
"Haaaaah~" Aku menghela nafas yang sangat panjang. Waktu untuk bersantai malah muncul bocah yang ketimpa kejadian tidak jelas.
Perkenalkan,namaku Wiryanto. Kali ini aku ditugaskan untuk meng interogasi seorang bocah yang kena masalah...serius.
Sebenarnya pekerjaanku hari ini sudah selesai,tapi karena bocah tak jelas yang keluar dari portal,aku harus bekerja lagi.
'Menyebalkan!' Teriak ku dalam hati. Yang kuharapkan dari bocah ini,semoga dia bisa menjawab pertanyaan ku tanpa gugup dan bisa menjawab dengan jujur.
Melewati lorong yang panjang dan sering kulihat membuat diriku mengantuk. Sampai di paling ujung,ada sebuah pintu yang sangat umum dan biasa.
Dengan membawa sebuah kertas kosong dan satu bulpen untuk menulis. Aku masuk di ruangan yang hanya berisi meja dan dua kursi berhadapan.
Dan kali ini,lawan bicaraku adalah seorang bocah.
Bocah biasa yang masuk ke portal secara tidak sengaja,dan keluar setelah 7 bulan lamanya. Kasus yang cukup menarik,tapi aku lebih peduli dengan waktu bebasku.
Aku menarik kursi dan duduk didepan pemuda ini. Pemuda ini terlihat tenang,lesu,tidak bersemangat,udik,nolep,tak punya teman,nakal,tak punya akhlak dan jomblo pastinya.
"Selamat malam nak,namaku Wiryanto,kuharap kau bisa tenang dan jawablah dengan jujur,jawabanmu sangatlah penting." Meskipun aku malas,aku harus tetap bersikap secara terhormat. Anak itu mengangguk kecil dengan perkataan ku. Wajahnya yang masih lesu membuatku ingin meninjunya.
"Kau sudah siap?"Aku bertanya sambil bersiap untuk mencatat apa yang akan dia katakan.
Dia mengangguk lagi, sepertinya akan sulit untuk berbicara dengan anak ini.
"Pertama,siapa namamu?" Kumulai dengan pertanyaan paling mudah.
"Alan lexius." Hoo,nama yang unik.
"Berapa umurmu?"
Dia tidak menjawab sesaat dan kemudian menjawab.
"Aku berumur 17 tahun."
Aku terkejut,kenapa bisa seperti ini?
"Apakah kau benar-benar berumur 17 tahun?"
Dia terlihat bingung dan berkata sekali lagi.
"Aku berumur 17 tahun."
Tapi ini juga tidak bisa,kenapa?
"Kau benar-benar 17 tahun?"
Dia terlihat sangat kebingungan dan bertanya.
"Sekarang tahun berapa?"
"Sekarang 3 Januari 2026."
"Ah,aku berulang tahun kemarin,berarti sekarang umurku adalah 18 tahun."
Ini pun masih sama,ada apa dengan skill ku?
"Dimana keluargamu?,apakah keluargamu ada yang bernama Rendy?,orang itu sangat khawatir karena kau menghilang." Setelah bertanya seperti itu,wajahnya menjadi murung,tadi wajahnya yang sangat murung menjadi lebih murung lagi.
"Mereka sudah meninggal,sedangkan paman dan bibiku juga sudah meninggal. Dan yang bernama Rendy adalah kakak sepupuku yang kerja diluar negri."
"Bagaimana dengan sekolahmu,apakah kau murid berprestasi?"
"Bukan." Sebuah tanggapan yang sangat cepat,sudah kuduga.
"Kau punya teman?,orang yang kau suka?,pacar?,selingkuhan?,mantan?,rival?,orang yang ingin kau kalahkan atau habisi?"
"Pertanyaan bodoh macam apa itu,kau ingin mengintrogasi ku atau apa?"
"Jawab saja pertanyaanku."
Dia menghela nafas panjang dan kemudian menjawab semua pertanyaanku.
"Untuk teman aku hanya punya teman online,orang yang kusuka? Tentu ada,tapi cintaku sudah pudar dan aku tak peduli lagi,pacar? Dengan wajah seperti ini,memang ada yang mau?,selingkuhan? Pacar aja gak punya,mantan? Aku belum pernah pacaran jadi tidak,kalau rival juga tidak ada,dan orang yang ingin aku habisi...," Yang terakhir sepertinya ada,mengingat dia hanya menyebutkan teman online,bukan teman secara nyata.
"Orang yang ingin kuhabisi,...ada,...banyak."
