Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 99 Kompensasi



Hana dan yang lainnya kembali merasa senang melihat Ratu Rushi telah dibebaskan dari hukuman, berkat dukungan dari Ratu Agung.


Tidak lupa Ratu Rushi berterima kasih kepada mereka, karena ini tidak akan terjadi jika bukan karena para bawahannya.


‘’Yosh, aku tidak sabar pergi ke rumah makan. Hana, kau juga akan ikut seperti biasa,’’ kata Ratu Rushi.


Ia memerintahkan Mozaru untuk menyiapkan kuda sambil menyuruh yang lainnya bersiap. Namun, di saat bersamaan Raja Raion datang bersama Tora. Melihat kedatangan pria itu membuatnya kembali kesal.


‘’Ada apa lagi? Ratu Agung sudah membebaskanku,’’ ketus Ratu Rushi.


‘’Aku ingin bicara berdua dengan Anda,’’ kata Raja Raion.


Ratu Rushi tersenyum remeh. ‘’Bicara? Saat itu aku berusaha bicara padamu, dan kau tidak mendengar. Kenapa aku harus mendengarmu juga? Pergilah dari sini!’’


Ia menatap Tora membuat pria itu sedikit mundur, sehingga sebelah alisnya terangkat melihat tingkah manusia setengah harimau tadi.


Raja Raion memerintahkan semua orang keluar, membuat Ratu Rushi semakin kesal.


‘’Aku tidak ingin bicara denganmu. Kalau kau tidak mau pergi, maka aku yang akan pergi,’’ kata Ratu Rushi berlalu melewati sang Raja.


Saat itu juga Raja Raion menarik tangan wanita itu sebelum ke dalam pelukannya. Ratu Rushi melotot dan terbelalak.


‘’A-Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!’’ berontak Ratu Rushi.


Namun Raja Raion memeluknya semakin erat. ‘’Jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah mendengarkan apa yang ingin kusampaikan.’’


Ratu Rushi berdecih sambil meronta-ronta. Tapi, ia dikalah kekuatan oleh pria itu membuatnya pasrah.


Melihat Ratu Rushi menjadi tenang dan diam, barulah ia bicara. ‘’Aku minta maaf.’’


Tiga kalimat singkat itu berhasil membuat Ratu Rushi sedikit terkejut. Raja Raion meminta maaf karena telah merebut hal yang paling penting dan disukainya dengan mengurungnya di dalam kamar.


Ratu Rushi tersadar kalau pria itu salah paham, dan mengartikan salah ucapannya saat di meja makan tadi.


Padahal suasananya sudah sedikit menyentuh. Eh? Apa yang baru saja kukatakan? Ehem! Meskipun niatnya memang tulus, aku masih kesal kepadanya. Benar juga. Dia harus membayarnya, kata Ratu Rushi.


‘’Apa itu?’’ tanya Raja Raion.


Ratu Rushi langsung mendorong Raja Raion dan merapikan pakaiannya. ‘’Ehem! Di dunia ini hanya ada 2 jenis aturan, dibayar atau membayar. Jika kau melakukan kesalahan, maka ada kompensasi.’’


‘’Dengan kata lain, kau memiliki permintaan, dan aku harus mewujudkannya?’’ tanya Raja Raion.


‘’Binggo! Setelah memperlakukan diriku tidak adil, kau harus membayarku,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Aku murni meminta maaf, jadi katakan apa yang kau minta. Aku akan membayar kesalahanku,’’ kata Raja Raion.


Terukir senyuman di bibir Ratu Rushi. ‘’Aku ingin Holiday.’’


......................


Ratu Agung, Siruversh dan Putri Rukaia menoleh sambil mengerutkan dahi. Sebelumnya, Raja Raion ingin memberitahu ibunya mengenai hal tersebut, tapi kebetulan Siruverash dan Putri Rukaia juga ada di sana, membuatnya sekalian memberitahu semua orang.


‘’Holiday di musim dingin seperti ini? Kenapa Yang Mulia tiba-tiba ingin melakukan hal seperti itu?’’ tanya Ratu Agung.


‘’Aku baru mendengarnya. Apakah itu semacam ritual Yang Mulia?’’ tanya Siruverash.


‘’Bukan. Holiday adalah masa liburan yang dialami semua orang. Contohnya kita satu keluarga melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk bersantai sambil membawa barang perlengkapan,’’ kata Raja Raion.


Mendengar penjelasan pria itu membuat Putri Rukaia mendukungnya. Meski dibalik niatnya ia ingin memanfaatkan liburan itu agar semakin dekat dengan Raja Raion. Siruverash memberi saran untuk tidak terlalu cepat mengambil keputusan. Tapi Ratu Agung merasa itu akan menyenangkan karena belum pernah dilakukan.


‘’Jadi kapan hari baik kita akan berangkat Yang Mulia?” tanya Ratu Agung.


‘’Besok pagi setelah kita membereskan barang-barang apa saja yang akan dibawa,’’ kata Raja Raion.


‘’Ini hampir sore. Kalau begitu, kita harus berkemas untuk perjalanan besok,’’ kata Ratu Agung.


Raja Raion mengangguk dan akan menuntun mereka agar membawa barang apa saja yang diperlukan saat Holiday.