The Slayers

The Slayers
Chapter 16



Setelah menjelaskan cara kerja skill ku pada mereka,tentu dengan sedikit kebohongan.


Grace mengernyitkan dahi dan menatapku dengan tajam. Bahkan Rise yang biasanya tenang pun penasaran sekarang.


'nih bocah napa bikin deg-deg an dah,Rise juga kenapa ikutan penasaran.'


Grace membuka mulut,tetapi tetap menatapku dengan tajam.


"skill mu beratribut cahaya semua ya?"


untung saja dia menanyakan hal yang sederhana.


"iya!" aku menjawab dengan cepat.


"kalau begitu,apakah kau malaikat yang menyamar jadi Slayers?"


'oh ****!' Aku malah disangka malaikat yang menyamar,kenapa dia bisa berpikiran seperti itu?


"aku bukan malaikat,aku manusia!" Aku memang bukan malaikat,aku hanya manusia Special. Hanya saja aku punya kekuatan malaikat.


"hmmm benarkah?" Tanya Grace sekali lagi.


"beneran!,aku tidak berbohong!" kataku tegas.


"kalau begitu bisa kau menunjukan status mu pada kami?" Permintaan yang merepotkan muncul,tapi bukan keluar dari mulut Grace,tapi dari Rise.


"eh,ke-kenapa aku harus menunjukan statusku?" aku mencoba mengelak,aku tidak bisa menunjukan status ku.


"supaya kami bisa percaya padamu." Ya memang benar menunjukan status langsung lebih mudah.


'tidak ada cara lain,Seraphim!'


[ya!]


Layar status muncul didepanku dan aku mengarahkannya pada Grace dan Rise.


[nama: Johannes satriaputra


umur:17


level:11


job:swordsman of light


Title:Good boy


Statistik:


MP:600/715


ATK:710


AGI:582


VIT:370


INT:606


DEX:413


LUCK:900


Active skill:[Holy way],[Angel eye's],[Angel wings],[Holy cross],[Fire ball],[Cross slash]


Passive skill:[Natural enemy of darkness]


equipment:


silver white coat


daylight necklace


one-handed white sword]


"kau…,kau sudah punya Job sebelum level 15?"


umumnya orang akan mendapat job ketika orang itu sudah level 15,tapi ada orang beruntung yang diberi job saat kebangkitan menjadi Special. Biasanya orang yang diberi job saat bangkit mendapat job yang unik.


"y-ya begitulah." untung saja ada kejadian seperti itu,meski jarang.


"Woah!!!"


"kau sangat beruntung kak Johan!"


mereka berdua takjub,dan aku juga takjub karena mereka takjub.


maksudku,aku takjub karena mereka berhasil dikejutkan oleh jobku,aku tidak menyangka kakaknya yang cuek dan galak dan adiknya yang datar tanpa ekspresi juga terkejut!


Tapi,itu bukan status asliku,jika mereka tahu status asliku,itu akan menggemparkan mereka.


aku memang level 11 dan title ku asli,tapi sisanya ada yang kurubah. Salah satunya adalah Job ku.


"haha,aku hanya beruntung."


"haaah,andai saja kamu orang itu." Orang itu?,sia membahas siapa kali ini.


suasana menjadi suram,bahkan Rise juga bersedih,siapasih orang yang dimaksud mereka?


"siapa yang kau maksud?" tanyaku karena penasaran.


"6 hari yang lalu,ada seorang anak sma yang masuk ke portal,dia terlihat seumuran mu,tapi…"


dia terlalu sedih untuk melanjutkan,tapi dia melanjutkan omongan nya.


"dia bukan seorang Special,dia hanya orang biasa."


"…apa?,bagaimana bisa?" Aku terkejut,orang bodoh mana yang memasuki portal?,kecuali kalau orang itu berniat bunuh diri.


Giliran Rise yang berbicara,


"saat itu aku dan teman-teman ku melihat portal saat bermain ditaman,salah satu temanku ingin menyentuhnya,tapi untung saja kakak itu menghentikannya."


hah?,aku bingung kemana arah pembicaraan ini.


"Sayangnya,saat kakak itu berlari kearah kami,kakak itu tersandung batu dan masuk keportal."


…aku tak bisa berkata-kata lagi,orang itu tersandung?,itu adalah hal yang sangat konyol!


"saat ini aku tak bisa membayangkan nasib kakak itu,pasti kakak itu…"


dia tidak melanjutkan dan mengeluarkan air mata.


aku juga ikut bersedih,malang sekali nasib orang itu.


