
protagonis kita,yang bersembunyi di gua sembari menunggu hadiah yang akan didapatkan olehnya,dia sangat antusias.
dia akan menetap di gua seharian. Dia sudah mengumpulkan buah dan air secukupnya untuk bertahan.
karena akan membosankan,maka mari kita pergi ke sudut pandang lain.
***
"Rise,ayo bangun!" Suara lembut dari luar kamar Rise,menyuruhnya untuk bangun.
"Baik..." Meskipun masih ngantuk tapi Rise memaksa bangun.
Rise membuka pintu kamarnya,dia terlihat lucu sambil mengucek mata kecilnya.
"akhirnya kau bangun Rise,cepatlah mandi kemudian makan." Yang berbicara adalah ibunya,begitu juga yang menyuruhnya bangun tadi.
"Baik ibu."
"Nanti kamu buka tudung sajinya ya!,ibu sudah memasakan nasi goreng untukmu."
Rise mengangguk dan melihat sekitar,ibu tau alasan dia melihat sekeliling.
"kakakmu tidak ada disini,kakakmu ada dibawah dengan ayah."
"ah,terima kasih ibu." Rise berterima kasih dengan nada datar.
'aww,anak siapa sih ini?,kenapa kakaknya tidak semanis ini saat seumurannya?'
"sudahlah,sana cuci muka dan mandi!,muka mu masih lemas dan terlihat ngantuk."
"iya bu."
Rise mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Setelah mandi selama 11 menit,dia memakai baju kesukaannya,baju berwarna abu-abu.
"nah,gini kan terlihat cantik dan manis,kalau kamu senyum pasti tambah manis!"
ekspresi Rise selalu datar,bahkan saat senang wajahnya masih terlihat datar. Tapi Rise penurut dan sopan.
Berbeda dengan kakaknya Grace yang selalu terlihat penuh energi tapi suka memberontak.
meski mereka mempunyai sifat yang bertolak belakang,tapi mereka saling menyayangi.
Rise yang dipuji oleh ibunya tersipu,dan tersenyum tipis sambil berkata,
"terima kasih ibu."
wajah sang ibu terkejut tak percaya.
'gyaaaaa!!!!!,manis sekali!!!' Teriaknya dalam hati sambil memeluk dan mencium pipi Rise.
"e-eh ibu,aku mau makan." Rise terkejut dan merasa tidak nyaman,tapi dia tidak berani bilang.
"eh,maaf ya nak ibu kelepasan." bicara ibu sambil mengedipkan mata kanannya dan menjulurkan lidahnya.
Rise mengangguk dan pergi kemeja makan.
"enak tidak."
"sangat enak bu."
sang ibu mengangguk puas dan tersenyum.
"Rise!"
saat Rise melahap nasi gorengnya,suara riang dari belakang memanggil Rise.
"Selamat pagi kakak." Yang memanggil adalah Grace,kakak Rise.
"selamat pagi putri kecilku." disusul dengan panggilan ayah mereka,Russell Randell.
"selamat pagi juga ayah."
Keluarga Randell,keluarga harmonis yang terdiri dari Russell Randell,Mia Randell,Grace Randell,dan Rise Randell.
dan mereka semua adalah Special,tapi hanya Russell,Grace,dan Rise yang punya kemampuan bertarung.
Mia,seorang ibu rumah tangga dan istri Russell hanya punya kemampuan memasak yang hebat.
"wah,sekarang istri ku habis memasak nasi goreng ya?" kata Russell yang berniat menggoda istrinya.
"jangan gombal!,ada anak-anak disini!"
Mia menjewer pipi kanan Russell,tapi dia senang karena Russell menggodanya.
tapi tentu saja,sekuat apapun engkau,kau akan selalu kalah dengan istrimu.
"hahahaha." Grace tertawa karena perilaku lucu orang tuanya.
*tiriririt*
suara ringtone hp terdengar,seseorang menelepon Grace.
saat Grace memakan satu suap nasi goreng, ia mengangkat teleponnya.
(selamat pagi Grace,bagaimana pagimu,apakah indah atau suram?)
yang menelepon adalah Grayson.
"pagiku baik pak,untuk apa kau meneleponku?"
(aku menyiapkan portal yang kau minta,untuk latihan dengan adikmu.)
"woah,terima kasih pak!"
(kalau begitu,datang ketempat yang kukirimkan,sekarang juga!,ajak adikmu juga ya!)
awalnya Grace senang,tapi terkejut saat dia disuruh untuk datang ketempat portal yang dimintanya.
"apa kau bercanda pak?,aku baru saja memakan satu suap nasi goreng!"
(cepatlah,disini ada Slayer pelatihan seperti kau dan adikmu,jadi karena dia masih pelatihan kau dan adikmu harus mendampinginya.)
"apa!?,kenapa!?" Grace terkejut,portal yang dimintanya untuk dirinya dan adiknya sendiri,dan sekarang harus berbagi.
(aku melakukan ini supaya cepat,bukannya repot jika menyewa orang lain untuk melatihnya.)
"grrrr,terserah aku ingin makan dulu!"
(baiklah-)
Grace mematikan telepon dengan kesal. Dan kemudian Russell tertawa.
"hahaha,sepertinya orang itu membuatmu kesal."
"ya begitulah,aku harus buru-buru,dan Rise,kamu juga ikut!"
"baik kak" mereka menghabiskan makanan mereka.
Grace pergi ke gudang dan mengambil jaket dan sabuk peluru. Grace juga mengambil senjata kesayangannya. Revolver kembar bernama silver&queen.
Sesudah persiapan dia kembali keruang tamu dan melihat adiknya sudah selesai. Rise memakai rok dan jaket abu-abu seperti kakaknya. dia membawa koper besar yang digantung dipunggung.
"baiklah,ayo berangkat."
***
ditempat yang dituju oleh sikembar,terdapat seorang pemuda berusia 17 tahun.
pemuda itu memakai mantel seperti jas dokter berwarna putih dengan corak emas. Pedang yang tersarung digantung di pinggang kirinya.
[kapan kita masuk Johan?] Suara wanita lembut bertanya pada pemuda yang bernama Johan.
"sabarlah Seraphim,mereka mungkin akan segera datang."
[aku tidak sabar untuk melihat perkembanganmu!]
"tentu,aku akan melakukan yang terbaik."
Johan berbicara pada Seraphim. Suara Seraphim hanya bisa didengar oleh Johan.
"omong-omong,aku dengar orang yang akan memanduku ada dua dan katanya mereka lumayan ahli."
[kau harus memperhatikan mereka,mungkin mereka bisa memberimu pencerahan]
"haha,itu pasti Seraphim."
saat Johan selesai bicara,sebuah mobil hitam datang. Pintu hitam itu terbuka dan keluar seorang… cowok atau cewek itu?, dan berikutnya keluar gadis kecil yang membawa koper berat.
"ah itu mereka."
[baiklah,berjuanglah Johan!]
"iya,Sera."