
Hari berikutnya, tibalah pertemuan seluruh anggota kerajaan dan para petinggi. Mereka berkumpul untuk membahas posisi Ratu yang sedang kosong untuk segera mengisinya dengan menobatkan Ratu yang baru bagi Era Narunia.
Meskipun Raja Raion dan Pangeran Rodigero sudah menolak, tapi Siruverash tetap berhasil membujuk para petinggi agar menuntut sang Raja untuk segera memilih Ratu yang baru.
Sebagai perdana menteri kerajaan, tentu saja Siruverash mengusulkan Putri Rukaia sebagai calon. Demi merebut hati dan kepercayaan semua orang, ia telah mempersiapkan hal-hal yang akan membuat mereka memilih wanita itu menjadi Ratu.
Tentu saja itu tidaklah mudah, karena Putri Rukaia harus memiliki kualitas seorang Ratu agar dirinya layak dipilih. Siruverash sudah menduga hal ini, membuatnya menyuruh Putri Rukaia mengikuti semua perintahnya.
Setelah Putri Rukaia dipanggil, anggota kerajaan dan para petinggi pun mulai memberinya tes. Untuk menjadi Ratu, wanita itu harus bisa memainkan segala alat musik, pandai bertutur kata dan ahli politik. Selain itu memiliki visi dan komitmen, wawasan luas, serta bisa melakukan sastra lisan. Tidak lupa kualitas feminin dalam bentuk emosional seperti empati, penyayang dan toleran. Dan yang terakhir adalah yang paling utama. Semua orang selalu mengibaratkan seorang Ratu adalah bayangan sendiri dari sang Raja.
Jika sang Raja adalah matahari maka sang Ratu adalah bulan. Jika sewaktu-waktu sang Raja jatuh sakit, maka sang Ratu yang akan mengambil alih singgasana untuk sementara. Oleh karena itu kualitas terakhir yang harus dimiliki adalah mampu membaca situasi dengan cermat, ahli strategi dan bisa memimpin rakyat serta membawa negeri menuju kemakmuran. Ya, semua tes di atas berhasil dilalui Putri Rukaia berkat arahan Siruverash.
Sebelumnya dikatakan, manusia yang terlahir dengan rambut emas putih bermata sapphire, harus menikah dengan penguasa ras setengah binatang. Dan Ratu Rushi dari ras murni khataros adalah orangnya. Ia menikah dengan Raja Raion dari ras paramorfomenos, manusia setengah binatang yang bisa berubah wujud yang tidak memiliki kekuatan sihir.
Tapi, insiden menyebabkan sang Ratu tewas karena konspirasi yang dilakukan Siruverash dan Putri Rukaia. Karena tidak ada lagi wanita yang berambut emas putih bermata sapphire, membuat mereka mau tidak mau harus memilih Putri Rukaia sebagai Ratu yang baru.
Kini tinggal menunggu keputusan para petinggi. Jika mereka setuju, maka pertunangan akan langsung diadakan bersamaan penobatan Ratu yang baru.
Pangeran Rodigero mengepalkan tangan, melihat Siruverash berhasil mewujudkan rencananya. Ia menatap Putri Rukaia dengan wajah kusut sambil berdecih. Sama halnya dengan Raja Raion, pria itu juga berdecih pelan karena tidak bisa melakukan apa pun.
Sial … Jika saja ada seseorang di antara kami yang bisa mencegah pertunangan ini terjadi, kata keduanya kompak dalam hati.
Berbeda dengan Raja Raion dan Pangeran Rodigero yang memejamkan mata karena tidak bisa berbuat apa-apa, Putri Rukaia dan Siruverash malah tersenyum penuh kemenangan.
Para petinggi pun akan memulai prosesi awal, sebelum meresmikan pernikahan di hadapan seluruh rakyat. Putri Rukaia dan Raja Raion dikirim ke kamar untuk di dandani. Tidak lama kemudian, keduanya kembali ke ruang kenegaraan.
Putri Rukaia menatap Raja Raion yang hanya memasang wajah datar di sampingnya. Dengan rasa tidak percaya, akhirnya impian yang selama ini ia inginkan telah terwujud. Ia kembali menoleh ke depan sambil tersenyum.
Sebentar lagi aku akan menduduki singgasana-ku, ucapnya dalam hati.
Setelah pertunangan selesai, kini tersisa penyerahan mahkota kepada Putri Rukaia yang akan dilakukan oleh Raja Raion secara langsung. Para petinggi menyerahkan mahkota di atas nampan beralaskan kain. Raja Raion hanya memandangi mahkota itu untuk sesaat, sebelum mengambilnya.
Putri Rukaia menatap mahkota dengan tatapan ambisi. Ia pun sedikit merendahkan tubuhnya untuk menerima mahkota itu.
Pangeran Rodigero yang melihat kakaknya akan meletakkan mahkota itu, kembali mengepalkan tangan. Ia pun memejamkan mata sambil menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya dalam sekali hembusan bersamaan mata terbuka. ‘’Tun—‘’
Ceklek!
Ucapannya terhenti saat pintu tiba-tiba terbuka. Ia pun menoleh dan saat itu juga matanya membulat besar.
Raja Raion yang menoleh juga langsung terpaku begitu juga dengan Putri Rukaia dan yang lainnya.