*sebagai catatan,orang yang dimaksud saat ini sedang gabut,bosan,dan marah secara bersamaan. Dia memukul dinding dengan tinjunya dan kesakitan,menggambar ditanah dengan batu yang lancip,dan bahkan berbicara dengan mayat serangga yang secara tidak sengaja dia bunuh kemarin.*


Setelah istirahat beberapa menit istirahat,kami meneruskan perjalanan kami.


monster dalam portal ini sangat menggangu. Mereka terus berkeliaran secara random,ditambah lagi jumlah mereka sangat banyak.


"cih,nih monster napa pada mondar-mandir sih?" keluh Grace. Dia paling banyak mengeluh karena saat kita berjalan,akan ada Wooden liz yang menghampiri kita. Itu sangat menyebalkan dan menghambat waktu kita.


" hei,mari kita langsung ke tempat bos." Usulku.


"ada dimana bos nya?" Tanya Grace.


"Tidak jauh kok,hanya saja kita harus melewati ribuan monster." Kataku dengan santai.


"lagi-lagi kau mengatakan hal seperti itu dengan santai." Muka Rise memelas setelah mendengar bahwa jika kita mau ketempat bos,kita harus melewati ribuan monster.


"tenang saja,aku punya cara." Kataku percaya diri.


kemudian Rise membuka mulut,


"Jangan bilang maksud kakak adalah,menggunakan skill kakak dan menggendong kami,kemudian melempar kami ke pohon yang memiliki ruangan tersembunyi."


"wah kamu sangat pintar Rise,bagaimana kamu tahu?" Kataku dengan wajah polos sambil memuji Rise yang tahu isi kepalaku.


…dan hasilnya,aku dipukuli oleh Grace dan Rise.


Meskipun mereka berdua menentang rencana milikku,tapi mereka tak punya pilihan lain. Dan akhirnya kita melakukan itu sebanyak 3x.


"OOF!" Seperti tadi,aku memakai Skill [Angel wings],dan terbang kepohon. Aku kebablasan sampai menabrak lantai.


"hah hah hah,mau sampai kapan kita menggunakan cara seperti ini!?" ucap Grace sambil ngos-ngosan.


"tenang saja,sebentar lagi kita akan sampai!" kataku menjawab pertanyaan Rise.


"Awas saja kalau masih jauh!" katanya mengancam.


"beneran!,kita sebentar lagi sampai!"


tiba-tiba suara perut terdengar.


"lah,kamu lapar?" Aku menebak suara perut itu,jika benar dari Grace,pantas saja dia dari tadi sikapnya rese.


"kakak,aku lapar." Oh,ternyata suara perut Rise,itu sedikit tidak terduga.


"bertahanlah Rise,kita akan segera keluar setelah mengalahkan bos." Kata Grace meyakinkan Rise.


"itu benar Rise,tempat bos sudah dekat."


"baiklah,aku akan bersabar." Kata Rise.


"baik,ayo kita bergerak sekarang." Aku tidak mau berlama-lama disini,ditempat ini banyak monster mengerikan,dan aku belum makan siang.


""ya!""


Sebenarnya yang lapar itu bukan hanya Rise,tapi aku juga. Meskipun aku baru disini selama beberapa jam,tapi aku rindu rumah.


kami lompat kebawah dan segera berlari. Tentu saja para monster menyebalkan itu juga muncul. 6 monster ada didepan kami,dan Grace mengaktifkan skillnya.


[Multiple shoot]


Pistol ditangan kanan Grace menembakan satu peluru,tapi peluru tersebut membelah jadi 6 peluru, masing-masing mengenai kepala Wooden liz.


"kerja bagus Grace!,kini kita harus cepat!" Aku menyuruh mereka meningkatkan kecepatan larinya. Dan mereka langsung mendahuluiku.


Aku tidak mau kalah,jadi aku ikut meningkat kan kecepatan lariku.


*tempat bos


"hah…hah…hah,gila!,capek banget." Grace dan Rise ngos-ngosan setelah lari sambil melawan Wooden liz.


"Ayo kita pergi!,aku sudah tidak sabar untuk pulang!" kataku. Aku tidak suka tempat ini.


"iya."


kami bertiga melewati gerbang dari dua pohon yang cabangnya bersatu.


"hmm dimana bosnya?" Tanya Grace.


setelah bicara begitu,tanah mulai bergetar dan sebuah tanaman muncul.


[Mother Learo


lvl:28


statistik:


HP:5.120/5.120


MP:0/0


ATK:0


AGI:0


VIT:17.000


INT:0


DEX:0


LUCK:5


keterangan:Monster yang melahirkan Wooden liz,dapat melahirkan Wooden liz dengan jumlah Ratusan ribu dalam seminggu.]


Statistik bos ini sangat unik,hanya VIT dan LUCK yang dia punya,sisanya 0.


Tapi VIT nya lumayan tinggi,dan HP nya juga sangat tinggi.


'ini akan merepotkan.'


Grace segera menembak monster itu.


HP:5.048/5.120


Buset,tebel banget HP nya.


