
Ribuan orang itu terpaku di tempat melihat patung burung phoenix mengepakkan sayap ke atas. Phoenix ini memiliki tinggi sepanjang 12 meter, diameter lebih dari 50 inci atau setara 127 cm dengan berat 450 kg. Bagian kepalanya terbalutkan 2000 permata ruby, sedangkan bagian leher ditaburkan 8000 berlian, lalu menggunakan 20.000 kepingan emas yang dihancurkan untuk bagian tubuh hingga ke bawah, serta perhiasan antik untuk bagian ekornya.
‘’Burung phoenix itu bercahaya merah keemasan,’’ kata Pangeran Rodigero.
‘’Bulu yang indah berwarna merah dan keemasan, seolah-olah itu adalah api sungguhan,’’ kata Raja Raion.
Ratu Rushi juga memberikan permata ruby dalam bentuk lionting. ‘’Permata ruby ini dapat men-detoksifikasi darah dalam tubuh, mengobati demam, dan penyumbatan aliran darah. Dengan demikian, batu ruby ini sangat baik untuk jantung dan sistem peredaran darah yang dapat merangsang adrenalin, ginjal, organ serta limpa. Jadi saya berharap Yang Mulia Ratu Agung diberkahi kesehatan.’’
Ratu Agung masih terdiam layaknya sedang dihipnotis. Ini pertama kalinya ia melihat hadiah semegah, semewah, seindah, sebesar di hadapannya.
‘’Burung phoenix dalam mitologi kuno, adalah simbol dari Matahari. Matahari terbit, tenggelam dan terlahir kembali, begitu pun dengan phoenix. Burung phoenix menjadi simbol suci pemujaan terhadap Dewa Matahari di Heliopolis, Mesir, dan dianggap sebagai Dewa Matahari, Ra. Namun, seiring berjalannya zaman, burung phoenix membawa kepercayaan masing-masing. Menurut mitologi Yunani, burung phoenix adalah burung api legendaris yang keramat. Dalam mitologi Tiongkok, burung phoenix dijadikan simbol kebajikan dan keanggunan yang tinggi, kekuasaan, dan kemakmuran. Burung phoenix merupakan simbol dari keabadian yang bisa membawa manusia pada kehidupan abadi dalam mitologi Jepang. Lambang dari siklus kehidupan yang panjang abadi dan simbol dari kebangkitan,’’ kata Ratu Rushi.
Meskipun ada sebagian kata yang tidak dimengerti dari wanita itu, semua orang yang mendengarnya merasa sangat takjub terutama Ratu Agung.
‘’Dikatakan burung phoenix dapat hidup selama 500 atau 1462 tahun. Setelah hidup selama itu, sang burung membakar dirinya sendiri. Lalu dari abunya, muncul burung phoenix muda. Siklus hidup seperti itu disebut reinkarnasi, bangkit kembali setelah mati, dan muncul sebagai sosok yang baru. Burung phoenix juga dianggap sebagai penyatuan yin dan yang. Serta merupakan simbol kerajaan khususnya permaisuri,’’ kata Ratu Rushi.
Ratu Agung benar-benar tidak percaya setelah mendengar hal dibalik wujud burung phoenix. Ia sangat beruntung dan diberkati karena terlahir sebagai burung tersebut. Mendengar pengaruh dirinya sendiri melalui mulut Ratu Rushi membuatnya bangga dan bersyukur, jika di kemudian hari dirinya menjadi sebuah legenda serta orang-orang akan menyembahnya seperti itu.
Ratu Agung terbelalak bukan main sambil menatap Ratu Rushi.
Dia … Tidak kusangka ada orang yang memperlakukanku sehormat ini untuk pertama kalinya di dunia, ucapnya dalam hati.
Terukir senyuman di bibir Raja Raion. Ia pun berdiri dan menghadap ke arah ibunya lalu ikut bersujud. Begitu juga dengan Pangeran Rodigero. Ratu Agung sampai terkejut melihat Raja sendiri tunduk di hadapannya.
Semua orang sama terkejutnya melihat kedua pria itu mengikuti Ratu Rushi, hingga mereka juga mengikuti hal yang dilakukan ketiga orang tadi. Bukan para rakyat saja, tapi petinggi dan para bangsawan juga ikut tunduk. Siruverash dan Putri Rukaia pun juga ikut andil.
Ratu Agung berdiri dengan raut wajah tidak percaya. Sebelumnya semua orang memang selalu bersujud di depannya. Tapi kali ini berbeda. Bulu kuduknya sampai berdiri karena merasakan tekanan di sana. Dan ini berkat Ratu Rushi yang membuat semua orang itu tunduk kepadanya.
Ratu Rushi tersenyum penuh kemenangan. ‘’Bisa kukatakan, ini adalah hadiah termegah, termewah, terbesar, terindah dan termahal pertama di dunia dalam sejarah Era Narunia.’’
Heh, aku bisa gila memikirkan harga yang kukeluarkan untuk membuat patung ini. Di duniaku, harganya setara dengan 1,8 trilliun, ucapnya dalam hati.