
Semua orang langsung terdiam saat melihat manusia setengah harimau itu datang.
Tora berjalan menghampiri Ratu Rushi dan menatap Hana sekilas membuat wanita itu membuang wajah dengan ekspresi kaku. Ia kembali menatap ke depan dan berlutut sambil menyilangkan sebelah tangan untuk memberi salam. ‘’Hormat hamba Yang Mulia.’’
‘’Kenapa kau ada di sini?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Yang Mulia Raja memerintahkan hamba untuk segera menjemput Yang Mulia agar kembali ke istana.’’
Ratu Rushi mengerutkan dahi tanda bingung. Untuk apa Raja Raion mengutus bawahannya untuk membawanya kembali ke istana. Namun, Tora tidak tahu lebih jelas mengapa ia diberi perintah seperti itu. Ia hanya berharap wanita tadi ikut kepadanya tanpa protes.
......................
Tidak lama kemudian, Kitsune menoleh ke arah pintu dan terbelalak melihat kedatangan sosok itu. Ia langsung menghampirinya dan memberi hormat.
‘’Sepertinya semua orang baru saja meninggalkan rumah makan. Oh iya, di mana Yang Mulia?’’ tanya Pangeran Rodigero.
Kitsune terbelalak setelah mendengarnya. Ia berpikir Pangeran Rodigero yang mengetahui situasi, mungkin memantau dari jauh. Sekilas, pandangannya beralih ke arah wanita yang mengenakan penutup mata.
‘’Yang Mulia baru saja pergi dan kembali ke istana, Pangeran,’’ jawab Kitsune.
Pangeran Rodigero sedikit terkejut. Ia menatap Licy yang juga sama terkejutnya, dan tahu wanita itu pasti kecewa bukan main karena tidak jadi bertemu dengan Ratu Rushi. Ia kembali menatap manusia setengah rubah di depannya. ‘’Kembali ke istana?’’
Kitsune memberitahu mereka kalau utusan Raja Raion sendiri datang secara langsung atas perintahnya untuk menjemput Ratu Rushi. Ia tidak tahu pasti mengenai alasannya, karena Tora hanya diberi perintah agar membawa Ratu Rushi segera kembali ke istana.
‘’Itu … Kalau kau tidak keberatan, apakah dia bisa tinggal di sini untuk sementara? Hem! Dia adalah Licy, salah satu pelayan setia dari Yang Mulia, dan sudah sangat lama ingin bertemu dengannya. Karena tidak memiliki tempat tinggal, aku berharap kau bisa mengizinkannya untuk menginap di sini,’’ pinta Pangeran Rodigero.
‘’Tanpa Pangeran Rodigero meminta, hamba akan melakukannya. Ini adalah rumah makan milik Yang Mulia. Jadi orang yang memiliki hubungan dengannya, berhak tinggal di sini juga,’’ kata Kitsune.
‘’Sekali lagi, hamba berterima kasih kepada Pangeran Rodigero,’’ kata Licy.
‘’Kalau begitu, aku juga harus segera kembali ke istana,’’ kata Pangeran Rodigero.
Kitsune dan Licy membungkuk dan memberitahu Pangeran Rodigero agar berhati-hati. Licy juga meminta Pangeran Rodigero agar merahasiakan keberadaannya dari orang-orang di istana.
Meski tidak mengerti mengapa wanita itu mengatakan hal tersebut, Pangeran Rodigero hanya tersenyum dan mengangguk.
......................
Istana
Putri Rukaia menuangkan teh ke cangkir milik Raja Raion. Jika diibaratkan dengan masa modern, saat ini mereka berdua sedang menikmati afternoon tea di balkon. Selain itu, Ratu Agung juga menyuruh putranya itu untuk menemani salah satu keponakan Siruverash ini.
‘’Silahkan Yang Mulia Raja,’’ senyum Putri Rukaia.
Raja Raion meraih cangkir teh dan meneguknya, begitu juga dengan wanita di depannya. Sesekali, matanya melirik ke arah gerbang utama sambil diikuti Putri Rukaia.
Yang Mulia sedang melirik apa sejak tadi? Gerbang? Tapi kenapa? Hm, kata Putri Rukaia dalam hati.
Di saat yang bersamaan, rombongan prajurit datang dengan Ratu Rushi menunggani kuda yang dikawal seekor harimau. Wanita itu tidak sengaja mendongakkan kepala.
Wajah Ratu Rushi langsung kusut saat melihat Raja Raion dan Putri Rukaia berduaan di balkon.
Hm~ apakah dia memanggilku demi memperlihatkan hal ini? Heh, ingin membuatku cemburu, ya? Sayang sekali karena aku tidak peduli, ucapnya dalam hati.