Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 148 Perintah



‘’Lepaskan! Beraninya kalian mengurungku di dalam sini!” seru Washi.


Namun, orang-orang disekitar tidak peduli yang telah mengambil alih penjara tersebut. Washi menggertak gigi melihat para penjaga yang justru dipenjara, sedangkan para tahanan berkeliaran di luar.


Ck! Pria itu menendangku begitu keras sampai kesadaranku hilang. Sial! Aku harus segera memberitahu Tuan Siruverash mengenai situasi ini, kata Washi dalam hati.


......................


Istana


Semua orang sudah berkumpul di ruang kenegaraan sepagi ini. Dengan kembalinya Ratu Rushi kemarin, membuat pertanyaan timbul dari benak para petinggi. Semua orang meyakini kalau wanita itu telah tiada karena diterkam oleh binatang buasa yang besar. Tapi, wanita itu malah muncul di saat penobatan ratu yang baru, sehingga membuat mereka curiga.


Padahal, tidak ada yang mengetahui pertemuan penting itu, tapi bagaimana bisa Ratu Rushi muncul di waktu yang pas, kecuali ia memiliki komplotan di istana. Ya, semua pemikiran itu adalah ulah Siruverash yang menghasut para petinggi. Dan inilah yang terjadi sekarang di ruang kenegaraan.


‘’Yang Mulia, orang yang sudah mati tidak mungkin bisa kembali lagi ke dunia ini. Hamba berpikir, orang yang memiliki wajah seperti Yang Mulia Ratu Rushi adalah orang lain.’’


‘’Itu benar Yang Mulia. Dia pasti mengubah wajahnya sehingga menyerupai Yang Mulia Ratu Rushi, agar kita semua percaya kepadanya.’’


‘’Pertemuan penting itu hanya diketahui oleh anggota kerajaan dan para petinggi. Tapi, wanita yang memiliki wajah seperti mendiang Ratu itu malah mengetahuinya Yang Mulia Raja.’’


‘’Sampai mengetahui informasi rahasia seperti itu, hamba berpikir ada salah satu di antara orang di istana yang membocorkan hal tersebut.’’


Siruverash hanya tersenyum menyaksikan para petinggi yang menimbulkan keributan di depannya. Rencananya berhasil melihat para petinggi memainkan peran mereka begitu baik, sedangkan dirinya hanya perlu duduk tenang tanpa ikut campur.


‘’Tidak ada pilihan lain. Wanita yang memiliki wajah seperti mendiang Ratu harus segera diturunkan dari posisinya!’’


‘’Kita akan mengangkat Putri Rukaia sebagai Ratu yang baru.’’


‘’Itu benar. Yang Mulia Raja harus segera menu—‘’


Bugh!


‘’Tapi Yang Mulia Ra—‘’ ucapan salah satu petinggi terhenti begitu pintu terbuka.


Wajah Putri Rukaia dan Siruverash langsung kusut melihat sosok yang datang itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Ratu Rushi. Wanita itu masuk dan menghampiri sang Raja.


‘’Beraninya kau duduk di singgasana itu bersama Yang Mulia!’’ tegur salah satu petinggi.


Sebelah alis Ratu Rushi terangkat. ‘’Tidak ada aturan yang melarang Ratu duduk di samping Raja-nya.’’


Namun, para petinggi kembali ribut dan mengeluh kepada Ratu Rushi. Mereka bahkan meminta hak Putri Rukaia yang juga menjadi istri Raja Raion.


‘’Meski Putri Rukaia adalah istri Yang Mulia Raja, tapi aku adalah istri utama. Secara hukum, akulah Ratu yang mutlak. Selain itu, belum ada pernikahan, jadi saat ini status Putri Rukaia hanyalah seorang selir,’’ kata Ratu Rushi.


Semua orang bingung dengan kata selir yang dimaksud wanita tadi.


‘’Selir?’’ tanya Putri Rukaia.


Sebelah alis Ratu Rushi terangkat. ‘’Ara? Anda tidak tahu apa itu selir? Artinya perempuan yang memiliki keterikatan hubungan dengan Raja tanpa status pernikahan, yang harus membuat selir melayani sang Raja dalam segala hal. Kedudukannya juga jauh di bawah Ratu atau Permaisuri.’’


Matanya memicing sambil tersenyum miring. ‘’Tidak memiliki hubungan tapi harus melayani … Orang-orang di duniaku menyebut hal yang serupa seperti ini sebagai … pelayan status rendah yang dipungut oleh majikan.’’


Putri Rukaia langsung menggertak gigi sambil mengepalkan tangan. Sedangkan Siruverash memasang wajah kusut.


Akan tetapi, salah satu petinggi menolak keberadaan Ratu Rushi dan meragukannya. Semua orang menyaksikan petinggi itu menuduh dan menghina wanita yang duduk di samping Raja yang sedang menyamar.


‘’Turunkan dia dari jabatannya dan beri besi cap panas ke lidahnya! Orang yang berani meragukan dan menentang Ratu-nya sendiri, berikan mereka hukuman yang sama!’’ perintah Ratu Rushi.


Raja Raion memberi perintah untuk menyeret petinggi. Semua orang menatapnya dengan wajah tidak percaya, lalu beralih ke petinggi yang diseret keluar tadi. Dengan wajah tertahan, Siruverash mengepalkan tangan sambil menatap Ratu Rushi.