
Semua orang bertarung dengan semangat dan amarah. Semua karena perkataan Mille.
Kali ini Mille melihat panel status miliknya, dia naik 14 level dan menaikkan status nya. Erga yang tadi diam juga ikut bergabung dalam pertarungan.
"Waktunya nyampah." Gumamnya. Dia menembak pelatuk pistol nya hinga banyak peluru yang keluar. Tapi dia tidak asal tembak, dia mengincar kepala monster yang sedang kesusahan atau sekarat.
**Boom!!
Kepala monster yang terkena peluru langsung meledak. Itu mengagetkan orang-orang.
Dengan santai Mille mengisi peluru pistol dengan magazine yang dia bawa.
Kemudian menembak lagi dengan cepat hingga peluru pistolnya membunuh para kobold di kepala.
Semua orang kaget dan kesal, menganggap bahwa dia hanya nyampah. Emang begitu kenyataannya.
Kemudian Mille berhenti menembak, menyimpan pistol nya dan berlari kedepan.
Mille bertarung dengan lincah dan brutal, sesekali dia melakukan breakdance dan kakinya menghantam kobold dan temannya sendiri.
"Hei!, hati-hati kalau menyerang!!"
Akhirnya Mille berhenti breakdance dan kembali ke pertarungan normal yaitu dengan tangan.
Mille meninju semua kobold dan itu membantu orang-orang dalam mengalihkan perhatian dan mereka bisa langsung melancarkan serangan.
Pertarungan selesai dalam 30 menit. Semua orang lumayan lelah jadi Erga memutuskan untuk beristirahat sebentar selama 5 menit dibantu dengan penyembuhan stamina dari para Priest.
Semua orang berkumpul dan berbicara, tapi tidak dengan Mille, dia menyendiri, duduk, bersandar di dinding dan membaca sebuah buku dengan seksama.
Semua orang memulai topik percakapan, tapi topik utama mereka adalah Mille. Mereka menggosipkan Mille dan tidak peduli apakah telinganya panas mendengar gosip dari mereka.
Erga hanya mendengar, sedangkan Jono dan Mira ikut mengejek Mille. Erga kemudian memperhatikan Mille sejenak dan kemudian terkejut.
Dia memang memegang buku yang memiliki corak yang bagus. Tapi matanya tidak mengarah pada buku, melainkan pada gerombolan. Menatap dengan tajam sampai pupil matanya yang merah menyala.
Erga takut dan penasaran apa yang dipikirkan oleh Mille.
'Gosip terus!, sampai kupingku kebakar!'
Ya, dalam pikirannya Mille mengutuk mereka semua karena gosip tentang dirinya. Dia juga melihat setiap pikiran dan statistik milik orang-orang.
Statistik milik orang-orang tidak buruk menurut Mille, yang jadi masalah adalah pemikiran orang-orang tentang dirinya, dia belum bisa menandingi mereka semua.
Mille naik level sebanyak 49 level, sekarang level nya 109. Beda jauh dengan mereka yang rata-rata berlevel 150 an.
Kemampuannya melawan kobold juga belum cukup, dia masih harus banyak meninju kobold dan menembaknya di kepala dan barulah kobold itu bisa mati.
Jadi dia memutuskan untuk nyampah dengan menggunakan pistolnya, head blaster, yang efeknya bisa menaikkan damage jika peluru yang ditembakkan mengenai kepala.
Sekarang Mille sedang membaca sebuah buku yang berjudul Book of 7 warlord. Dia sedang mempelajari isi buku tersebut untuk teknik pedang Greatsword of undead Emperor.
Tapi sebenarnya dia agak terganggu karena telinganya panas akibat gosip dari orang-orang. Volume suara orang-orang yang mencaci maki nya pun tidak rendah, bisa terdengar dari jauh.
Beberapa menit kemudian, mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali, Mille akhirnya bisa bebas dari gosip dan caci maki, setidaknya sampai istirahat berikut nya.
Mereka berjalan lagi sampai tiba di sebuah ruangan yang besar. Didepan juga ada jalan bercabang tiga.
"Eh, kita harus lewat mana?" Tanya Mira.
Erga dengan ragu menjawab.
"Kita akan berpenc-"
Kata-kata Erga terpotong karena dia terkejut dengan tindakan Mille yang berlari dengan santai kejalan Kiri.
'Apa-apaan!?'
"Hei, Mille!!"
Pada akhirnya, mereka berpencar ke masing-masing jalan.