Sedangkan Alex dan Norga, layar status tak muncul didepan mereka. Mereka menunggu beberapa detik, beberapa menit, dan tidak sampai beberapa jam, layar status tak pernah muncul.


Mereka tidak terpilih menjadi Special.