
Bugh!
Pelanggan tadi tersentak karena Yagyu meletakkan makanan begitu kasar.
‘’Ini pesananmu!’’ kata Yagyu.
Shika juga hanya melempar tisu dengan kasar. Ratu Rushi yang melihat itu langsung meminta maaf kepada pelanggan. Lalu menarik telinga kedua pria tadi.
‘’Apa yang kalian lakukan? Dia itu pelanggan, seharusnya beriskap sopan! Kita sudah susah payah untuk mendapatkan pelanggan, apakah kalian ingin mengusirnya?’’ omel Ratu Rushi.
Pelanggan tadi hanya terbelalak melihat kedua pria itu duduk diomeli habis-habisan.
‘’Tuan, maaf atas ketidaksopanan kami. Aku harap Tuan memaklumi sikap kekanak-kanakan mereka berdua,’’ kata Usagi.
‘’Sikap kekanak-kanakan?’’ tanya pelanggan pria.
‘’Kedua orang itu mungkin cemburu karena melihat Tuan menyentuh Yang Mulia, saat menyelamatkan beliau tadi,’’ kata Usagi.
Pelanggan pria tadi kembali menatap ke arah Ratu Rushi yang masih menegur. Terukir senyuman gemas melihat wanita itu tidak berhenti mengomel.
Usagi hanya menghela nafas melihat Yagyu dan Shika yang melontarkan tatapan tajam ke arah pelanggan tadi, yang membuat Ratu Rushi semakin mengomeli mereka.
‘’Tuan silahkan tulis nama Anda di sini. Ratu Rushi ingin mencatat semua nama orang yang memasuki rumah makannya,’’ kata Usagi.
Usagi membaca tulisan di kertas itu. ‘’Tuan Rodigero, ya?‘’
Sepertinya aku pernah mendengar nama ini, tapi di mana? Hm, kata Usagi dalam hati.
Tidak lama kemudian, Yagyu dan Shika menghampiri meja bersama Ratu Rushi.
‘’Ini hari pertama kami buka, jadi mereka masih belum tahu apa yang harus dilakukan. Aku berharap Tuan sama sekali tidak tersinggung dengan sikap mereka tadi,’’ kata Ratu Rushi.
Wanita itu lalu mengkode Yagyu dan Shika untuk meminta maaf.
‘’Aku minta maaf,’’ kata Shika datar.
‘’Maaf,’’ kata Yagyu tidak ikhlas.
‘’Ahaha, benar. Mereka berdua sedang minta maaf kepada Tuan,’’ kata Ratu Rushi mendorong kepala Yagyu dan Shika untuk membungkuk.
Ratu Rushi masih terkekeh sambil menahan kedua kepala pria tadi. Melihat hal itu, membuat Pangeran Rodigero tersenyum.
‘’Kakak, apakah mereka bersungguh-sungguh untuk meminta maaf?’’ tanya Pangeran Rodigero.
‘’Kakak? Apakah dia adik Yang Mulia?’’ tanya Yagyu.
‘’Dia bukan adikku,’’ jawab Ratu Rushi.
‘’Kalau begitu, pria ini penipu!’’ seru Shika.
‘’Ahaha! Mereka dengan tulus meminta maaf. Itu benar bukan Yagyu, Shika?’’ tanya Ratu Rushi menambah tekanan di akhir kalimatnya.
Yagyu dan Shika senyum terpaksa sambil menggertak gigi. ‘’Benar. Kami meminta maaf kepada Tuan.’’
‘’Padahal perasaanku terluka karena sikap mereka tadi. Kalian tahu kalau hati itu sangat rapuh, kan?’’ sedih Pangeran Rodigero.
Terukir senyuman di bibir Pangeran Rodigero. ‘’Ada pepatah yang mengatakan, Pembeli adalah Seorang Raja. Jika kedua pekerja ini melayaniku dengan sungguh-sungguh, mungkin itu bisa mengobati perasaanku.’’
Yagyu dan Shika langsung melotot, karena mengetahui kalau pelanggan pria itu hanya berpura-pura.
‘’Tidak a—‘’
‘’Tentu saja! Mereka akan melayani Tuan seperti melayani seorang Raja,’’ kata Ratu Rushi lebih cepat.
‘’Kakak sungguh murah hati. Kalau begitu saya akan menerima tawarannya,’’ senyum Pangeran Rodigero.
Tawaran? Jelas-jelas dia sendiri yang mengajukannya, gerutu Shika dalam hati.
Pria ini sangat pintar bersandiwara. Jika saja dia bukan pelanggan, aku sudah berlari menyeruduk ke arahnya, gerutu Yagyu dalam hati.
‘’Bisakah Tuan tidak memanggilku dengan sebutan kakak? Aku merasa tidak nyaman,’’ kata Ratu Rushi.
‘’Heh~ padahal kita memiliki hubungan dekat. Bagi Raja dan Ratu, semua pengikut mereka juga adalah keluarga. Jadi, sudah sepantasnya aku memanggil Yang Mulia sebagai kakak.’’
Tidak ingin panjang lebar, Ratu Rushi hanya pasrah dan menuju ke dapur.
Beberapa menit kemudian…
‘’Aku haus!’’
‘’Kenapa menatapku? Gelas itu ada di depan matamu,’’ kata Shika.
‘’Hei? Kipasnya terlalu lambat. Apa otot-ototmu itu hanya pajangan?’’
‘’Eish!’’ gerutu Yagyu langsung menambah kecepatan kipas itu dengan kasar.
‘’Ambilkan tisu itu untukku!’’
‘’Kau punya kaki, kan? Kenapa tidak menggunakannya dengan baik?’’ tanya Shika.
‘’Itu karena sudah ada kau yang menjadi kakiku.’’
‘’Woah? Orang ini benar-benar membuatku emosi,’’ kata Shika menghela nafas kasar.
‘’Kakak? Sepertinya du—‘’
‘’Dia bukan kakakmu! Berhentilah memanggil Yang Mulia terus,’’ kesal Shika.
‘’Dasar penipu,’’ kata Yagyu.
Yagyu dan Shika hendak memberi pelajaran, tapi Ratu Rushi memantau mereka dari jauh, membuat keduanya tersenyum dan bersikap manis, lalu kembali menatap pelanggan pria tadi dengan kesal.
Sedangkan Pangeran Rodigero hanya tersenyum puas sambil menikmati makanannya.
...Visual Pangeran Rodigero...