Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 32 Mengetahui Kebenaran



‘’Rodigero?’’ panggil Ratu Rushi.


‘’Iya?’’ tanya Pangeran Rodigero.


Untuk sesaat Ratu Rushi terdiam karena merasa ragu. Tapi, ia tidak berniat mempermainkan perasaan pria di depannya itu.


‘’Apa yang akan kau lakukan, jika di dalam tu—‘’


‘’Aa! Kau di sini rupanya!’’ teriak Shika memotong ucapan Ratu Rushi.


‘’Aku tahu kau akan mencari kesempatan untuk mendekati Yang Mulia. Jadi kami bertiga menyelesaikan pekerjaan kami dengan cepat,’’ kata Yagyu.


‘’Aku tidak masuk hitungan, dan hanya menyimak,’’ kata Usagi.


Shika dan Yagyu langsung menatap manusia kelinci itu dengan kesal. ‘’Apa kau berniat menghianati kami dan berpihak kepada pria penipu itu?’’


‘’Ahaha, aku tidak berniat menghianati siapapun. Aku ini pihak netral dan mendukung semuanya,’’ senyum Usagi.


Pangeran Rodigero mengabaikan ketiga pria tadi dan kembali fokus kepada Ratu Rushi. ‘’Tadi, Yang Mulia ingin mengatakan apa?’’


‘’Berhenti mengalihkan topik dengan menggunakan Yang Mulia sebagai alasannya,’’ kata Shika.


‘’Yang Mulia ingin mengungkapan perasannya barusan, tapi kalian mencegahnya,’’ kata Pangeran Rodigero sengaja.


‘’Pembohong!’’ kata Yagyu dan Shika kompak.


Ratu Rushi menghela nafas sambil memegang kepalanya. ‘’Rodigero, berhentilah menggoda mereka, dan kalian berdua … cobalah untuk berteman dengan Rodigero.’’


‘’Yang Mulia terlalu baik kepadanya. Bukankah dia sudah menipu kita saat pertama kali bertemu?’’ tanya Shika.


‘’Dia juga selalu mencari kesempatan dan perhatian di depan Yang Mulia. Kami hanya ingin melindungi Yang Mulia,’’ kata Yagyu.


Pangeran Rodigero terharu. ‘’Kalian sampai ingin melindungiku seperti itu.’’


‘’Kami bicara tentang Yang Mulia! Bukan mengenai dirimu,’’ kata Yagyu dan Shika bersamaan.


‘’Hee~ jika kalian ingin melindungi Yang Mulia, maka itu juga sama ingin melindungiku,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Ha? Kau ini terlalu percaya diri. Memangnya siapa kau sampai bisa membandingkan dirimu dengan Yang Mulia?’’ tanya Shika.


Sebelah alis Pangeran Rodigero terangkat, sambil ia tersenyum. ‘’Tentu saja aku adalah Pangeran Rodigero, adik Raja Raion.’’


‘’Kau? Kau menyebut dirimu sebagai adik Raja? Ahaha! Kalau begitu, aku adalah sepupu dari Raja hahaha!’’ tawa Shika.


‘’Puff! Pangeran Rodigero, ya? Namamu memang mungkin sama dengan adik Raja, tapi kau tidak perlu mengaku sebagai dirinya. Hmhehe, kau benar-benar membuat perutku sakit karena tertawa,’’ kata Yagyu.


Pangeran Rodigero dengan wajah polos mengerutkan dahi. ‘’Tapi, aku memang Pangeran Rodigero.’’


‘’Usagi, kau dengar itu? Aa! Benar juga! Salam kepada Pangeran Rodigero, humhehe,’’ kekeh Yagyu yang berakting memberi hormat.


Shika juga membungkuk hormat sambil tertawa. ‘’Dengar, ya? Di dunia ini, kami hanya mempercayai ucapan Yang Mulia. Jadi, sebelum Raja Raion mendengar kau mengaku sebagai adiknya, lebih baik hentikan leluconmu, atau kau akan dihukum mati.’’


‘’Dia memang adik Raja Raion suamiku,’’ kata Ratu Rushi menyela pembicaraan.


Yagyu dan Shika langsung terhenti dari tawanya.


‘’Yang Mulia pintar bercanda juga,’’ kata Shika.


‘’Dia memang Pangeran Rodigero,’’ kata Ratu Rushi datar.


‘’Yang Mulia bercanda, kan?’’ tanya Yagyu.


‘’Aku mengatakan yang sebenarnya,’’ jawab Ratu Rushi datar.


Yagyu dan Shika melirik Pangeran Rodigero secara perlahan. Tiba-tiba keduanya tertawa lepas sampai kaki mereka melemah dan langsung terjatuh lemas.


‘’Hamba mohon kesempatan hidup Pangeran Rodigero!’’ teriak Shika dan Yagyu langsung tengkurap.


‘’Itu benar. Kami bertiga memohon pengampunan! Benar bukan Usa—‘’ ucapan Yagyu terpotong saat melihat Usagi duduk di meja sambil menikmati green tea.


‘’Oee! Apakah ini waktu yang tepat untuk minum?!’’ pekik Yagyu.


Usagi dengan tampang tanpa merasa berdosa hanya tersenyum. ‘’Aku tidak masuk hitungan. Bukankah aku juga sudah memperingatkan kalian?’’


‘’Ka-Kau ternyata sudah tahu kalau dia adalah Pangeran Rodigero. Kenapa tidak memberitahu kami?’’ tanya Shika.


‘’Benarkah aku tidak memberitahu kalian?’’ tanya Usagi polos.


‘’Dasar kelinci pemakan wortel!’’ teriak Shika dan Yagyu.