"Hoo,terus apa keahlian mu?"
"Main game." Sekali lagi tanpa ragu,dia menjawab.
"Punya impian?"
"Ya."
Nah,sekarang sudah saatnya aku serius. Alasan aku menjadi pengintrogasi karena aku punya skill khusus yang bernama lie or truth.
Seperti namanya,skill ini dapat mendeteksi kebohongan dan kebenaran. Dari tadi dia menjawab dan malah muncul sistem error,ini akan sulit karena aku tak bisa mengetahui kebohongan atau kebenaran yang keluar dari mulutnya.
"Jadi,bisa kau ceritakan tentang apa yang kau alami saat kau masuk kedalam portal?" Pertanyaan paling utama dan tujuanku untuk mengintrogasi bocah ini.
Tatapannya mulai serius,mencoba berbohong ya?,tapi maaf aku bisa melihat kebohongan.
"Aku terjebak dalam portal selama 7 hari."
'cih,kenapa skill ini tak bekerja disaat seperti ini!?'
"7 hari?,kau bercanda?,kau sudah dikabarkan hilang sejak 7 bulan yang lalu!"
"Siapa yang mengabari?"
"Menurut pernyataan anak-anak ditempat kejadian,kau masuk karena ingin menghentikan mereka untuk menyentuh portal,tapi kau malah tersandung masuk dan portal itu menutup?" Aku ingin tertawa,tapi aku harus tetap serius. Tapi serius,aku ingin tertawa dengan keras.
"Ya,itu benar."
"Nah,salah satu dari anak-anak itu adalah seorang Special,dia yang lapor pada kami."
"Ah..." Dia tersenyum tipis,mungkin dia senang.
"Lanjutkan ceritamu."
"Huft,baiklah,jadi aku terjebak disana selama 7 hari,disana aku bertemu dengan monster yang ramah,bentuknya seperti monyet,tapi lebih menggemaskan."
"Monyet?,...menarik,seperti apa bentuknya?"
"Bentuknya seperti monyet dalam kartun,lucu,bersahabat,ramah,suka memberiku makan,dan mereka juga banyak membantu ku." Dia terus berbicara mengenai hal positif,portal macam apa itu?
"Mereka sudah seperti keluargaku sendiri,dan mereka juga membantuku untuk keluar dari sini. Para monyet dan aku mencari portal core supaya aku bisa pulang. Saat aku menemukannya,aku senang aku bisa pulang,tapi..."
Wow,seperti akhir dari film kartun saja,andai saja skill milikku bekerja,jika tidak error maka aku bisa memastikannya.
"Hiks...,para monyet itu sudah menganggapku seperti keluarga mereka *sniff*,saat harus berpisah dengan mereka *sniff* mereka terlihat sangat sedih,tapi mereka masih berusaha tersenyum meskipun air mata keluar *sniff*"
Kenapa jadi menyedihkan gini sih?,tidak pernah orang menyebutkan bahwa monster dari portal itu baik,ini pertama kalinya aku mendengar hal seperti ini.
"Jadi,kau keluar karena berhasil menghancurkan core portal dengan bantuan monyet,begitu?"
"Ya seperti itu."
"Kemudian,sepertinya ada perbedaan waktu antara portal yang kau masuki dengan bumi."
"Ya,mungkin begitu."
"Kalau begitu,yang terakhir..."
Aku mengambil ponsel dan memanggil bawahanku dan membawakan benda 'itu'
Setelah beberapa menit,bawahanku datang dan membawa sebuah alat berbentuk tablet tipis yang terlihat canggih. Benda itu diletakkan ditengah meja,dan aku berkata,
"Sekarang,taruh telapak tangan mu diatas tablet ini."
Dia bingung dengan perkataan ku dan bertanya.
"Alat apa ini?,apa fungsinya?"
"Ini untuk mendeteksi apakah kau itu Special atau bukan."
Anak itu terlihat ragu-ragu dan berkata,
"Eh untuk apa?,aku ini hanya bocah biasa."
"Oh iya kah?,kita akan buktikan dengan alat ini."
Anak itu tidak setuju dengan ini,aku curiga bahwa dia adalah seorang Special yang menyembunyikan kekuatannya dan kemungkinan dia mempunyai skill yang mampu memblokir skill milikku.
"Sudah tak usah takut,tidak akan sakit kok." Aku meraih pergelangan tangannya dan menempelkan telapak tangannya pada alat pendeteksi.
[*Piip* Anda bukan Special.]
'...Apa???'