The Slayers

The Slayers
Chapter 36 (Season 2)



'Beraninya dia!'


Aku adalah tipe yang tidak suka dipandang rendah. Apalagi oleh orang yang lebih rendah dariku.


Aku tak bisa menerima penghinaan ini. Aku akan membuat rencana untuk membunuhnya atau temanku yang akan membunuhnya.


Karena kondisi Dere,kami berdiskusi apa yang akan dilakukan. Kami memutuskan untuk istirahat.


Portal yang satu ini,dangat indah sekaligus aneh. Jaring-jaring yang menempel disetiap dinding bercahaya,tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.


Karena itu,kita tak perlu api unggun. Menikmati cahaya alami,membuat kami tenang. Tidak,ini sangat canggung.


Semua orang duduk melingkar,Dere yang pingsan berbaring disebelah kiriku.


Semua orang,termasuk Derey dan aku,menatap Mille. Aku yakin semua orang heran tentang dia.


'Bagaimana seorang pembawa item yang memiliki level 1 bisa memotong tangan Dere?' Aku yakin semua bertanya dipikiran mereka.


Kalau dipikir-pikir,apakah dia memang level 1? Dia orang yang tinggi,bahkan lebih dari Derey. Tinggi Derey adalah 178cm,sedangkan tinggi Mille kira-kira sekitar 180cm.


Tapi emang kekuatan fisik diukur dari tingginya?


Kalau dipikir,orang ini memang agak misterius,tapi siapa peduli?


'Aku akan menghabisinya.'


Setelah beberapa menit,Dere bangun dengan tangan kanannya yang diperban.


"Eh,apa yang kalian-…eh?" Dere yang sedang mengumpulkan nyawa,melihat tangan kanannya.


"Dere,tenanglah,aku bisa menjelaskannya." Aku menyuruh Dere untuk tenang,tapi sepertinya itu tak akan berhasil.


"Aaaah…,aaaah…,AAAAAH!!!"


'Haaah~~,astaga.' Dere memang orang yang tak bisa tenang. Dia gampang terpancing dan gampang untuk dipengaruhi.


"Tanganku…,DIMANA TANGAN KANANKU!?"


"Tenang Dere,aku-" Aku tahu ini akan mustahil dengan hanya mengatakan tenang. Orang ini benar-benar susah diurus.


"KENAPA BISA BEGINI!?,SEBAIKNYA KAU JELASKAN DENGAN RINCI!" Dere berteriak dan menarik kerah bajuku,aku bisa merasakan ada air diwajahku,liur Dere keluar saat dia berteriak.


"Tenang,aku akan menjelaskannya secara rinci padamu." Aku melepaskan tangan kiri Dere yang menggenggam kerah bajuku,secara perlahan tentunya. Setelah itu aku mengelap wajahku dengan tisu,aku selalu membawa tisu kemanapun.


"Ah..." Dere akhirnya ingat dengan apa yang terjadi,dia tersadar. Derey yang menerima taruhan dari Dere tersenyum puas.


"Kami mati-matian menahan serangan darimu,kau sangat ahli saat dirasuki." Nah,sebentar lagi,bagian terpenting dari ceritaku.


"Saat kau menyerangku dengan kuat,pedangku terlempar."


Aku berhenti bercerita sejenak,melihat kearah teman-teman ku,mereka berharap hal yang sama denganku.


Derey,dia orang yang jujur,tapi jumlah kami lebih banyak. Lagipula,kami sudah lama berteman,harusnya dia akan memihak kami.


"Pedangku yang terlempar dan jatuh tepat didepan Mille,dia mengambilnya dan..."


"Dia berniat membunuhmu."


Wajah Dere,terkejut bukan main,dalam sekejap dia menoleh kearah Mille,menatapnya dengan penuh kebencian.


"Tapi,aku memiliki ide,aku menyuruh Mille untuk memotong lengan kananmu."


"Awalnya dia ragu,tapi akhirnya dia mencobanya." Kebohongan ini membuatku merasa jijik dengan diriku sendiri,tapi disaat yang sama,aku bangga dan merasakan kemenangan.


"Itu benar,Mille benar-benar ingin membunuhmu,kami mati-matian menahan seranganmu,tanpa berniat melukaimu sedikitpun."


"Yah,itu wajar,lagipula Mille hanya orang luar."


"Tapi,harusnya dia berpikir lebih cerdas lagi,untunglah ada Dery."


Ini…,sangatlah menyenangkan,Aku menang jumlah dan Derey terkejut,tapi dia tetap diam.


Mille yang menunduk,akhirnya berbicara.


"Itu benar,aku minta maaf,aku akan menerima apapun keluhanmu,Dere."


Jawabannya membuatku bingung,dia mengikuti alurnya tanpa pembelaan?


"Kau…" Dere,yang mendengar kata Mille,


"Bajingan!" Dere berlari dan meninju wajah,bukan,wajah yang ditutupi topeng putih.


Aku yang melihat itu hanya bisa bilang,


'Mampus!'