Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 93 Terkurung



‘’Buka pintunya! Aku tidak melakukan kesalahan, kenapa kau menghukumku?!”


Plak! Plak! Plak!


‘’Yak namja babboya! Stupid boy! Baka otoko! Eish!’’


Hana dan lainnya yang berada di luar, hanya memasang wajah cemas mendengar Ratu Rushi memukul pintu sambil berteriak. Padahal wanita itu hanya berterima kasih kepada Pangeran Rodigero, tapi Raja Raion datang di waktu yang tidak tepat dan salah paham. Mereka juga ingin membantu, tapi tidak berani menghampiri Raja Raion yang sepertinya sangat marah saat ini.


Ratu Rushi yang berada di dalam kamar hanya berdecih. ‘’Ada apa dengan pria itu? Datang dan langsung memberiku hukuman. Memangnya aku melakukan kesalahan apa? Apakah karena aku membuatnya menunggu lama di kamar, sehingga membalasku? Eish! Padahal aku ingin ke desa untuk bertemu Licy.’’


......................


Malam pun tiba. Ratu Agung mengerutkan dahi karena tidak melihat sosok Ratu Ratu Rushi ikut makan malam bersama mereka. Raja Raion menatap adiknya sekilas dan mengatakan kalau ia sedang menghukum wanita itu agar tidak keluar dari kamarnya, dan menyuruh para pelayan untuk membawakannya makan malam sambil diawasi Tora.


Tentu saja setelah mendengarnya, Putri Rukaia dibuat terkejut. Dengan dikurungnya Ratu Rushi, ini adalah kesempatan untuk menjalankan rencana selagi kakaknya itu tidak berkeliaran. Ia menatap Siruverash yang mengkodenya dengan sekali anggukan pelan.


......................


Ratu Rushi berdecih karena ia benar-benar dikurung di dalam kamar, padahal sudah waktunya makan malam. Ia mondar-mandir sambil memikirkan cara untuk keluar. Tidak lama kemudian, Eris datang bersama para pelayan untuk membawakan makanan sambil dikawal Tora.


Eris tersenyum dengan maksud meledek sambil menuntun bawahannya meletakkan makan malam. Riaz dan Zena juga tersenyum meledek tanpa sepengetahuan Tora. Melihat hal itu membuat Ratu Rushi tersenyum lembut.


Sedangkan Ratu Rushi puas melihat ketiga wanita tadi yang seperti ingin meledak tapi tidak bisa karena keberadaan Tora. Ia bahkan memanggil Hana dan keenam pria pengikutnya untuk makan bersama.


Eris memasang wajah kusut karena Ratu Rushi malah menyombongkan diri dengan memanggil ketujuh orang asing itu.


Menyadari sesuatu, membuat Ratu Rushi terpikirkan ide menarik. Ia sengaja memperlambat waktu makannya sehingga Eris dan yang lainnya harus berdiri terus menunggu. Tora bahkan merasakan kakinya sudah mati rasa bukan main.


Eris, Riaz dan Zena menggertak gigi sambil menatap Ratu Rushi dan ketujuh orang itu yang tertawa sejak tadi, sedangkan mereka harus menunggu lama sampai merasakan seperti sudah encok.


Wanita ini sengaja memperlambat waktu karena tahu dia diawasi. Sial! Sudah hampir 3 jam kami berdiri sia-sia di sini, kata Eris dalam hati.


Sesekali kalian harus latihan berdiri untuk melatih otot kaki, kata Ratu Rushi dalam hati.


‘’Sejak tadi kita bersenang-senang sampai tidak sadar dengan kehadiran mereka. Hm, di antara semua orang, hanya cara berdiri Kepala Pelayan Eris, dan dua wanita di sampingnya yang sempurna. Aku sampai lupa kalau mereka adalah manusia, dan mengira patung berdiri,’’ kata Ratu Rushi.


Tora dan yang lainnya sedikit terkekeh setelah mendengarnya. Sedangkan Eris, Riaz dan Zena menahan rasa kesal mereka yang saat ini menjadi bahan tertawaan. Eris melontarkan tatapan tajam membuat semua pelayan menjadi diam dan menunduk.


Setelah selesai, Hana dan yang lainnya kembali menunggu di luar. Ratu Rushi yang berada di dalam, langsung mengambil banyak kertas dan pena bulu untuk menulis sesuatu.