[Johan,gunakan skill beratribut api!]


'ah iya juga ya!' Biasanya kayu lemah dengan serangan api.


[fire ball]


HP:4.548/5.120


'bagus!,seranganku efektif!'


"hei!,serang dengan skill beratribut api!"


"oke!"


Grace menembak monster itu hingga pelurunya habis dan mengaktifkan skill


[Fire bullet]


"aku juga!"


[Second Chance]


"lagi!"


[Second Chance]


[Buff berevolusi!]


[Second Chance→Triple Chance]


pelurunya terisi dengan peluru api,dan dia menembakannya. Diikuti dengan buff dari Rise,Grace menembak peluru api 36 kali.


HP:4.374/5.120


"belum cukup!"


Grace mengaktifkan skill nya yang lain.


[Stielhandgranade]



*bagi yang tidak tahu.*


Seperti nama Skillnya,muncul stielhandgranade ditangan nya,dan dia melemparkannya kearah monster


HP:3.659/5.120


"bagus!" Grace senang serangannya efektif.


tapi kesenangan nya tak bertahan lama,dari kulit Mother Learo,timbul banyak tangan. Perlahan keluar Wooden liz berjumlah sekitar 500 an.


"apa!?"


"tenang." Aku tetap tenang,karena…


[Holy cross]


saat aku mengaktifkan skill ku,ratusan salib cahaya muncul dilangit dan jatuh menusuk ratusan Wooden liz.


tidak semua wooden liz kena seranganku,tapi…


"meledak!"


Salib cahaya yang menusuk Wooden liz meledak. Wooden liz disekitarnya terkena dampaknya.


"Lu-luar biasa!” Grace takjub dengan skill ku,semua Wooden liz berubah menjadi abu.


"Aku tidak akan kalah!" Rise membuka koper yang dia bawa dipunggung nya. Isinya adalah bazoka yang menggunakan mana sebagai peluru.


BOOM


suara ledakan akibat bazoka Rise. Rise pun jatuh berlutut,sepertinya tembakan tadi menghabiskan semua mana yang dimilikinya.


"Grace,apakah cooldown skill mu sudah selesai?"


"Sudah!" Grace menjawab pertanyaan ku sambil menembak.


"Bagus,ayo serang bersama-sama!"


"baiklah,ayo!"


kami berdua mengaktifkan skill


[stielhandgranade]


[Holy Cross]


ratusan Salib cahaya muncul dan menusuk Mother Learo. Grace juga melempar stielhandgranade yang dipegang nya.


BOOM…


kombinasi Skill kami menghasilkan ledakan yang dahsyat.


HP:1.397/5.120


"apa!?" Serangan gabungan kami ternyata belum cukup.


kulit kayu Mother Learo terbakar dan ada yang hancur,menampakkan jantung nya yang berdetak.


"ap-" Grace terkejut dengan jantungnya,tapi tanpa pikir panjang aku langsung melompat dan menyerang dengan skill ku.


[Cross slash]


dan-


***


sudah sore sejak Johan,Grace,dan Rise masuk dalam portal dan belum kembali.


Matahari sudah setengah tenggelam,dan tiba-tiba portal spiral muncul.


Dari portal keluar Grace,Rise,dan Johan.


"waah,tadi menegangkan sekali."


"ya,tadi sangat seru!" Johan mengakhiri nyawa Mother Learo dengan serangannya tadi.


"hei kak Johan,apa aku benar-benar boleh menyimpan ini?"


Johan terkejut,dia barusan memanggil namaku?,dia tidak pernah memanggil nama Johan dari tadi.


"boleh kok,lagipula atribut nya tidak cocok untukku."


"kalau jubah ini?" Giliran Rise yang bertanya.


"boleh."


drop dari bos Mother Learo adalah Learo boost dan Learo cloak.


""terima kasih!"" mereka berdua berterima kasih padaku.


"tak masalah,aku juga berterima kasih karena tadi merupakan pengalaman pertamaku dalam menjelajahi portal."


"aku pergi dulu ya!" Johan berbalik dan menjauh.


"kak Johan." Grace memanggilku.


"ya?"


"kapan-kapan,apakah kak Johan mau membersihkan portal bersama kami?"


Johan terkejut,dia tidak percaya kata-kata seperti itu akan keluar dari mulut Grace.


"tentu!"


"kalau begitu,mari kita bertukar nomor telepon!"


Akhirnya Johan bertukar nomor telepon dengan Grace dan Rise.


dan akhirnya Johan pergi sambil melambai pada Grace dan Rise,mereka juga membalas lambaian Johan.


[kurasa berteman mereka adalah hal yang baik]


"tentu saja,mereka adalah orang baik!"


dan,hari ini berakhir baik bagi Johan.


…begitu juga dengan protagonis kita di alam lain.