Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 73 Kedatangan



Tanpa membuang waktu, Pangeran Rodigero langsung bergegas. Licy yang masih menyusuri jalan, sedikit menoleh saat menyadari sesuatu sedang menghampirinya.


‘’Tunggu, jangan bilang yang datang saat ini adalah Pangeran Rodigero? Hhah, aku harus segera pergi,’’ kata Licy.


Namun, dirinya dikalah cepat setelah mendengar seekor singa sudah mendarat di depannya. Tanpa bertanya, ia sudah tahu kalau singa tadi telah berubah menjadi manusia.


‘’Untung saja aku menyadarinya dengan cepat. Sekarang, jelaskan apa yang terjadi kepadamu ... Licy?’’


Licy tersentak setelah mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Pangeran Rodigero. Ternyata pria itu sudah mengetahui siapa dirinya. Ia sedikit bingung untuk memberitahu pria itu mengenai kebenarannya.


‘’Hamba minta maaf Pangeran. Tapi, ini kesalahan hamba sendiri yang tidak becus mengurus istana. Hamba seharusnya tidak melewati batas yang membuat hamba menerima semua ini,’’ kata Licy.


Pangeran Rodigero tidak menyangka ada orang sekeji itu di istana, sampai melukai mata seseorang hanya karena tidak sengaja melakukan kesalahan. Ia pun bertanya apakah Eris yang melakukannya atau orang lain.


‘’Itu tidak benar Pangeran. Kepala Pelayan Eris sama sekali tidak melakukan hal ini kepada hamba. Memang sudah sepantasnya hamba menerima hukuman,’’ kata Licy.


Ia memberitahu Pangeran Rodigero kalau dirinya harus bergegas pergi. Namun, pria tadi mencegahnya dan memberitahu kalau Ratu Rushi telah kembali ke istana dan tidak tinggal di hutan.


Tentu saja Licy langsung terkejut begitu mendengarnya. Ada rasa senang dan bersyukur setelah mengetahui Ratu Rushi telah kembali ke istana. Hal tersebut membuatnya tidak perlu cemas lagi mengenai wanita itu.


‘’Jika saja hamba tidak buta, mungkin hamba bisa menemukan Yang Mulia Ratu Rushi dengan cepat. Hiks, syukurlah Yang Mulia sudah kembali,’’ kata Licy.


Licy tidak menduga hal itu, membuatnya sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Ratu Rushi. Ia membungkuk berulang kali dan berterima kasih kepada Pangeran Rodigero. Ia pun berjalan sambil pria tadi menuntunnya.


......................


Desa


Setelah Ratu Rushi menguji para pemilik rumah makan dan pemilik toko kue, ia pun membagi semua resep makanan dan kue mana yang cocok dengan mereka. Karena selera orang berbeda, mereka bisa membuka semua rumah makan dan toko kue. Pelanggan bisa memilih untuk makan di tempat yang mana tanpa pemilik rumah makan atau toko kue kehilangan satu orang pelanggan pun.


‘’Tentu saja ada syarat sebelum melakukan itu semua. Berjanjilah kalau kalian tidak akan saling iri dan berlomba untuk menjadi yang terbaik serta menjatuhkan satu sama lain. Tidak ada pertengkaran dan hanya hidup damai berdampingan. Kalian harus mematuhi kode etik seorang koki, dengan menyajikan hidangan kepada pelanggan untuk membuat mereka senang. Orang yang tidak mematuhi aturan dari cabang rumah makanku akan dimasukkan ke dalam blacklist!’’ perintah Ratu Rushi.


Para pemilik rumah makan dan toko kue langsung bersujud berulang di depan Ratu Rushi. ‘’Kami para hamba berjanji kepada Yang Mulia! Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia!’’


Shika bertepuk tangan yang merasa sangat senang, disusul Yagyu, Usagi, Mozaru dan Kitsune. Semua orang juga mengikutinya dan tidak menyangka Ratu Rushi mengambil keputusan sepeti ini.


Di saat bersamaan, lonceng di depan pintu berbunyi tanda datangnya seseorang. Ratu Rushi yang melihat kedatangan sosok itu langsung terbelalak.


‘’Kau….’’