Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 44 Bukan Kekuatan Tapi Otak



Sebelum pertandingan dimulai, semua orang termasuk Ratu Rushi dan pemilik rumah bertarung menyerahkan uang koin taruhan. Tidak lama kemudian, tumpukan koin emas sebanyak 9000 keping terletak di atas meja.


Ratu Rushi yang melihat tumpukan koin emas itu hanya tersenyum dengan wajah bodohnya.


Maaf untuk kalian bertiga, karena aku membawa semua penghasilan dari rumah makan kita, ucapnya dalam hati.


Ratu Rushi menatap Gorila dan beruang grizzly yang juga menatapnya.


Tubuh Gorila itu hampir mencapai 2m, dengan kekuatan 4-9 kali dibandingkan manusia. Kekuatannya dalam mengangkat dan melempar seperti tadi, mampu membuatnya menjadi pesaing terbesar bagi singa. Selain itu, gorilla juga agresif dan memiliki stamina cukup kuat untuk melawan si raja hutan. Sedangkan beruang grizzly ini tidak perlu mengeluarkan kekuatan penuh. Dia bisa membunuhku hanya dengan sekali hantaman cakarnya saja. Aku seperti seekor semut yang berdiri di hadapan seekor gajah saat ini, ucapnya dalam hati.


Pemilik rumah bertarung kembali ke kursi dan meminta anggur. ‘’Ayo mulai pertarungannya!’’


Ting!


Tanpa membuang waktu, gorila dan beruang grizzly tadi berlari sambil berteriak. Ratu Rushi menunggu timing yang tepat, sambil mengarahkan kedua tangannya ke belakang.


‘’Apa yang dia lakukan? Dia berdiri saja menunggu ajal kematian?’’


‘’Hahaha! Ratu itu seorang penghianat dan sudah diasingkan. Dia memang sepantasnya mati.’’


Pemilik rumah bertarung tersenyum penuh kemenangan sambil menatap tumpukan uang koin. ‘’Ah~ 9000 koin emas kejayaanku. Sebentar lagi, aku akan menjadi bangsawan tinggi! Ahahaha!’’


Begitu timingnya tepat, Ratu Rushi langsung melemparkan dua masing-masing kantong plastik ke dalam mulut kedua hewan tadi.


Kedua hewan tadi terhenti sambil mengunyah, bersamaan Ratu Rushi menghitung durasi 3 detik.


‘’Aku masih memiliki banyak, kalau mau minta, maka berlutut dan mengaku kalahlah,’’ kata Ratu Rushi.


Deg!


‘’Aku menang!’’ teriak Ratu Rushi menyangga kedua tangannya ke pinggang.


Melihat hal itu membuat pemilik rumah bertarung berdiri, dan menghampiri mereka dengan wajah merah padam.


Ratu Rushi tersenyum sambil menyerahkan dua kantongan baru kepada dua hewan itu. Namun, belum sempat gorila dan beruang grizzly mengambilnya, pemilik rumah bertarung membanting kantongan plastik tadi, sehingga isinya berserakan di tanah.


‘’Ini penipuan! Kau pasti berbuat curang!’’ teriak pemilik rumah bertarung.


Ratu Rushi tersenyum dengan mata menyipit, sambil mengkode pria itu ke samping. Pemilik rumah bertarung menelan saliva, saat gorila dan beruang grizzly mengepalkan tangan dan hendak memukul.


‘’Kenapa kalian terlihat marah? Aku ini ketua kalian!’’


‘’Kau lupa dengan taruhan kita? Jika aku bisa mmebuat mereka bersujud dalam 3 waktu detik, maka semua uang koin dan rumah bertarung ini akan menjadi milikku. Jadi, akulah yang memiliki posisi lebih tinggi atas rumah bertarung ini. Selain itu, kau baru saja merusak hadiah mereka,’’ kata Ratu Rushi.


Pemilik rumah bertarung tersenyum dengan wajah kaku. ‘’Itu hanya kantongan plastik. Apanya yang begitu spesial? Kita bisa membicarakannya dengan baik-baik.’’


Gorila dan beruang grizzly tadi tidak peduli hingga akhirnya….


Bugh! Bugh! Bugh!


Semua orang dibungkam karena kejadian barusan. Mereka menatap Ratu Rushi penuh ngeri dan langsung berlarian keluar.


Mozaru bangkit dengan wajah yang tidak percaya. ‘’Bagaimana ini bisa terjadi?’’


‘’Tidak mesti harus menggunakan kekuatan terus untuk menang. Sesekali gunakan otak juga,’’ jawab Ratu Rushi.