The Slayers

The Slayers
Chapter 120 (Season 3)



Baru kali ini, aku dipojokkan hingga seperti ini. Memang ini level 50, tetapi naga yang kulawan ini sungguh merepotkan. Badai ini merupakan teritorinya, wilayah yang sudah dia kuasai. Dia bisa melawan arus udara yang begitu deras dan memanfaatkan udara disini untuk mempercepat pergerakannya. Bahkan, naga cahaya ini kelewatan menyebalkan!


"[Book of seven warlords, third technique:Banshee Zweihander]!"


Sekarang, pedang yang ku cengkram berubah menjadi pedang besar dan panjang, atau bisa disebut sebagai Zweihander, dengan mulut-mulut bertaring, tersebar diseluruh bilah pedang.


"Sini kau!" Teriakku, menantang naga itu secara terang-terangan. Naga itu mengaum dan melesat, menerima tantangan dariku.


Tak butuh waktu lama, pedangku dan cakarnya beradu dengan sengit, menimbulkan gelombang dahsyat. Sesaat, udara disekitar menghilang, sedetik kemudian, angin kembali berhembus dengan kencang seperti semestinya.


Aku bisa menahan serangan dari naga tersebut, tetapi tanganku kebas dan mati rasa. Tapi, inilah yang kuinginkan.


"....graaaahhhhhhhhhh!!!!"


Kekuatan pedang ini aktif, mungkin sudah terlihat dari namanya, Banshee. Dalam cerita rakyat Irlandia, wanita ini dikenal sebagai hantu wanita kurus sebagai pembawa pesan kematian. Dan yang paling ikonik dari Banshee adalah, teriakan dan tangisannya.


"Grahhhhhhhhhhhhh!!!"


Sangat puas untuk melihat naga ini kesakitan. Inilah efek dari Banshee Zweihander, pedang yang mampu mengeluarkan teriakan keras yang menyakiti mahluk hidup disekitar, tidak termasuk penggunanya.


"HeheheheheHAHAHAHAHAHA!!!!" Tawaku yang tak terkendali seketika keluar sebab akhirnya aku bisa melihat naga jahanam satu ini kesakitan. Puas sekali rasanya, yaaa, setidaknya sebelum dia berubah lagi.


Lagi-lagi, naga menyebalkan ini kembali kebentuk naga bayangan, yang membuat area sekitar menjadi gelap gulita.


"Sialan kau!"


Aku dengan cepat menyiapkan bom cahaya dan Spear of Hydra, karena kedua itu yang paling efektif. Tanpa bertele-tele, aku segera melesat dan melempar bom cahaya pada naga bayangan, disertai dengan Spear of Hydra yang dikelilingi oleh elemen cahaya.


Naga bayangan dengan cepat menepis bom cahaya yang tiba-tiba meledak diekornya. Spear of Hydra juga ikut menyertai, sehingga naga itu menderita luka yang tidak parah. Terdapat bekas luka pada ekornya yang merupakan sebuah kesempatan bagiku.


Dengan spirit walker, aku menancapkan pedangku pada luka pada ekornya dan efeknya diaktifkan.


".... graaaahhhhhhhhhh!!!!!"


Setelah terdengar suara teriakan, naga ini bergetar hebat dan perlahan tubuhnya rusak dari dalam.


"Rasakan!" Aku menekan pedangku dengan sangat dalam dan naga itu semakin kesakitan. Ini membuatku sangat puas, tetapi hanya sebentar. Naga itu secara tiba-tiba mengeluarkan aura hitam yang pekat dan seperti sebuah tentakel dari tubuhnya.


Aku tak sempat kabur, seperti ada yang menahan kaki, tangan, dan pedangku. Benar saja, tentakel hitam milik naga bayangan sudah menjebakku hingga aku tak bisa bergerak sama sekali. Tak sampai disitu, aku merasa ada yang kurang, apa ya?


"Ah..."


Kedua tangan dan kakiku, keempatnya lepas. Tak sempat terkejut ataupun melakukan sesuatu, angin kencang menerpa tubuhku yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.


Kemarahan meliputi diriku dan karena itu efek [Crazy Will] aktif sehingga kedua tangan dan kakiku kembali. Meski begitu, tetap tidak artinya, karena angin ini sangat deras sehingga sulit bagiku untuk bergerak. Berbeda dengan naga itu yang bergerak bebas dan leluasa, seperti dia tidak terikat dengan hukum disini, seperti bersatu dengan alam dan dia yang mengendalikan angin disini.


