Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 43 3 Detik



‘’Hentikan pertarungannya! Apakah kalian tidak lihat badak ini sudah terkapar di tanah? Untuk apa melanjutkan pertarungannya lagi?’’ tanya sosok bertudung.


Para penonton tidak mendengar, dan malah menyuruh gorila dan beruang grizzly sekalian saja menyerang sosok bertudung.


Hal itu membuat sosok bertudung sedikit kesal karena mereka begitu keras kepala.


‘’Kalau begitu, aku akan melawan gorila dan beruang grizzly ini hanya dalam 3 detik!’’


Mozaru yang mendengarnya terbelalak, begitu juga dengan kedua hewan tadi serta seluruh isi rumah bertarung. Mendengar ucapan sosok bertudung, membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.


Sosok bertudung melepaskan jubahnya dan melemparnya ke sembarang arah. Saat itu juga, mata semua orang membulat besar melihat sosok dibalik tudung tadi.


‘’RA-RATU RUSHI?!’’ pekik semuanya.


Mozaru dengan mata membulat hanya terbelalak, dan tidak percaya melihat wanita itu benar-benar ada di hadapannya. ‘’Ratu Rushi ada di sini? Bagaimana mungkin?’’


‘’Ternyata kau lagi Ratu yang diasingkan.’’


‘’Kenapa wanita ini selalu muncul dimana-mana.’’


‘’Sepertinya dia tidak tahu di—‘’


‘’Shut up the garbages!’’ teriak Ratu Rushi memotong ucapan.


‘’Dia mengatakan apa?’’


‘’Gerbang?’’


‘’Aku tidak paham dengan bahasa yang digunakan wanita ini.’’


Ratu Rushi yang mendengarnya hanya memasang wajah bodoh. ‘’Aku baru saja memanggil kalian para sampah. Tapi sayang sekali tidak ada yang mengerti artinya.’’


Pemilik rumah bertarung langsung muncul. ‘’Tadi kau bilang ingin mengalahkan kedua hewan ini? Hahaha! Ratu Rushi sangat tahu melawak, ya?’’


Semua orang langsung tertawa menanggapi ucapan pemilik rumah bertarung.


‘’Apa maksudmu? Raja Raion kita sendiri yang memberi perintah baru untuk menjadikan mereka budak. Kau berkata seolah-olah aku berbuat kejahatan.’’


‘’Hentikan basa-basimu. Aku sudah menantang kedua hewan tadi. Cepat keluarkan izinmu!’’ perintah Ratu Rushi.


‘’Untuk apa aku melakukan sesuatu yang tidak ada untungnya bagiku. Lebih baik kau pergi saja da—‘’


‘’Berapa jumlah penonton yang hadir saat ini?’’ tanya Ratu Rushi memotong ucapan.


Pemilik rumah bertarung hanya diam untuk sesaat, hingga akhirnya menatap seluruh sisi bangunan. ‘’Hari ini sedikit spesial, jadi ada 198 orang.’’


‘’Kalau begitu kita bulatkan menjadi 200 orang, dengan jumlah kita berdua,’’ kata Ratu Rushi.


‘’Heh? Kenapa aku harus ikut bertaruh di rumah bertarungku sendiri?’’ tanya sang pria.


‘’Aku akan bertaruh 3000 koin emas untuk diriku,’’ kata Ratu Rushi tanpa ragu.


Pemilik rumah bertarung menelan saliva karena tergoda dengan jumlah uang tadi.


‘’Semua orang di sini juga harus bertaruh 3000 koin untuk mewakili mereka, dan juga dirimu. Jika aku kalah, kau langsung bisa memiliki 9000 koin emas dalam sekejap. Bagaimana?’’ tanya Ratu Rushi memancing.


‘’9000 koin emas? Itu setara kediaman besar yang memiliki pasukan sedang,’’ kata sang pria.


‘’Tapi, jika aku menang, 9000 koin emas dan rumah bertarung ini akan menjadi milikku,’’ lanjut Ratu Rushi.


Pemilik rumah bertarung protes dan tidak menerimanya. Untuk apa taruhan besar seperti itu dilakukan, dan Ratu Rushi mengatakan itu adalah taruhan yang adil.


‘’Haa, aku ini hanya wanita yang lemah. Bagaimana mungkin aku melakukan hal bodoh seperti ini?’’ gerutu Ratu Rushi dengan nada pelan.


‘’Aku ikut!’’


Terukir senyuman di bibir Ratu Rushi karena pemilik rumah bertarung itu masuk ke dalam perangkapnya. Ia memperlihatkan ibu jari, telunjuk dan tengahnya secara bersamaan.


‘’Dalam waktu 3 detik ... Aku akan membuat gorila dan beruang ini berlutut ke tanah dan mengaku kalah.’’