
‘’Sepertinya itu terlalu terburu-buru,’’ kata Pangeran Rodigero.
Raja Raion berbalik dan menatap adiknya. ‘’Apanya yang terburu-buru? Ibu sudah lama menunggu agar kau menemukan pasanganmu. Dan sekarang, kau menemukannya. Katakan padaku, apakah wanita itu baik?’’
Pangeran Rodigero mengangguk.
‘’Apakah dia dari keluarga yang baik?’’ tanya Raja.
Sekali lagi Pangeran Rodigero mengangguk.
‘’Yang lebih penting adalah, apakah dia bisa menjaga martabat keluarga?’’ tanya Raja.
Pangeran Rodigero mengangguk kesekian kalinya. ‘’Dia memiliki kualitas yang sangat baik di antara semua wanita.’’
‘’Kalau begitu, tunggu apa lagi?’’ tanya Raja Raion habis pikir.
‘’Masalahnya … Wanita itu, masih terikat status pernikahan,’’ jawab Pangeran Rodigero ragu-ragu.
Raja Raion terdiam sejenak, hingga membulatkan mata. Ia langsung membuncang adiknya berulang kali. ‘’Kau bilang apa?! Rodigero, kau menyukai seorang wanita yang sudah menikah, apa kau waras?’’
‘’Ehe, sudah kubilang, kan? Jangan beritahu ibu dulu,’’ kata Pangeran Rodigero.
Anak ini menyukai wanita yang sudah bersuami. Dan dia habis bertemu dengan wanita itu. Apakah dia akan menjadi pelakor di dalam rumah tangga orang? Apakah dia adalah adikku? Stt, kata Raja Raion dalam hati.
Raja Raion memasang wajah bodohnya, melihat adiknya itu tersenyum dengan tampang tidak berdosa.
‘’Rodigero, ada banyak wanita di luar sana. Kenapa kau menyukai wanita yang sudah bersuami?’’ tanya Raja Raion memegang kedua bahu adiknya.
‘’Tidak peduli dia sudah menikah atau tidak. Aku mencintainya. Dia menikahi seorang pria yang sama sekali tidak menyukainya. Semua orang membencinya dan membuangnya. Tidak ada yang menginginkan keberadaannya. Tapi aku berbeda. Aku sudah mencintainya, jauh sebelum dia menikah,’’ kata Pangeran Rodigero.
‘’Jadi karena itulah, kau kembali mendekatinya, saat keluarga wanita itu membuangnya?’’ tanya Raja Raion.
Pangeran Rodigero mengangguk membenarkan. ‘’Aku hanya perlu menunggu, suaminya menceraikannya. Setelah itu, baru kita beritahu ibu.’’
‘’Haa … Kau membuatku pusing. Ya sudah, ini keputusan yang kau ambil menyangkut masa depanmu. Setelah masalah wanita itu selesai, kita akan baru membicarakannya,’’ kata Raja Raion.
‘’Terima kasih sudah mau mendengarkanku,’’ kata Pangeran Rodigero.
Raja Raion menghela nafas. ‘’Aku tidak menyangka, pria itu membuang istrinya yang begitu sempurna. Dari caramu menggambarkan wanita itu, dia seperti sosok Dewi yang tidak ada tandingannya. Sepertinya, suami dari wanita itu adalah pria yang sangat bodoh dan tidak berotak.’’
Pangeran Rodigero membuang wajah dengan raut bodoh.
......................
Siruverash yang duduk di kursi, hanya memasang wajah serius. ‘’Jadi, orang yang membantu Yang Mulia membangun rumah unik itu kembali, adalah Pangeran Rodigero?’’
Prank!
Siruverash menengadah setelah membanting gelas ke lantai. Ia menghela nafas sambil menurunkan kembali kepalanya. ‘’Yang Mulia menggunakan Pangeran Rodigero sebagai pendukungnya, ya?’’
Tangannya mengepal sambil menggertak gigi. ‘’Washi, tetap awasi pergerakan Yang Mulia! Jangan lewatkan apa pun dari pandangan matamu.’’
‘’Hamba mengerti,’’ kata Washi berubah menjadi elang.
Siruverash menatap kepergian elang emas tadi. Wajahnya menjadi kusut sambil mengepalkan tangan. ‘’Aku tidak akan membiarkan Yang Mulia bertindak seenaknya.’’
......................
Desa
‘’Hatchi!’’
Ratu Rushi mengusap hidungnya setelah ia menutup jendela kamarnya. ‘’Ah~ udara malam ini sangat dingin. Sepertinya tidak lama lagi, musim dingin akan tiba.’’
......................
Keesokan harinya…
Yagyu dan Shika memasang wajah kusut, karena Pangeran Rodigero sudah berdiri sambil tersenyum begitu mereka membuka pintu.
‘’Ini baru pukul 6 pagi. Kenapa Anda datang kemari?’’ tanya Shika.
‘’Bukankah kami sudah bilang, jangan kembali lagi?’’ tanya Yagyu.
Pangeran Rodigero tersenyum. ‘’Kalian berdua sampai menungguku dan sudah bersiap untuk menyambut kedatanganku.’’
‘’Siapa yang menunggumu?!’’ kesal kedua pria itu.
‘’Hei, hei … Tidak baik merasa kesal saat membuka rumah makan untuk pertama kali. Selain itu, kalau rumah makan ini mendapatkan pelanggan pertama begitu membukanya, rezeki kalian akan melimpah,’’ kata Pangeran Rodigero.
Pangeran Rodigero berjalan masuk tanpa peduli tatapan tajam dari kedua pria tadi memelototinya.