Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 34 Topik yang Konyol



Istana


Begitu Pangeran Rodigero tiba di istana, ia langsung diminta menghadap oleh Ratu Agung.


‘’Kakak di mana? Aku belum pernah melihatnya,’’ kata Pangeran Rodigero menyusuri jalan.


‘’Yang Mulia sedang berada di kamar Putri Rukaia,’’ jawab Tora.


Dengan cepat, Pangeran Rodigero berbalik. ‘’Kakak selingkuh! Apakah Putri Rukaia hamil dan akan dijadikan selir? Katakan padaku!’’


Tora hanya tersenyum kaku sambil dirinya dibuncang berulang kali oleh Pangeran Rodigero. ‘’I-Itu tidak benar Pangeran. Anda terlalu berlebihan. Pagi tadi, Putri Rukaia jatuh pingsan, dan Ratu Agung memerintahkan kepada Yang Mulia untuk menjaganya.’’


Pangeran Rodigero menghela nafas dan menarik tangannya. ‘’Syukurlah kakak masih waras. Aku pikir dia sudah tidak berpikir jernih dengan melakukan hal-hal yang salah.’’


Beberapa saat yang lalu, Pangeran sendirilah yang sudah tidak berpikir jernih kepada Yang Mulia, kata Tora dalam hati.


Setelah itu, keduanya tiba di kediaman Ratu Agung. Tora menyampaikan kedatangan dan membungkuk setelah Pangeran Rodigero masuk ke dalam.


‘’Ibu, aku pu—‘’


‘’Hee~ apa itu kau Rodigero?’’


Pangeran Rodigero bergidik melihat ibunya seperti mengeluarkan aura hitam membunuh kepadanya. Ia tersenyum kikuk sambil mendekat. ‘’A-Aku datang untuk Ibu.’’


‘’Anda baru mengingat diriku? Ha?’’ tanya Ratu Agung.


‘’Hehe, tidak baik marah-marah seperti ini. Ibu adalah wanita tercantik di negeri ini. Aku dengar, orang yang suka marah itu cepat tua,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Aku seperti ini juga karena siapa?’’ tanya Ratu Agung.


Pangeran Rodigero langsung memasang wajah kasihan, sambil mempertemukan masing-masing jari telunjuknya. Saat itu juga, amarah Ratu Agung langsung hilang.


‘’Oh~ Rodigero kesayanganku, jangan menangis. Aku tidak berniat memarahimu, tapi hanya cemas kepadamu,’’ kata Ratu Agung.


‘’Ibu sungguh tidak marah?’’ tanya Pangeran Rodigero.


Ratu Agung menggeleng dan memeluk putranya itu. ‘’Tidak. Siapa yang marah? Aku dengar, orang yang suka marah akan cepat tua.’’


Pangeran Rodigero menghela nafas sambil mengusap dadanya. ‘’Maaf, karena aku langsung pergi tanpa memberitahu Ibu.’’


‘’Aduh, kau sampai meninggalkan istana saat masih pagi buta, apalagi tidak membawa satupun pengawal. Kakakmu sudah memberitahuku,’’ kata Ratu Agung.


‘’Iya. Kau mengurus sesuatu yang penting sampai meninggalkan istana. Tapi dia tidak memberitahuku kau mengurus apa,’’ kata Ratu Agung yang kembali membuat Pangeran Rodigero lega.


‘’Ahaha. Aku memang mengurus sesuatu yang penting,’’ kata Pangeran Rodigero dengan wajah kaku.


‘’Jadi katakan kepadaku! Urusan apa itu dan jangan berani menipuku!’’ tegas Ratu Agung.


Pangeran Rodigero bingung harus mengatakan apa. Keringat di tubuhnya seperti tidak berhenti mengalir karena tatapan memantau dari Ratu Agung. ‘’Um, itu … Sebenarnya karena … Stt, aku … Aku … Haa, aku menemui wanita yang kusukai.’’


Deg!


‘’Sungguh?! Akhirnya saat-saat yang aku tunggu telah tiba! Rodigero-ku memiliki wanita yang dia sukai! Siapa wanita itu, aku akan segera mengurus pernikahan kalian,’’ kata Ratu Agung.


‘’Aku tidak ingin menikah sekarang,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Tapi aku sudah lama menantikan moment ini,’’ kata Ratu Agung.


‘’Sangat sulit menjelaskannya. Tapi percayalah, jika waktunya sudah tiba, aku akan memberitahu Ibu,’’ kata Pangeran Rodigero.


Ratu Agung menghela nafas dengan tampang kecewa.


‘’Ibu jangan sedih. Hanya saja ada sedikit masalah di antara kami, dan aku berusaha memperbaikinya. Setelah itu, Ibu bebas melakukan apa pun. Kalau Ibu ingin kami langsung menikah saat itu juga, aku akan menurutinya,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Baiklah. Tapi jangan membuatku menunggu terlalu lama. Jika tidak, aku sendiri yang akan menghampiri wanita itu,’’ kata Ratu Agung.


Pangeran Rodigero tersenyum dan memeluk ibunya. ‘’Arigatou!’’


‘’Bahasa apa itu? Aku baru mendengarnya,’’ kata Ratu Agung.


‘’Aku belajar dari wanita yang kucintai itu. Bukan bahasa ini saja. Dia menguasai banyak bahasa yang tidak diketahui orang. Juga sangat jago memasak, tidak lupa dengan sikapnya yang rendah hati,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Benarkah? Kalau begitu, dia adalah wanita yang sangat pantas untukmu,’’ kata Ratu Agung.


‘’Tapi masalahnya, Ibu mungkin tidak menyukainya,’’ kata Pangeran Rodigero.


‘’Ahaha. Siapa yang tidak menyukai wanita cerdas seperti ini? Aku sudah menyukainya bahkan hanya mendengar ciri-cirinya darimu. Aku jadi tidak sabar menjadikannya menantuku,’’ kata Ratu Agung.


Heh, dia sudah menjadi menantu Ibu sejak dulu, kata Pangeran Rodigero dalam hati.