Tunggu, menyatu dengan angin? Selama ini aku selalu menolaknya, bagaimana jika aku menerima nya saja? Pernah ada yang bilang, menolaknya hanya akan menyakiti diri sendiri, maka dari itu terimalah. Entah siapa yang berkata seperti itu, tapi aku ikuti saja.


Seperti katanya orang-orang, aku mulai menerima angin itu dengan melemaskan seluruh tubuh ini. Dan, wow, angin ini membawaku entah kemana. Angin ini benar-benar menerbangkan ku jauh-jauh dari naga itu, tetapi naga bayangan itu mengejar dengan ganas.


Lama kelamaan, aku mulai nyaman dengan angin ini. Aku berharap bisa merasakan angin kencang ini saat aku berolahraga ditaman rumah. Tapi aku yakin jika hal itu benar-benar terjadi, maka aku yakin kota Surabaya benar-benar akan tersapu habis.


Tapi, aku tidak bisa begini terus. Aku tidak akan menang jika begini terus. Cara apa yang harus kupakai untuk mengalahkannya?


[Lihat arusnya.]


'Hmmm?' Suara siapa itu? Siapa yang berbicara? Bukannya hanya ada aku dan naga bayangan itu?


[Ikuti arusnya!]


'Apa maksudnya? Aku tidak mengerti?'


Aku mencoba melihat dengan teliti, dan ajaibnya, aku bisa melihat sebuah jalur angin yang banyak, seperti jalan raya. Namun, ini terlalu banyak dan bercabang.


[Sekarang, ikuti arus itu.]


'Ikuti arus?? Ahhhh terserah!'


Aku mencoba untuk 'berenang' di arus dan aku seperti mengarungi lautan yang deras. Perasaan ini sangat menyenangkan, serius.


Naga bayangan itu mengikuti arus yang sama denganku. Naga ini benar-benar niat.


[Apakah kau merasakannya?]


'Merasakan? Merasakan apa?'


[Kebebasan!]


'Hah? Kebebasan?'


Memang, kalau dipikir-pikir, aku merasa lebih leluasa. Aku merasa kalau aku sudah bersatu dengan arus udara tanpa penolakan.


[Benar, kau sudah bebas!]


'Ya, dan siapa kau?'


[Itu tidak penting sekarang, karena kau harus secepatnya menyelesaikan tugas ini! Kau harus mencapai mereka!]


'Aku sedang berusaha sialan, daripada banyak bacot, beritahu aku caranya! Naga ini sangat menyebalkan!'


[Kau mau tau caranya?]


'Masih nanya lagi!!!'


[Kalau begitu, apakah kau sudah siap?]


'Siap? Siap apa?' Yang benar saja, mahluk macam apa yang berbicara denganku? Suaranya menyebalkan dan bertele-tele. Tapi sepertinya dia tau tentang tempat ini.


[Bersiaplah, kau akan menerima sebuah kekuatan baru yang maha dahsyat dan luar biasa!]


'Tunggu, ap-'


Belum sempat bertanya lagi, secara mendadak, dadaku terasa sakit, jantungku terasa panas. Aku meronta-ronta secara liar karena rasa sakit ditubuhku. Kesadaranku hampir hilang, tubuhku sudah lemas dan hampir pingsan. Sebelum itu, rasa sakit yang luar biasa tiba-tiba tergantikan oleh perasaan hangat yang nyaman dan tenang. Perasaan ini, seolah-olah, aku sudah terbebas dari beban apapun, aku merasa tidak terikat oleh sesuatu.


Saat itulah, aku merasa rantai yang membatasiku sudah lepas. Dan, rasa tenang ditubuhku berubah lagi menjadi perasaan gila dan liar.


[Terimalah ini, kekuatanku!]


Suara itu berteriak lagi dengan semangat yang membara, aku terpengaruh oleh suara tersebut dan ikut menggila.


Awalnya, kukira rasa sakit yang kuderita, rasa tenang yang kualami, dan perasaan gila yang menguasai ku adalah kekuatannya. Tapi tidak sampai disitu, muncul layar hologram, kali ini berwarna emas dan terlihat mewah.


[Sub skill Martial Arts Houman Style:Fist of catastrophe mountain terbuka!]


[Sub skill Martial Arts Houman Aura Style:Divine Fiend Houman Form terbuka!]


Notifikasi ini, benar-benar, akan membuat tempat ini menjadi liar.