Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 77 Scorpion



‘’Hee~ sepertinya rumor itu memang benar. Kau menjadi sangat sombong setelah kembali ke istana,’’ kata Nero.


Shika yang kesal, menegurnya untuk memanggil Ratu Rushi dengan sebutan Yang Mulia. Tapi, Nero malah menghunuskan pedang, membuat manusia setengah rusa itu bersembunyi di belakang Mozaru. Usagi menegur Nero sedikit lebih sopan, tapi pria itu menyuruh orang asing seperti mereka tidak berhak ikut campur urusan istana. Kesabaran Yagyu benar-benar habis, membuat Ratu Rushi mencegahnya dengan sebelah tangan.


Ratu Rushi menatap Nero yang sejak tadi memasang wajah kusut. Sebelum menjalani pengasingan, pria itu selalu memukulinya jika berani membantah perintah Eris.


Nero bahkan tidak ragu memberi pelajaran kepadanya jika membuat Eris kesal dan tidak puas. Selain dirinya, masih ada satu pria yang juga ikut merundung. Dan itu adalah sahabat dekat Nero. Kedua pria itu beserta Eris dan dua wanita lainnya, mereka berlima adalah orang yang paling berpengaruh atas penyiksaan Ratu Rushi selama di istana.


‘’Kebetulan sekali kau sendiri yang menghampiriku tanpa aku mencarimu. Aku masih ingat bagaimana dirimu membuatku tidak bisa berjalan selama satu minggu,’’ kata Ratu Rushi.


Sebelah alis Nero terangkat sambil tersenyum. ‘’Aku baru saja kepikiran untuk membuatmu kembali seperti itu. Melukai kedua tangan Nona Eris … Kali ini aku akan membuatmu tidak bisa berjalan untuk sementara waktu.’’


‘’Hee~ kita akan tahu sebentar lagi,’’ senyum Ratu Rushi.


Hana yang menyadari ucapan wanita itu, membuatnya mencegah Ratu Rushi. Ia tidak akan membiarkan Nero menyakitinya, dan rela menggantikan dirinya untuk dipukuli. Yagyu bahkan juga meminta agar dirinya saja yang melawan pria itu, karena ingin memberinya pelajaran.


‘’Yang Mulia, Yagyu dan Mozaru memiliki kekuatan yang besar. Jika kita menyuruh keduanya membalas perlakuan yang diterima Yang Mulia, maka manusia rumput liar itu bisa dikalahkan,’’ kata Shika.


‘’Rusa penyakitan, beraninya kau menyebutku rumput liar!’’ seru Nero.


Yagyu dan yang lainnya kembali menatap Shika dengan wajah bingung. Mengapa manusia setengah rusa itu mengibaratnya sebagai rumput lagi dalam artian liar.


‘’Aku hanya kepikiran untuk menginjak rumput liar karena sangat kesal dengan sikapnya,’’ jawab Shika santai.


Ratu Rushi yang mendengarnya hanya memasang wajah bodoh.


Rumput laut bergoyang, rumput liar … Tidak tahu rumput apa lagi selanjutnya yang akan dia gunakan untuk mengibaratkan orang, ucapanya dalam hati.


......................


Hana dan yang lainnya menatap Ratu Rushi dengan penuh harap. Wanita itu benar-benar tidak main dengan ucapannya yang akan melawan Nero.


Dari jauh, Eris dan kedua bawahan terdekatnya mengintip dibalik tiang.


‘’Tuan Nero sudah turun tangan. Aku harap dia membuat tubuh Ratu Rushi remuk sehingga wanita itu tidak bisa berdiri lagi,’’ kata Zena.


Riaz mengangguk membenarkan. ‘’Tangan kita sampai melepuh karena Ratu Rushi. Sekarang, Yang Mulia akan menerima konsekuensinya karena telah melukai Nona Eris.’’


Eris yang melihatnya hanya memasang wajah kusut seperti biasa. Meski tidak mengatakan apa pun seperti kedua wanita tadi, ia berharap Nero memberi pelajaran lebih parah kepada Ratu Rushi.


Kembali ke Ratu Rushi dan Nero yang berdiri berhadapan. Keduanya hanya diam hingga akhirnya Nero maju duluan. Satu kali, dua kali, tiga kali, Nero terbelalak karena sejak tadi Ratu Rushi menghindari serangannya. Lebih kagetnya lagi, wanita itu selalu melompat-lompat dengan irama sedang sambil mengepalkan kedua tangan.


‘’Berhenti menghindar terus!’’ seru Nero.


‘’Siapa yang menghindar? Kau yang selalu meleset saat menghampiriku,’’ senyum remeh Ratu Rushi.


Nero berdecih dan menarik pedangnya. Hana dan yang lainnya melotot karena pria itu akan menyerang tanpa peduli Ratu Rushi seorang wanita.


Pria itu mengayunkan pedang untuk mengibas Ratu Rushi, membuat wanita tadi merendahkan tubuhnya ke belakang, disusul kaki kanannya menendang pegangan pedang.


Ratu Rushi kembali menyempurnakan posisi berdirinya, dan menggunakan kaki kiri untuk menendang perut Nero, lalu menjatuhkan kepalanya ke bawah sambil mengangkat kaki kanannya ke belakang untuk menghantam wajah pria itu.


Bugh!


Dalam sekejap, Nero langsung jatuh ke tanah dengan sudut bibirnya yang sudah berdarah.


‘’Dalam dunia bela diri, teknik dan gaya serangan ini menyerupai kalajengking. Orang-orang di duniaku menyebutnya … Scorpion,’’ senyum Ratu Rushi.