The Slayers

The Slayers
Chapter 53 (Season 2)



"…ahh?"


Aku bangun dari tidur, mengumpulkan nyawa untuk melanjutkan aktifitas.


Sekarang sudah jam 23:50, sebentar lagi akan berganti hari. Aku harus memilih untuk lanjut tidur atau tidak. Bukan pilihan yang sulit.


Aku tidak capek dan aku harus membaca Grimoire itu, dan mungkin aku akan berburu untuk menaikkan stats.


Aku mengambil Grimoire lagi dan membaca isinya. Masih sulit untuk memahami buku yang satu ini.


Tapi aku perlahan bisa membaca isinya.


[INT anda meningkat +15]


Stats ku meningkat karena membaca buku ini, aku tidak heran karena beberapa equipment atau item bisa menaikkan stats sampai batas tertentu.


[Anda mendapat skill:Fusion potion]


[Anda mendapat skill:throw potion]


[Skill anda naik level:Create health potion level 1->3]


[Skill anda naik level:Create mana potion level 1->3]


[Skill anda naik level:Create Elemental potion level 1->3]


[Skill anda naik level:Create stamina potion level 1->3]


'Mantap!'


4 skill langsung naik level, apalagi naik langsung level 3. Emang tidak salah aku mengincar Grimoire ini.


Nah, aku akan membaca lagi sampai selesai chapter 1.


.....sangat panjang.


Butuh 3 jam untuk menyelesaikan chapter 1.


[INT anda meningkat +15]


[INT anda meningkat +15]


Sekarang INT ku 917.


Lumayan lah, meningkatkan tanpa harus mengotori tangan. Tapi nanti aku juga akan bergabung di penyerangan.


Aku langsung menyalakan komputer ku dan melihat permintaan.


Lumayan banyak, tapi hanya satu yang membuatku tertarik yaitu raid portal tingkat hyena.


Portal dengan mana stone yang banyak, bisa dijual dan membeli bahan.


Dan maksimal anggota 30, sisa 2 slot yang tersisa dan aku mengirim profil ku.


Untung saja tidak ada syarat rank, karena aku tidak terdaftar jadi aku tidak punya rank, aku termasuk dalam kategori Mercenary.


"Saatnya memakai topeng Mille Pattes lagi."


Kemudian aku menyarakan shower dan mencuci muka, dengan begini ada luka bakar yang parah dimukaku.


"Hahaha, yang punya skill regen mah bebas."


Kemudian aku mengambil topeng putih polos dengan dua lubang untuk melihat. Dan dua lubang untuk bernafas.


Kemudian aku berangkat ke lokasi dengan ojol.


***Ditempat penyerangan.


"Hmm, ada orang yang mendaftar lagi." Kata Erga.


"Berapa?" Tanya wanita disebelahnya, Mira.


"Cuma satu."


"Berarti tinggal satu ya?" Kemudian disebelah Erga ada orang dengan tubuh kekar dan berkulit hitam, Jono.


"Iya, tapi aku rasa kita bisa menyelesaikan portal ini dengan hanya 29 orang." Kata Erga.


"Beneran?" Tanya Mira tidak yakin.


"Iya, orang yang mendaftar jobnya adalah martial artist." Ucap Erga.


"Baguslah kalau begitu." Ucap Jono lega.


...beberapa menit kemudian orang yang datang menggunakan ojol.


Orang itu menggunakan topeng putih yang polos. Dia turun dan membayar uang ojek.


Dia mendekat ke gerombolan orang yang memakai perlengkapan untuk bertarung, banyak jenis job yang ada. Warrior, archer, shielder, priest, thief, mage, dan spearman.


Erga yang melihat itu langsung menghampiri nya.


"Hei, selamat datang dan terima kasih karena sudah ikut dalam raid ini." Ucap Erga dengan ramah. Erga adalah orang tampan dan mempunyai karisma yang kuat. Bisa terlihat dari cara dia berbicara.


"Ah ya, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Mille, Erga agak kaget karena ada perasaan tidak enak yang keluar dari Mille dan pupil matanya juga berwarna merah seperti darah.


Dia memakai jaket hitam yang memiliki hoodie. Ditangan kanannya ada sarung tangan yang memiliki corak tengkorak yang timbul.


"Bagus." Erga tersenyum ramah kepada Mille Pattes. Dia tidak menanyakan alasan dia memakai topeng, dia berpikir mungkin itu alasan pribadi.


Kemudian Erga berbicara dengan lantang.


"Perhatian!!" Mendengar suara yang lantang dan tegas itu, mereka semua menoleh. Erga yang berdiri agak jauh dari gerombolan, disamping kiri dan kanannya ada Mira dan Jono. Mira adalah seorang priest dan Jono adalah seorang axeman. Erga sendiri adalah swordsman.


"Karena anggota kita sudah cukup untuk melakukan raid, mari kita masuk kedalam portal." Ucap Erga.


"Shielder bersama dengan warrior, swordsman dan martial artist berada didepan, kemudian archer, thief, dan spearman berada di belakang shielder dan yang lainnya, kemudian yang terakhir Priest dan mage berada dibarisan paling belakang." Jelas Erga.


Orang-orang yang mendengar memiliki berbagai macam reaksi, ada yang mengangguk, ada yang antusias, ada yang ngantuk, ada yang tidak bereaksi, yang bucin dengan pasangannya, bahkan sampai ada yang cinlok.


"Baiklah semuanya, mari kita masuk!"


Semuanya pergi kearah portal dan masuk.