
Pelajaran selanjutnya, pelajaran tentang portal. Tidak ada yang menarik dari sini. Karena, hal-hal yang diajari adalah hal-hal dasar. Semua anak pasti sudah tau akan hal itu. Meski begitu, aku tidak sampai menguap seperti anak-anak lainnya.
Untung saja gurunya itu masih baik dan tidak sampai memarahi.
"Baiklah, anak-anak, sepertinya kalian sudah bosan dengan materi yang terus-terusan diulang, ya?" Bu Nara, guru yang mengajar mapel portal.
Para murid tentu mengangguk, tak terkecuali aku. Bu Nara kemudian menatap kami dengan senyuman yang sangat lebar.
Aku penasaran dan membaca pikirannya, seketika, senyum itu menular padaku juga.
[Ada portal khusus untuk kalian!]
Aku melihat sekeliling dan para murid juga ikut tersenyum;yang tadi ingin tidur jadi duduk tegap;yang tadi suram jadi full senyum;dan yang tadi biasa saja, jadi tersenyum cerah.
'Mereka sudah tau...'
Dari reaksi mereka, sepertinya ini bukan pertama kalinya. Para murid yang lain sudah mengetahui arti dibalik senyum itu, kecuali Norga, Alex, dan Cindy. Mereka masih baru. Sedangkan aku tinggal membaca pikirannya saja.
"Kali ini akan jadi spesial anak-anak! Karena hanya akan ada satu tim!"
Murid-murid yang lain terkejut tak percaya. Hanya ada satu tim saja? Apa yang terjadi?
Bu Nara kemudian mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih yang besar. Saat kulihat dengan [Eyes of Sage], isinya adalah kertas-kertas yang dilipat sampai kecil, yang berarti itu adalah lotre.
"Baik anak-anak, silahkan maju satu-persatu untuk mengambil kertas lotre. Jika sudah ambil, jangan dibuka dulu ya! Dimulai dari bangku depan paling kiri!"
Mengikuti arahan dari Bu Nara, para murid mengambil lotre satu persatu. Aku tak akan mengintip punya orang lain, karena itu tidak akan seru.
"Selanjutnya!"
Akhirnya giliranku tiba. Dengan santai, aku berjalan ke panggung kelas dan memasukkan tanganku kedalam kotak sambil mengintip dengan [Eyes of Sage] untuk mengetahui kertas mana yang menjadi jackpot. Aku kemudian melihat ada dua kertas yang tulisannya berbeda dengan yang lainnya. Aku mengambil salah satu dan kembali ke tempat duduk ku.
"Gampang." Gumamku sambil tersenyum puas.
Sekarang, tinggal menunggu kejutan tim.
Setelah semua kertas diambil, Bu Nara menyuruh kami untuk membuka kertas itu. Suara kecewa langsung memenuhi kelas. Ada juga yang berwajah senang. Kemungkinan mereka yang mendapat jackpotnya. Aku sudah tau isi kertasku, jadi aku tidak menunjukkan reaksi apapun.
"Baiklah anak-anak, yang mendapatkan 'hadiah' langsung maju kedepan, ya!"
Aku dan anak-anak yang mendapat hadiah nya langsung maju kedepan. Saat berjalan kearah panggung kelas, aku terkejut akan satu hal, yaitu Zoel yang juga mendapat hadiahnya. Tidak hanya Zoel yang membuatku terkejut, tapi Via juga mendapatkan hadiahnya. Baguslah, setidaknya jika Alex, Norga, dan Cindy tidak mendapatkan hadiahnya, ada Via yang baik padaku.
Ada enam murid termasuk aku yang berada didepan. Ada Via, Zoel, El, Danu, dan Niji. Via untuk pertahanan serta penyerang. Zoel tidak diragukan lagi adalah penyerang dan pemberi buff. Untuk El, aku tidak tau apa perannya, bahkan jobnya tidak jelas. Kemudian Danu, dari yang kulihat, dia adalah Forest Ranger, ahli dalam melacak dan sangat unggul diarea hutan. Terakhir, Niji, seorang Thief dan levelnya yang paling rendah di kelas ini.
'Seharusnya, kombinasi ini cukup baik.'
"Baiklah anak-anak, selamat bagi kalian yang terpilih! Yang tidak terpilih, jangan kecewa ya!"
"Bagi kalian yang terpilih, bulan depan akan ada pertandingan antar kelas, dan kelompok ini yang akan mewakili kelas ini untuk bertanding!"
'Bulan depan? Ini mah masih lama!'
"Baiklah, sekarang pelajaran hari ini berakhir!"
Bu Nara segera meninggalkan kelas ini dan meninggalkan kami berenam didepan kelas. Kami saling menatap satu sama lain dengan canggung. Kecuali Zoel yang menatapku dengan sangat tajam dan penuh kebencian.
'...ini tidak akan mudah.'