Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 105 Teman



Ratu Rushi mengerutkan dahi tanda kesal karena Raja Raion tidak bergerak sama sekali. Ia pun menghampiri pria itu dan menariknya dengan kasar.


Deg!


Melihat wajah sendu dari Raja Raoin, membuat cengkeraman Ratu Rushi melemah. Tidak peduli apa yang sedang menimpa pria itu, setidaknya ia sudah menyuruhnya kembali. Ia pun berbalik untuk pergi, namun niatnya terhenti saat tubuhnya ditarik ke belakang.


‘’Apa yang kau lakukan?! Beraninya memelukku!’’ seru Ratu Rushi menyikuk perut Raja Raion sehingga pria itu melepaskan pelukannya.


Ia berbalik dan hendak menghajar Raja Raion, tapi niatnya terhenti saat melihat pria itu pasrah dan sudah bersujud di tanah.


Sebenarnya ada apa dengan pria ini? Kenapa wajahnya begitu sedih? Apakah seseorang sedang melukainya? Tapi siapa juga yang berani membuat Raja mereka sedih seperti ini, ucapnya dalam hati.


‘’Ratu, kumohon jangan membenciku,’’ kata Raja Raion.


Ratu Rushi tersentak mendengar ucapan pria itu. Ia langsung memasang raut wajah bodoh sambil tersenyum kaku.


Jadi aku sendiri pelakunya, ucapnya dalam hati.


Dengan wajah sedih, Raja Raion menundukkan kepala.


‘’Kau selalu bersikap kasar kepadaku, tapi bersikap lembut kepada Rodigero. Hubungan kita juga tidak sedekat hubunganmu dengan adikku. Berbeda denganku yang selalu membuatmu marah, saat bersama Rodigero, kau selalu tersenyum dan merasa senang. Aku sudah dengar kalau Rodigero berada disampingmu meski semua orang menolak keberadaanmu. Dibandingkan Rodigero yang menemanimu dan memberi dukungan, aku tidak pernah memperhatikanmu selama di istana dan langsung mengirim dirimu ke pengasingan. Sudah seharusnya kau membenciku,’’ ungkap sang Raja.


Apakah dia baru saja mengatakan kalau dirinya cemburu kepada adiknya sendiri? Heh, kata Ratu Rushi dalam hati.


Ia kembali terkejut melihat pria itu menangis.


Astaga! Dia menangis? Seorang Raja menangis di hadapanku? Woah, ini moment bersejarah. Andai aku memiliki ponsel, aku akan mengabdikan gambar ini agar semua orang di masa depan melihatnya, kata Ratu Rushi dalam hati.


Namun, ada sedikit rasa bersalah di dalam hati Ratu Rushi. Setelah dipikir-pikir, pria itu memang selalu ingin bersamanya, tapi ia malah mengusirnya dan memperlakukannya sangat kasar. Ya, itu karena pertemuan konyol pertama mereka membuatnya selalu kesal kepada Raja Raion.


‘’Kau sangat nyaman saat bersama Rodigero. Tapi, aku juga adalah suamimu. Tidak bisakah sekali saja jangan membenciku?’’ mohon Raja Raion.


Setelah dipikir-pikir, dia sebenarnya juga tidak bersalah. Aku menghindarinya dan tidak ingin bersamanya karena tidak ingin terlibat konflik dengan paman dan Rukaia. Mereka berdua tidak menyukai keberadaanku, apalagi jika bersama dengan pria ini. Haa … Rasanya memang tidak adil jika aku dan Rodigero baikan, tapi tidak dengannya, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Lalu perlakuanmu selama ini apa maksudnya jika tidak membenciku?’’ tanya Raja Raion.


‘’Itu karena kau bodoh,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Ha?’’ tanya Raja Raion tidak percaya.


Tidak lama kemudian, ia tersadar sambil mengingat pencapaian wanita itu. ‘’Benar juga. Meskipun aku adalah Raja, tapi aku tidak memiliki pengetahuan asing seperti dirimu.’’


Kenapa kau menganggapnya begitu serius? Semua itu berasal dari zaman modern, dan zaman kuno seperti sekarang ini tentu saja tidak akan tahu, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Kalau begitu, aku akan menjadi pintar agar kau tidak membenciku,’’ kata Raja Raion.


Ratu Rushi membuang wajah dengan ekspresi bodohnya sambil tersenyum kaku.


Aku tidak tahu kalau pria ini juga bodoh, ucapnya dalam hati.


‘’Jika kau canggung dengan hubungan suami istri, kita bisa memulainya dengan hubungan teman terlebih dahulu,’’ kata Raja Raion.


Ratu Rushi tidak menyangka pria itu akan mengatakan hal tadi, sampai membuatnya tersenyum dan mengangguk. ‘’Deal.’’


‘’Deal?’’ bingung Raja Raion melihat wanita itu mengulurkan tangan.


‘’Ini seperti kita membuat kesepakatan,’’ kata Ratu Rushi meraih tangan Raja Raion agar membalas uluran tangannya.


‘’Oh, jadi begitu, ya?’’ senyum Raja Raion mengikuti alur.


Setelah melihat kedua orang tadi pergi, barulah kedua predator yang sejak tadi memantau memperlihatkan diri ke permukaan air.


‘’Kakak, kita sudah gagal untuk menghabisi Raja Raion. Jika saja Ratu Rushi tidak datang, kita pasti sudah membalaskan dendam.’’


Predator yang satunya memicingkan mata. ‘’Kita ubah rencana! Sama seperti diriku yang tidak pernah bisa melupakan cara mereka … Dengan cara yang sama, aku akan membalas kedua pria itu sampai mereka juga tidak akan pernah melupakannya.’’