Queen Rushi

Queen Rushi
Bab 186 Reuni



Hari mulai gelap, setelah mereka semua keliling di Negeri Sakura tersebut. Anna yang merasa pusing sejak tadi karena selalu berhalusinasi, berniat untuk pulang. Tapi, niatnya terhenti saat sang ayah memohon untuk terakhir kalinya untuk mengunjungi satu tempat.


‘’Ayah ingin menyaksikan pertarungan tinju? Heh, kenapa semua pria suka melihat orang saling memukul?’’ bingung Anna menggelengkan kepala.


......................


Arena Bertarung


Ini pertama kalinya Anna dan teman-temannya menyaksikan pertarungan tinju secara langsung. Biasanya mereka hanya melihat hal itu melalui TV, tapi hari ini duel itu benar-benar ada di depan mata. Seluruh ruangan begitu dipenuhi sorakan terutama ayah Anna yang juga ikut berteriak.


Bagi Anna, hal itu tidak menarik membuatnya memilih membuka ponsel. Setelah mengetahui adiknya ingin mengambil jurusan hukum setelah lulus nanti, ia pun mencari universitas yang layak untuk dimasuki sang adik. Sampai akhirnya ia menemukan universitas yang memiliki dosen hukum terbaik. ‘’Oh, kebetulan sekali. Mari kita lihat….’’


Ia pun membaca artikel yang membicarakan dosen hukum itu.


The Record’s mengatakan dia merupakan professor termuda sepanjang sejarah. Wow, sepertinya tidak main-main. Memiliki kecerdasan luar biasa membuatnya menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar sarjana pada umur … 15 tahun?! Heh, aku yang salah baca atau orang yang membuat artikel ini mengantuk saat menulisnya? Eh benar, tidak salah baca. Dia ditawari oleh pembimbingnya untuk melanjutkan jenjang doctoral tanpa menyelesaikan jenjang magister. Progam ini dinamakan PhD. Tidak lama kemudian, dia memasuki universitas top dunia dan mulai mengajar ilmu hukum saat umurnya 16 tahun. Woah, dia pasti sangat pintar, kata Anna dalam hati yang membaca.


Namun, dahinya berkerut saat membaca paragraph selanjutnya.


Meskipun pembawaannya ramah, dia terkenal sebagai dosen paling tegas, bahkan tidak ragu memakai cambuk pemukul saat mengajar, meskipun tidak pernah menggunakan alat itu untuk memukuli mahasiswanya. Heh, eheh … Aku tiba-tiba teringat dengan Kamereon yang pernah mengajari Wani di sel, kata Anna dalam hati.


Begitu melihat foto dosen hukum tadi langsung tampil membuat Anna keluar dari situs tersebut tanpa menyelesaikan artikelnya. Di saat bersamaan, pertandingan tinju berakhir dan menunggu petinju selanjutnya.


‘’Eh? Kenapa semua orang semakin berteriak lebih keras?’’ bingung Anna.


‘’Kyaa! Itu karena petinju terbaik di dunia akan muncul,’’ kata Tina.


Anna langsung tersenyum dengan wajah bodohnya. ‘’Sekarang apa lagi yang tidak aku ketahui? Kenapa aku ketinggalan banyak berita selama tidak sadarkan diri?’’


‘’Itu dia! Kyaaaaa!’’ kata Putsar.


Mata Anna langsung membulat besar melihat pria yang masuk ke arena itu. Tidak peduli berapa kali ia mengerjapkan mata, tapi dirinya memang tidak berhalusinasi.


‘’Bicara tentang kelas berat terbesar, namanya adalah yang tertinggi. Dia mempertahankan gelar juara 27 berturut-turut membuatnya dianggap sebagai petinju kelas berat terbesar sepanjang masa dan paling terhebat. Petinju yang melawannya rata-rata akan berakhir cedera berat. Kejayaan tidak terbantahkan dan berkuasa membuatnya menjadi petinju yang paling ditakuti sepanjang masa. Di atas takhta kelas berat sebagai yang terbaik, dialah … Sang Raja Ring!’’ kata Nana.


Saat itu juga Anna meninggalkan bangunan tersebut dan berlari jauh dari sana. Tanpa sadar, ia terhenti di sekitar kastil sambil mengatur nafas. Melihat butiran kristal putih terjatuh membuatnya mendongakkan kepala. ‘’Salju?’’


