
Rumah Makan
Ratu Rushi yang duduk di kursi, hanya tersenyum kaku melihat keempat pria yang bersujud di hadapannya dengan wajah putus asa.
‘’Yang Mulia sama sekali tidak mengingat kami semua? Anda tidak ingat bertaruh sebanyak 200 koin emas untuk saya?’’ tanya Yagyu memastikan.
‘’Apakah Anda tidak ingat saat membeli saya di toko itu, dan memberi pelajaran kepada pemiliknya Yang Mulia? Anda bertarung seperti cacing kepanasan,’’ kata Shika polos.
‘’Sungguh tidak sopan mengibaratkan Yang Mulia dengan seekor cacing!’’ tegur Yagyu.
‘’Yang Mulia juga datang kepada saya sebagai pelanggan pertama dan akhirnya membawa saya pergi,’’ kata Usagi.
‘’Demi membebaskan saya, Yang Mulia bertarung melawan Gorila dan beruang grizzly selama 3 detik,’’ kata Mozaru.
Ratu Rushi yang mendengarnya hanya tersenyum dengan wajah bodohnya. Ia tidak menyangka mengenai wanita yang dibicarakan keempat pria itu.
Flashback on
Terlihat seekor rubah yang menelungkup di sekitar. Telinganya tiba-tiba bergerak begitu mendengar suara langkah kaki mendekat. Ia pun terbangun dan menatap sekitar.
‘’Kitsune! Apa kau ada di sini?’’
Rubah tadi mengerutkan dahi. ‘’Itu suara Yang Mulia.’’
Tanpa membuang waktu, ia langsung bergegas menghampiri pemilik suara tadi.
‘’Yang Mulia, hamba memberi salam,’’ kata Kitsune yang lalu berubah wujud menjadi manusia.
Ratu Rushi menatapnya untuk sesaat. ‘’Bisakah aku meminta bantuan?’’
‘’Eh? Bantuan? Tanpa Yang Mulai meminta, saya akan selalu membantu Anda. Silahkan katakan, Yang Mulia tidak perlu sungkan,’’ kata Kitsune.
‘’Um, sebelumnya jangan tersinggung. Aku dengar rubah itu adalah makhluk yang licik dalam artian cerdas. Bisakah kau mengubah dirimu menyerupai diriku?’’ tanya Ratu Rushi.
Push!
Ratu Rushi langsung melongo dengan wajah girang. ‘’Oh My Godness! Henge no Jutsu! Aku benar-benar menyaksikan salah satu jutsu dari anime Naruto Shippuden! Apa kau bisa mengeluarkan Rasengan juga?!’’
Kitsune tidak paham apa yang diucapkan Ratu Rushi. Ia juga tidak mengerti mengapa wanita itu terlihat sangat girang.
‘’Ahaha! Jangan pedulikan ucapanku. Aku hanya terbawa suasana. Tapi woah, aku seperti melihat kembaranku saja. Kau tahu apa yang terjadi, kan? Jadi aku berniat ingin menenangkan diriku, tapi tidak ingin membuat keempat pria itu cemas karena kepergianku. Itulah kenapa, aku ingin kau menggantikan diriku untuk sementara,’’ kata Ratu Rushi.
‘’Eh? Yang Mulia ingin saya berpura-pura menjadi Anda di rumah makan?’’ tanya Kitsune.
Ratu Rushi menjentikkan jari yang lalu membentuk pistol. ‘’Binggo!’’
‘’Ta-Tapi Yang Mulia, bagaimana jika ada pelanggan yang masuk? Saya tidak tahu memasak,’’ kata Kitsune.
‘’Jangan khawatir. Aku menutup rumah makan sementara waktu. Lagi pula, keempat pria itu tidak akan menyadari kalau kau bukan diriku,’’ kata Ratu Rushi.
Ia langsung menyuruh Kitsune yang dalam wujud seperti dirinya, untuk kembali ke rumah makan karena sudah terlalu lama keluar.
Kitsune dengan ragu, berjalan memasuki rumah makan dan melihat keempat pria yang dimaksud Ratu Rushi tadi. Ia hanya berjalan ke arah kursi dan duduk terus, tanpa melakukan hal yang mencurigakan. Sampai akhirnya, ia terkejut karena tiba-tiba dihampiri.
‘’Yang Mulia belum makan siang,’’ kata Mozaru.
‘’Benar Yang Mulia. Aku dengar, orang yang marah biasanya melampiaskan kemarahannya dengan banyak makan. Yang Mulia bisa membuat makanan jenis apa pun. Kenapa tidak membuat makanan saja?’’ usul Shika.
Flashback off
Kitsune dalam wujud Ratu Rushi itu hanya menghela nafas gusar dan ingin segera pergi.
Apakah Yang Mulia masih lama di luar sana? Aku tidak bisa berurusan dengan keempat pria ini, terutama manusia setengah rusa dan banteng ini, ucapnya dalam hati.