Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 36 Ryoukai!



Keesokan harinya…


Yagyu dan Shika terkejut begitu membuka pintu. Kenapa tidak, mereka baru hendak membuka rumah makan, tapi sudah ada banyak pelanggan yang berdiri menunggu di luar. Tanpa membuang waktu, kedua pria itu menyambut para pelanggan.


‘’9 … 18 … 27 … 36 … Yagyu! Kita mendapatkan lebih banyak pelanggan hari ini!’’ pekik Shika.


‘’Sepertinya kita akan lebih sibuk dibandingkan kemarin,’’ kata Yagyu bergegas.


Usagi yang melihatnya langsung membantu kedua pria tadi. Ratu Rushi juga sama terkejutnya sambil berjalan ke dapur.


‘’Aku ingin nasi goreng!’’


‘’Bubble tea 10 gelas!’’


‘’Kami butuh pesanan extra untuk 4 orang!’’


‘’Aku pesan nasi ayam dan es teh, jangan lupa gado-gado juga!’’


"Mie instan super pedas dan biasa, serta ayam geprek!"


Tanpa membuang waktu, Ratu Rushi langsung menyiapkan semua pesanan. Namun, karena banyaknya pelanggan hari ini, membuat bahan makanan tidak cukup. Ia pun menulis bahan-bahan di dalam daftar, dan menyuruh Yagyu untuk membelinya.


‘’Yagyu! Di antara mereka, kau yang paling cepat lari. Aku mengandalkanmu,’’ kata Ratu Rushi menyerahkan kertas dan kantongan berisi uang koin.


Yagyu mengangguk mantap dan melepaskan celemek seragamnya, lalu bergegas pergi. Ratu Rushi meneriakinya agar kembali dengan cepat.


......................


Desa


Yagyu menatap semua bahan yang tertulis di daftar, dan memasuki toko satu persatu sambil mencocokkannya. Semua orang menatapnya aneh karena terburu-buru seperti itu, tapi Yagyu tidak peduli dan harus segera kembali, setelah membeli bahan-bahannya.


Dari satu toko ke toko lainnya, Yagyu benar-benar tidak melewatkan sedetik pun. Setelah Ratu Rushi menyuruhnya olahraga setiap hari, membuat daya tahan tubuhnya kembali normal. Ya, bisa dibilang kekuatannya saat ini setara sekelompok banteng.


Ratu Rushi yang sering olahraga, menyuruh ketiga pengikutnya agar melakukannya juga. Dan usaha itu membuahkan hasil, meskipun awalnya ketiga pria itu tidak sanggup menjalani pemanasan.


‘’Semuanya sudah dibeli. Aku harus segera kembali,’’ kata Yagyu.


Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara riuh dari orang-orang. Ia menoleh ke arah rumah bertarung.


‘’Apakah aku salah dengar? Aku seperti mendengar suara Mozaru. Tapi kenapa dia seperti merasa kesakitan?’’ bingung Yagyu.


Tidak lama kemudian, ia tersadar dengan tugasnya. Meski sangat penasaran, ia memilih untuk pergi dan kembali ke rumah makan.


......................


Rumah Makan


Tidak ingin melihat Ratu Rushi memasak sendiri, membuat Shika dan Usagi membantunya.


Sesekali Ratu Rushi melirik ke arah pintu, dengan wajah risau. ‘’Kenapa Yagyu belum kembali juga? Pelanggan akan menunggu kelamaan kalau makanannya tidak jadi.’’


Ceklek!


Saat itu juga Yagyu datang sambil membawa banyak bag paper berisik bahan-bahan masakan. ‘’Aku kembali Yang Mulia!’’


Yagyu meletakkan empat bag paper ke meja, sambil dibantu oleh Ratu Rushi.


‘’Terima kasih. Selain itu, cepat potong daging cincang bersama kentangnya! Shika, iris daun bawang, tomat dan cabainya! Lalu Usagi, saring mie yang sudah direbus di dalam panci dan gunakan bumbu yang di sana untuk kuahnya!’’ perintah Ratu Rushi sambil memarut wortel.


‘’Ryoukai!’’ seru ketiga pria langsung mengambil peran masing-masing.


Ratu Rushi terbelalak karena ketiganya benar-benar mengucapkan kalimat yang pernah ia ceritakan dari film. ‘’Mattaku(Dasar).’’