Ia kemudian menatap pohon besar setinggi 8 meter dengan kulit batang halus berwarna cokelat terkelupas ke arah horizontal. Dimana bunganya yang lebih dulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Bunga-bunga yang bermekaran beraneka warna, ada yang merah, pink, putih. Selain itu, bunga tersebut tumbuh hampir diseluruh tempat, seperti pinggir jalan dan tepi sungai.


‘’Pohon Sakura ini akan menjadi alasan pertemuan kita kembali di masa depan,’’ kata Raja Raion membuat semuanya menatap pohon tersebut sambil tersenyum bersamaan kepala mengangguk. (Anna teringat)


‘’Heh, benar juga. Kenapa aku harus percaya mereka semua ada di zaman ini. Sepertinya aku masih tidak bisa melupakan semua orang sampai berhalusinasi melihat wajah mereka,’’ senyum Anna.


Tanpa ia sadari, seorang pria berjalan menghampiri dan berdiri di belakangnya. ‘’Sumimasen(Permisi), kau menghalangi pohonnya. Bukan kau saja yang ingin melihat sakura itu.’’


Anna tersentak kaget dan membungkuk meminta maaf berulang kali.’’ Aa! Hontouni gomen—‘’


Deg!


Berbeda dengan dirinya yang terpaku di tempat, pria di depannya malah tersenyum. Tidak lama kemudian, mulai berdatangan sosok pria dan dua wanita.


‘’Long time no See … Yang Mulia,’’ ucap mereka semua.


‘’Hem! Yang Mulia melupakan hamba, ya?’’


‘’Ahaha gomen Tora-san,’’ kekeh Anna.


Putra Mahkota tersenyum sambil menyeka air mata Anna. ‘’Jika salju terakhir yang memisahkan kita, maka salju pertama yang akan mempertemukan kita juga kembali. Hari itu aku pernah bilang kalau pohon sakura ini akan menjadi alasan pertemuan kita kembali.’’


Pangeran Rodigero tersenyum. ‘’Ini reuni setelah 2500 tahun kita Yang Mulia.’’


Anna tidak bisa menahan rasa harunya sehingga butiran air matanya mengalir deras. Ia menatap para pengikutnya bersama Tora yang berlutut sambil menyilangkan sebelah tangan ke dada.


Di tengah turunnya butiran salju, para pengikut tadi mendongakkan kepala melihat sosok Anna. ‘’Hormat hamba Yang Mulia ... Ratu Rushi.’’


Putra Mahkota berbisik di samping Anna. ‘’Haruskah kita mewujudkan Pangeran Raishi juga?’’


Deg!


Saat itu juga Anna spontan memukul punggung pria itu. ‘’Dasar pria mesum!’’


‘’Hei! Aku ini bukan pria mesum!’’ balas Putra Mahkota.


Mereka terkekeh, sampai akhirnya seorang pria datang. Saat itu juga mata Anna membulat besar.


‘’Mohon maaf, tapi Yang Mulia ingin segera bertemu dengan Putra Mahkota dan Pangeran Rodigero, dan wanita ini,‘’ kata sang pria.


Deg!


Sama halnya dengan yang Anna terpaku di tempatnya, ia juga terkejut melihat wajah wanita itu.


Tidak mungkin ... Dia juga sampai ada di sini, kata Anna dalam hati.


Wajahnya ... Kenapa sangat mirip dengan Lucy? Mustahil, kata sang pria dalam hati.


Sang pria itu pun tersadar dan langsung tersenyum sambil mengulurkan tangan. ‘’Entah kenapa, saya merasa kita sudah pernah bertemu dan memiliki hubungan yang sangat dekat. Saya akan merasa terhomat jika bisa berkenalan dengan orang penting milik Putra Mahkota seperti Anda.‘’


Anna tersenyum dengan wajah kaku sambil membalas uluran tangan pria tadi. ‘’Salam, namaku Anna Mahardika. Senang bertemu dengan Anda.‘’


Hanya dia satu-satunya yang bisa membuat para orang penting istana ini berkumpul di satu tempat, kata sang pria dalam hati.


‘’Nona Anna, ya? Senang bertemu juga dengan Anda. Saya Azami ... Siruverash,‘’ senyum Siruverash.


Sangat menyusahkan berurusan dengannya. Tapi jika Paman menimbulkan kekacauan lagi, kata Anna dalam hati.


Keberadaannya menggangguku. Tapi jika Anna menimbulkan kekacauan dalam rencanaku, kata Siruverash dalam hati.


Anna dan Siruverash masih berjabat tangan sambil melontarkan tatapan serius.


Aku pasti akan menghentikanmu! Ini adalah janjiku, kata keduanya kompak dalam hati.


...Tamat...