
‘’Semuanya! Tolong tunggu!’’ teriak Shika.
Bahkan meskipun jika dia tidak teriak, para pelanggan juga tidak sudi mencicipi makanan tersebut.
Ratu Rushi yang melihatnya dari ruang dapur, hanya mengerutkan dahi. ‘’Apa yang dia sedang lakukan?’’
‘’Hem! Hem! Sebelum mencicipi makanannya, kalian harus mengucapkan salam sambutan. Kalian sudah masuk ke rumah makan ini, jadi harus mengikuti ritual Yang Mulia Ratu Rushi,’’ kata Shika.
‘’Ha? Sudah kubilang ini bukan ritual. Dasar rusa bagal itu,’’ kata Ratu Rushi menepuk dahinya.
Orang-orang langsung berbisik setelah mendengar perkataan Shika.
‘’Ritual? Apakah aku tidak salah dengar?’’
‘’Kita hanya makan, kenapa harus melakukan ritual?’’
‘’Bukankah ritual hanya dilakukan untuk upacara sakral? Um, sepertinya rusa bagal ini sudah tidak waras.’’
‘’Ush, sudah kubilang pelankan suara kalian. Cukup diam dan ikuti saja.’’
Shika menatap semua sambil tersenyum. Ia memperlihatkan caranya ke semua orang. ‘’Kalian harus mengatupkan kedua tangan seperti ini, lalu mengatakan itadakimasu~ setelah itu baru bisa mencicipi makanannya.’’
‘’Wah, bahkan ada mantranya.’’
‘’Aku baru dengan mantra seperti ini.’’
‘’Apakah kita akan baik-baik saja jika menyebutkannya?’’
‘’Bagaimana kalau ada hal buruk yang menimpa kita?’’
‘’Astaga, sudah kubilang pelankan suara kalian. Kita hanya perlu menyelesaikannya dengan cepat, lalu pergi dari sini. Aku sudah tidak tahan.’’
Para pelanggan pun mengatupkan kedua tangan. ‘’Itadakimasu!’’
Untuk sesaat, mereka sangat ragu untuk menyentuh makanan, hingga akhirnya mereka meraih sendok, dan dalam sekejap….
‘’WAH! INI SANGAT LEZAT!’’ pekik semua orang.
Yagyu, Shika dan Usagi tersenyum bahagia, melihat semua pelanggan seperti berlomba untuk menghabiskan makanannya.
‘’I-Ini makanan apa? Aku baru pertama kali melihat nasi berwarna merah seperti ini!’’
‘’Itu adalah nasi pewarna. Nasi yang digoreng dalam wajan, sambil diberi saus dan kecap, serta tumisan bawang. Dan tidak lupa juga dengan telur dadar,’’ jawab Shika.
‘’’Lalu, lalu … makanan yang di dalamnya ada begitu banyak jenis sayuran dengan bumbu kacang, serta nasi beku kenyal bentuk kotak ini apa?’’
‘’Aa kalau itu disebut campuran ras sayuran,’’ kata Yagyu.
‘’Kau salah. Kita sudah diberitahu kalau itu adalah gado-gado. Berhenti membuat namanya salah,’’ kata Usagi.
‘’Wah~ minuman es yang disertai bola-bola kecil kenyal ini juga tidak kalah enak. Mulutku seperti dipenuhi permen kenyal.’’
‘’Tentu saja bola-bola kenyal itu harus identik dengan babi tea,’’ kata Usagi.
Yagyu dan Shika memasang wajah bodohnya. ‘’Bukan babi, tapi bumble tea.’’
Ratu Rushi yang mendengarnya hanya tersenyum dengan wajah bodohnya. ‘’Apakah aku tidak salah dengar, mereka baru saja menyebut nama bumble bee dari Transformer?’’
"Oh, kalau makanan yang memiliki kuah ini apa?"
Yagyu, Shika dan Usagi memicingkan mata dengan sorot mata serius. "Ular jadi-jadian."
Ratu Rushi menepuk jidatnya. "Eish. Itu mie instan!"
‘’Apa pun itu, makanan ini sangat luar biasa!’’
Shika tertawa sambil menyangga kedua tangannya ke pinggang. ‘’Aku mengerti perasaan kalian. Itulah kenapa makanan ini disebut Makanan Surgawi! Huahahahaha!’’
‘’Hidup makanan surgawi!’’ teriak Yagyu mengangkat sebelah tangannya ke atas penuh semangat.
‘’Hidup!’’ balas semua orang yang juga mengangkat tangan ke atas.
Ratu Rushi yang melihatnya hanya menggelengkan kepala. ‘’Makanan surgawi? Heh, ehe … Aku merasa sangat terpuji mendengarnya, sekaligus merasa terhina.’’
......................
‘’Ok! Ok! Kita akan melakukan ritual penutup setelah menghabiskan makanannya! Sama seperti tadi, kalian mengatupkan tangan dan mengatakan gochisou sama-deshita!’’ teriak Shika layaknya mentor sejati.
Semua pelanggan kembali mengatupkan kedua tangan. ‘’Gochisou sama-deshita!’’
Setelah itu, mereka meninggalkan rumah makan dengan perasaan kenyang.
Ketiga pria tadi langsung membunguk sambil tersenyum. ‘’Arigatou Okyukusama.’’
*okyukusama artinya adalah tamu atau pelanggan.