
Arena Pacuan Kuda
Anna dan yang lainnya menatap barisan kuda yang berlari dan melalui berbagai rintangan menuju garis finish. Melihat pria yang berada di garis depan telah mencapai garis akhir, membuat semua orang lebih bersorak.
‘’Dia menang lagi. Sudah sepantasnya pria itu dijuluki The Second Doctor,’’ kata Tina.
‘’The Second Doctor?’’ tanya Anna.
‘’Pria idaman pembalap legendarismu itu Valentino Rossi, kan? Dijuluki sebagai Raja Dunia Moto GP karena memiliki 9 Gelar Juara Dunia dan 115 kemenangan dari 414 balapan. Dia juga dijuluki sebagai The Doctor atas semua pencapaian tersebut. Itulah yang terjadi pada pria penunggang pacuan kuda itu. Dengan kuda thoroughbred miliknya, dia mendominasi industri balap kuda dan kompetisi berkuda lainnya sehingga mengingatkan kami dengan Sang Legenda VR46,’’ jawab Tina.
‘’Itulah kenapa dia dijuluki The Second Doctor, ya?’’ tatap Anna.
‘’Selain itu dia masih muda dan tampan. Senyumannya mampu menyihir semua wanita,’’ kata Nana.
Sebelah Anna terangkat sambil tersenyum remeh. Ia menatap pria tadi lewat layar besar.
Deg!
‘’Lagi?!’’ pekik Anna.
‘’Lagi apa yang kau maksud?’’ tanya Putsar.
Anna tersadar sambil menggeleng. Setelah menyaksikan hal itu, mereka kembali menuju ke tempat selanjutnya.
‘’Sejak tadi aku melihatmu memakai earphone. Memangnya kau mendengar apa?’’ tanya Anna.
‘’Oh itu, aku mendengar lagu salah satu Idol terkenal. Selain bisa menari dengan energik, dia juga memiliki suara yang memukau. Jika dia sudah bernyanyi dengan hati, maka bulu kudukmu akan berdiri, sehingga dia dijuluki sebagai Diva Idol,’’ kata Nana.
‘’Benarkah? Coba aku dengar lagunya,’’ kata Anna yang memasang sebelah earphone sambil menatap layar ponsel.
Deg!
Saat itu juga ia menarik earphone dan mengembalikannya, membuat salah satu temannya tadi mengerutkan dahi tanda bingung.
......................
Kedua orangtua Anna mengajak yang lainnya memasuki bangunan untuk menyaksikan perlombaan renang. Tiba-tiba teman wanita Anna menjadi heboh saat melihat salah satu peserta renang.
‘’Sepertinya aku ketinggalan banyak berita selama tidak sadarkan diri,’’ kata Anna.
‘’Wah~ dia sangat tampan! Aku yakin tidak ada yang bisa mengalahkan jagoan kita,” kata Putsar.
‘’Kenapa kalian begitu yakin tidak ada yang bisa mengalahkannya? Bagaimana kalau peserta yang lainnya juga tidak kalah hebat,’’ kata Anna.
‘’Oh, ayolah Anna … Kau terbaring di rumah sakit dan tidak tahu tentang dirinya. Dia atlet renang pemecah rekor dunia yang menorehkan waktu hanya 40,00 detik. Dia 0,02 lebih cepat dari pemegang rekor legenda dan berhasil menggantikannya. Menjadi pria tercepat di dalam air dan pemegang rekor dunia termuda, membuatnya dijuluki sebagai Manusia Predator,’’ kata Tina.
Dan seperti yang dikatakan temannya tadi, Anna benar-benar tidak bisa berkata-kata saat pria itu melompat ke air. ‘’Apakah dia berenang? Yang benar sa—‘’
Deg!
Ucapannya terpotong saat atlet renang tadi membuka kaca mata renangnya untuk melihat skor di papan. Saat itu juga notif dari ponsel barunya berbunyi, membuatnya melihat berita viral.
‘’Pilot Bersayap?’’
Mendengar ucapan Anna, membuat teman-temannya langsung mengintip ke ponsel miliknya.
‘’Oh, semua orang tersentuh karena aksi heroiknya. Saat itu ledakan mengakibatkan kegagalan keempat mesin. Tapi sang kapten meyakinkan para penumpang untuk tidak panik dan berjanji akan melakukan yang terbaik agar membuat mesinnya kembali bekerja. Para penumpang bahkan menulis catatan untuk orang dicintai karena mengira mereka akan tiada. Tapi, sebelum mencapai permukaan laut, mesin berhasil dihidupkan kembali. Gara-gara aksinya itu, Putra Mahkota mengangkatnya sebagai pilot pribadi,’’ kata Nana.
Anna mengerutkan dahi. ‘’Putra Mahkota?’’
‘’Ya. Putra Mahkota di tempat kita berada saat ini,’’ jawab Tina.
‘’Aku jadi penasaran dengan wajah pilotnya,’’ kata Anna hingga kedua matanya membulat.