Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 140 Shobu



Di sisi lain, Washi kewalahan untuk melarikan diri dari Taka. Ia tidak melihat ada satu pun celah yang bisa dilewatinya untuk pergi dari sana. Elang peregrine itu tidak main-main menghadangnya agar tidak lewat. Selain itu, ia mulai sedikit kedingingan karena terlalu lama berada di udara yang saat ini musim dingin.


Ada apa dengan elang di depanku ini? Dia begitu cepat sampai aku tidak bisa meloloskan diri. Padahal kita ini sama-sama dari ras elang, tapi dia lebih cepat daripada diriku, kata Washi dalam hati.


‘’Ada apa? Sudah lelah bertahan di udara?’’ tanya Taka.


‘’Aku tidak tahu siapa dirimu. Tapi, kenapa kau selalu datang mencari masalah? Satu bulan ini kau tidak menampakkan diri, dan sekarang muncul di hadapanku?’’ kata Washi.


‘’Tidak ada yang mencari masalah denganmu,’’ kata Taka.


‘’Kalau begitu biarkan aku lewat!’’ kesal Washi.


‘’Maaf saja karena aku tidak bisa mengabulkannya,’’ kata Taka.


......................


Penjara Pengasingan


Para tahanan yang membuat keributan tadi semakin rusuh. Para penjaga mengeluh kesal sehingga mengumpulkan semua orang agar berkumpul. Kedua kelompok berdiri berhadapan yang masing-masing dipimpin oleh ketua. Dua orang yang berada di garis depan tidak lain adalah kepala sipir yang memimpin pasukan penjaga, dan Ratu Rushi yang memimpin para tahanan.


Begitu melihat kepala sipir dan pasukannya hendak menyerang, membuat Ratu Rushi mengulurkan telapak tangan dengan maksud menghentikan mereka untuk sesaat.


‘’Aku tidak suka pertempuran. Jadi, bagaimana kalau kita melakukan permainan saja?’’ tanya Ratu Rushi.


‘’Kami tidak memiliki waktu untuk meladeni permainan konyolmu. Selain itu, orang dewasa mana yang mau bermain di usia seperti ini?’’ tanya Kepala Sipir.


‘’Ini bukan permainan anak kecil pada umumnya, dan memang dilakukan orang dewasa. Daripada saling menyakiti, lebih baik kita tertawa bersama-sama,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Memangnya apa nama permainan itu?’’


‘’Semua orang berkumpul di sini dan aku sudah menghitung jumlah mereka. Masing-masing dari pasukan kita memiliki 100 orang. Aku pernah menonton salah variety show yang berjudul Running Man dan itu mengingatku dengan kondisi saat ini,’’ kata Ratu Rushi.


Ia tersenyum penuh kemenangan. ‘’Kebetulan sekali karena jumlah orang di sini ada 200. Kita akan melakukan 100 VS 100 Name Tag Elimination Game.’’


Setelah Ratu Rushi menyiapkan semuanya, ia memberi nama untuk para tahanan adalah Team Heroe's, sedangkan para penjaga adalah Team Villain's. Dan seperti nama tim yang tercantum, mereka akan bertanding layaknya seorang pahlawan dan musuh.


‘’Seperti game atau tournament pada umumnya, setiap permainan akan memiliki stage atau level yang harus dilalui untuk menuju final. Aku membagi 3 tahap dalam permainan ini, dan kalian harus menyelesaikan misinya dalam waktu yang sudah aku tentukan,’’ kata Ratu Rushi.


Kamereon mengangkat tangan. ‘’Bagaimana kalau ada yang curang di antara kami?’’


‘’Mudah saja. Kita akan langsung mengeliminasinya dari permainan sehingga tim mereka akan kehilangan satu peserta. Dengan berkurangnya anggota tim, maka akan membuka celah bagi tim lawan agar bisa menang,’’ kata Ratu Rushi.


(Stage 1), misi masing-masing dari kedua tim akan melakukan 20 VS 20 dengan menemukan batu yang dikubur di tanah bersalju.


(Stage 2), misi jumlah anggota ditambah lebih banyak dari dua tim dimana 40 VS 40 harus melempar batu agar berhenti di garis yang sudah ditentukan.


(Stage 3), misi anggota yang tersisa 60 VS 60 akan melakukan dodgeball dalam bentuk perang salju.


‘’Untuk babak final, 100 VS 100 akan mengambil nama yang menempel di punggung masing-masing,’’ kata Ratu Rushi.


Ia pun mengutus 20 orang dari timnya, begitu juga dengan kepala sipir yang memanggil 20 orang bawahannya.


Ratu Rushi mengangkat sebelah tangan ke atas lalu mengayunkannya ke bawah. ‘’Hajimeru Shobu(Mari Mulai Permainan)! Start Now!’’